JavaScript: JavaScript:
Kupas Tuntas Kesesatan �Islam ESQ� Ary Ginanjar � Berikut ini saya kemukakan beberapa catatan kritik terhadap konsep ESQ yang dirintis Bapak Ary Ginanjar Agustian. Referensi kritik ini berdasarkan isi buku ESQ New Edition yang diterbitkan oleh Penerbit Arga Jakarta.
Catatan-catatan kritik ini tidak bermaksud untuk menetapkan konsep ESQ sesat, tetapi mendorong agar konsep itu diperbaiki lagi, sesuai ajaran Islam.
(more…)
Kupas Tuntas Kesesatan ” Islam ESQ Ary Ginanjar ” Berikut ini saya kemukakan beberapa catatan kritik terhadap konsep ESQ yang dirintis Bapak Ary Ginanjar Agustian. Referensi kritik ini berdasarkan isi buku ESQ New Edition yang diterbitkan oleh Penerbit Arga Jakarta.
Catatan-catatan kritik ini tidak bermaksud untuk menetapkan konsep ESQ sesat, tetapi mendorong agar konsep itu diperbaiki lagi, sesuai ajaran Islam. (more…)
Kupas Tuntas Kesesatan “Islam ESQ” Ary Ginanjar – Berikut ini saya kemukakan beberapa catatan kritik terhadap konsep ESQ yang dirintis Bapak Ary Ginanjar Agustian. Referensi kritik ini berdasarkan isi buku ESQ New Edition yang diterbitkan oleh Penerbit Arga Jakarta.
Catatan-catatan kritik ini tidak bermaksud untuk menetapkan konsep ESQ sesat, tetapi mendorong agar konsep itu diperbaiki lagi, sesuai ajaran Islam.
(more…)
Kupas Tuntas Kesesatan “Islam ESQ” Ary Ginanjar – Sejak lama saya bersikap netral dan apresiatif terhadap konsep ESQ, atau secara khusus pelatihan-pelatihan berbasis ESQ, yang dikembangkan Bapak Ary Ginanjar Agustian dan perusahaannya. Hal ini terjadi, karena saya lebih mengikuti penilaian orang lain . Banyak orang memuji dan kagum kepada ESQ, saya pun mengikuti saja. Selain itu, saya berpikir, konsep ESQ ini semacam upaya mengangkat citra Islam dengan bukti-bukti sains dan temuan modern. Ya, serupa seperti serial karya besar Dr. Harun Yahya itulah. Saya baru tergerak membaca buku ESQ setelah berkembang opini luas seputar fatwa dari ulama Malaysia yang menyebut konsep ESQ sesat di media-media internet.
(more…)
Mengapa Harus Belajar Tasawuf ?!. Sebelum kita melanjutkan kajian tentang Hakikat Mursyid dalam Kajian Hakikat Tauhid ini, marilah kita terlebih dahulu melakukan kajian tentang ilmu syariat, ilmu hakikat dan ilmu tariqat yang merupakan satu rangkaian yang saling berhubungan dan saling memaknai serta saling menguatkan antara satu sama lain dalam pencapaian kesempurnaan nilai ibadah yang disebabkan karena Allah dan teruntuk hanya kepada Allah semata.
Syariat merupakan suatu perintah agar insan membiasakan atau melazimi kehambaan dengan menjadikan suatu jalan ibadah sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditetapkan melalui garis hukum yang jelas. Tariqat merupakan perlakuan yang terkhususkan bagi para penempuh jalan Allah swt dengan pencapaian bebagai manzil seperti pangkat, derajat, jenjang, untuk meninggikan dalam berbagai maqam pencapaian. Sedangkan hakikat merupakan pengenalan yang memahami dengan pencapaian yang mendekatkan dengan ibadah sampai kepada sesuatu itu menjadi keimanan yang tetap melalui kelaziman ibadah.
Mursyid Bukan Badut Bersorban. Mursyid atau guru mursyid adalah guru hidup yang kepadanya kita belajar dan dari padanya kita mendapatkan pemahaman tentang hakikat keesaan Allah swt. Dalam mempelajari ilmu tauhid, seorang murid atau salik mutlak mempunyai seorang mursyid atau seorang guru hidup. Melalui seorang guru tersebutlah Allah swt akan membukakan tentang rahasia-rahasia tauhid dan kekuasannya kepada kita.
Sesuai namanya, mursyid atau guru hidup berarti sang guru tersebut adalah benar-benar hidup dalam arti yang sesungguhnya. Bukan iblis yang menyamar sebagai roh para wali yang masuk kepada jasad sesorang. ( hal ini lebih banyak dilakukan oleh iblis dari kelompok jin ) Kemudian bertindak sebagai guru dengan berpura-pura menjadi roh syekh ini atau roh syekh itu. Padahal yang namanya iblis, tugasnya adalah untuk menyesatkan aqidah umat manusia.