JavaScript: JavaScript:
Ibadah Bid’ah Sang Bilal bin Rabah Al-Habasyi - Rasulullah mempunyai banyak sahabat yang turut serta dalam perjuangan menegakkan syariah Islam. Mereka bersama-sama dalam suka maupun duka. Para sahabat itu tak hanya berasal dari kalangan suku-suku Arab.
Bertasawuf Dalam Syariat. Dari segi bahasa, syariat adalah tempat yang didatangi atau dituju oleh manusia dan binatang untuk meminum air, sedangkan menurut istilah syara’ syariat merupakan nas-nas yang suci yang dikandung di dalam Al Qur’an dan As Sunnah.
Syekh Amin Al Kurdi memberikan batasan syariat, dengan hukum-hukum yang diturunkan Allah swt kepada Rasulullah SAW yang dipahami dan diijtihadkan oleh para ulama dari Al Kitab, As Sunnah, baik berbentuk nash atau istimbath. Hukum- hukum itu meliputi Ilmu Tauhid, Ilmu Fikih dan Ilmu Tasawuf
Mengapa Harus Belajar Tasawuf ?!. Sebelum kita melanjutkan kajian tentang Hakikat Mursyid dalam Kajian Hakikat Tauhid ini, marilah kita terlebih dahulu melakukan kajian tentang ilmu syariat, ilmu hakikat dan ilmu tariqat yang merupakan satu rangkaian yang saling berhubungan dan saling memaknai serta saling menguatkan antara satu sama lain dalam pencapaian kesempurnaan nilai ibadah yang disebabkan karena Allah dan teruntuk hanya kepada Allah semata.
Syariat merupakan suatu perintah agar insan membiasakan atau melazimi kehambaan dengan menjadikan suatu jalan ibadah sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditetapkan melalui garis hukum yang jelas. Tariqat merupakan perlakuan yang terkhususkan bagi para penempuh jalan Allah swt dengan pencapaian bebagai manzil seperti pangkat, derajat, jenjang, untuk meninggikan dalam berbagai maqam pencapaian. Sedangkan hakikat merupakan pengenalan yang memahami dengan pencapaian yang mendekatkan dengan ibadah sampai kepada sesuatu itu menjadi keimanan yang tetap melalui kelaziman ibadah.