JavaScript: JavaScript:

Kajian Hakikat Tauhid

Kajian Hakikat Tauhid Merupakan Hikmah Ketuhanan Sebagai Bekal Untuk Mendapatkan Ridha dan Hidayah Allah swt

Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 3 )

Tuesday, July 19th, 2011

Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 3 ) – Pada kajian sebelumnya telah disampaikan dalam blog “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini dalam category Al-Asma Al-Husan tentang Nama dan Sifat Tuhan Al – Ghaffar ini bahwa, hukuman potong tangan yang di berikan dan atau diberlakukan terhadap pencuri merupakan syariat hukum yang diwajibkan Allah, Tuhan yang telah menciptakan manusia. sehingga apabila dijalankan sesuai dengan tata aturan yag telah ditetapkan-Nya adalah ibadah dan pengingkaran terhadap hukuman itu merupakan kedurhakaan

[ Inilah Daftar Selebritas Yang Tak Pantas Untuk Di Tiru  ]

(more…)

Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 2 )

Monday, July 11th, 2011

Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun ( 2 ) – Pada kajian Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun sebelumnya pada blog Kajian Hakikat Tauhid ini, telah difahami tentang hakikat pengampunan yang diberikan Allah kepada manusia yang terjebak dalam perbuatan dosa dengan cara menutupnya sedemikian rupa dari pandangan dan pengetahuan manusia lain sehingga tidak ada yang akan bisa mengetahuinya serta dan menghilangkannya dari ingatan melalui sifat lupa yang dianugrahkan kepada manusia
(more…)

Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun

Tuesday, June 28th, 2011

Al – Ghaffar adalah Zat Yang Maha Pengampun. Ampunan adalah hak Allah sebagai bukti sifat Ar-Rahman dan Ar – Rahim atau Ke Maha Pengasihan dan Ke Maha Penyayangan Allah yang diberikan kepada semua orang menginginkannya yang dizahirkan dengan cara bertobat dengan tobat yang sunguh – sungguh dan memohonkan ampun atas dosa yang telah dilakukannya.. Atau dengan kata lain, hak pengampunan hanyalah hak mutlak yang dimiliki Allah untuk diberikan kepada siapa yang dikehendakinya dan hak tersebut tidak dimiliki atau diberikan kepada makhluk – Nya, sehingga tidak seorang pun di dunia ini yang mampu dan mempunyai hak untuk mengampuni dosa manusia.

(more…)

Al – Jabbar Berarti Allah Zat Yang Maha Kuasa

Monday, April 18th, 2011

Al – Jabbar Berarti Allah Zat Yang Maha KuasaAl – Jabbar dari asal katanya berasal dari kata ja – ba – ra yang mengacu kepada makna tumbuih dan berkembang dan dalam konteks Al – Asma Al – Husna, Al – Jabbar bermakna Allah maha kuasa membuat orang – orang yang lemah, yang miskin, yang teraniaya, yang berduka, yang sakit, yang sengsara menjadi semakin sengsara atau menjadi orang yang kuat, berkuasa, sehat dan kaya raya
(more…)

Al – Aziz Adalah Zat Yang Maha Perkasa

Wednesday, April 13th, 2011

Al – Aziz Adalah Zat Yang Maha Perkasa Al – Aziz adalah  salah satu asma Allah yang menunjuk kepada pengertian kekuatan, hegemoni, ketinggian dan mengendalikan. Arti Al – Aziz itu berarti  Allah Zat Yang Maha Perkasa. Sifat keperkasaan itu hanya diperuntukkan kepada orang – orang yang menginginkan dan memohonkan kekuasaan kepada-Nya, karena kekuasaan itu adalah Dia. Allah menginginkan makhluk untuk mengenal dan memahami serta mengimami Tuhanya melalui sifat ke Maha Perkasaan-Nya

(more…)

Mukhalafatuhu Lil Hawaditsi Artinya Allah Tidak Serupa Dengan Alam

Tuesday, February 1st, 2011

Mukhalafatuhu Lil Hawaditsi artinya Allah tidak serupa dengan alam – Pengertian alam disini adalah sesuatu yang diciptakan. Yaitu sebelum sesuatu itu ada diciptakan oleh penciptanya, maka nyata ketidakadaanya. Secara logika, pencipta keberadaannya pasti lebih dahulu dari yang diciptakan dan yang diciptakan keberadaanya lebih terkemudian dari pada penciptanya.


Sesuatu yang diciptakan itu tentulah bukan penciptanya dan pencipta tentu juga bukanlah yang diciptakannya, sehingga antara pencipta dan ciptaannya jelas dan pasti berbeda. Allah sebagai Tuhan adalah Zat Yang Maha Pencipta. Dialah yang telah menciptakan bumi dan langit dan apa – apa yang berada diantara keduanya, sehingga keberadaan alam ini pasti lebih terkemudiaan dari pada Allah dan sudah pasti juga tidak sama dengan Allah. Sehingga kalau serupa Allah dengan makhluk ciptaan-Nya, maka Ia tidak lagi layak menjadi Tuhan
(more…)

Iman Bukanlah Produk Akal

Thursday, January 20th, 2011

Iman Bukanlah Produk Akal – Logika berpikir scientific menyuguhkan kekuatan akal menemukan daya optimalisasi yang menjembatani antara yakin dan tidak yakin. Kisruh dalam berpikir menyulitkan pemahaman yang sempurna tentang sesuatu objek yang dipelajari. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa kekuatan lahir sebagai kelengkapan atas diri manusia berfungsi menengahi kesulitan yang dimiliki oleh otak sadar manusia.

Dalam kesadaran penuh orang mampu menangkap apa yang dilihat dan didengar. Akan tetapi, dalam kondisi di bawah sadar, kemampuan otak itu hilang menuju kepada wujud yang tak dapat ditangkap oleh otak sadar. Akal yang berada di dalam kemampuan otak untuk berpikir sangat berperan menjembatani kesulitan tersebut.
(more…)

Memahami Hakikat Nur Muhammad

Monday, January 17th, 2011

Memahami Hakikat Nur Muhammad -  Pada kajian yang lalu tentang Hakikat Nur Muhammad telah disampaikan bahwa Muhammad itu merupakan Nur yang terpancar dari Zat Tuhan. Nur Muhammad adalah yang pertama diciptakan dan merupakan roh dari segala makhluk. Sehingga tidak ada makhluk tanpa adanya Nur Muhammad karena dengan Nur Muhammad inilah Tuhan SWT melahirkan secara nyata sifat ketuhanan – Nya dalam diri setiap makhluk ( bukan Zat )

(more…)

Faham Musyabbihah Adalah Faham Yang Menyatakan Tuhan Itu Laki

Thursday, October 14th, 2010

Faham Musyabbihah Adalah Faham Yang Menyatakan Tuhan Itu Laki – Laki. Faham Musyabbihah adalah faham yang menyerupakan yaitu faham Musyabbihah ini menyerupakan Tuhan dengan makhluk-Nya dan mungkin karena mereka semua dalah manusia, maka penyamaan yang mereka pakai adalah menyamakan Tuhan dengan manusia. Mereka memahami dan menyakini bahwa Allah mempunyai kaki, tangan, muka bertubuh seperti manusia.
(more…)

Allah besifat Baqa’ Artinya Kekal

Tuesday, September 21st, 2010

Allah besifat Baqa’ Artinya Kekal. Kekal berarti Abadi dan mustahil Allah itu bersifat Fana yang berati lenyap atau binasa, karena apabila Allah bersifat fana, binasa atau lenyap, maka siapa lagi yang akan menjadi Tuhan lagi apabila Allah itu telah lenyap nantinya. Jadi  “ Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” ( QS : 028. : Al Qashash : Ayat )

(more…)