JavaScript: JavaScript:
Al – Muhaimin artinya Zat Yang Maha Memelihara. Sesungguhnya makni dari Al – Muhaimin adalah Zat yang memelihara dan mengurusi dan mengawasi sekalian pemasalahan dan persoalan makhluk-Nya, sehingga dalam konteks Allah Tuhan Rabb Al ‘Alamin, Al- Muhaimin bermakna Dia adalah Tuhan yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu tentang makhluk-Nya, tanpa sesuatupun yang tertutupi
Allah Bersifat Qidam Artinya Dahulu, yaitu dahulu yang tidak perpermulaan karena mustahil Allah itu mempunyai permulaan, karena Apabila Allah itu ada awalnya atau permulaannya berarti sama dengan makluk dan setiap yang sama atau yang bisa di persamakan dengan makhluk itu pasti bukan tuhan
Kajian Firqah – Firqah Dalam Islam. Pada kajian yang lalu,a sebagai kajian awal dalam category “ Firqah – Firqah Dalam Islam “ dalam “ Kajian Hakikat Tauhid “ blog myrazano.com ini telah disampaikan bahwa Rasulullah Muhammad SAW telah mensabdakan melalui hadist – hadit beliau bahwa umat Islam pada akhirnya akan terpecah menjadi 73 golongan atau 73 firqah dan diantara firqah – firqah tersebut hanya terdapat satu firqah yang benar yaitu dari Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah atau kaum yang menganut i’itiqat sebagaimana I’itiqat yang dianut oleh Nabi Muhammad SAW dan sahabat – sahabat beliau.
Firqah – Firqah Dalam Islam. Dalam sejarah perkembangan Islam tercatat, bahwa di lingkungan masyarakat umat Islam dari abad – abad permulaan sampai sekarang ini terdapat firqah – firqah dalam i’tiqat yang fahamnya berbeda – beda atau bertentangan secara tajam antara satu sama lain. Kondisi ini sudah menjadi fakta yang sudah terjadi dan sudah tidak dapat dibantah lagi serta sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab – kitab usuluddin
Nur Muhamnmad adalah Realitas Ruhani. Sesungguhnya yang pertama sekali diciptakan Allah SWT adalah suatu realitas gaib yang bersifat ruhani sebagaimana yang telah disampaikan Rasulullah Muhammad SAW yaitu bahwa yang mula – mula diciptakan oleh Allah adalah Nur Muhammad yang diciptakan dari cahaya Ketuhanan. Selanjutnya juga disampaikan bahwa yang pertama sekali diciptakan adalah Qalam dan ‘Aqal, sehingga realitas ruhani dari hakikat Nur Muhammad tersebut difahami dalam beberapa realitas konsep yang pada hakikatnya adalah satu yaitu Sifat dari Zat yang bernama Allah
As-Salam Adalah Zat Pemberi Keselamatan. Allah adalah as-SalamAllah Pemberi Keselamatan berarti Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna, sempurna Zat-Nya, sempurna Sifat-Nya dan sempurna segala Perbuatan-Nya, kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan-Nya. Allah terhindar dari segala kekurangan, terhindar dari kecacatan dan hal-hal yang menjatuhkan nilai Ketuhanan-Nya. Atau Allah terhindar dari keserupaan dengan makhluk-Nya yang tidak mempunyai sifat-sifat kesempurnaan. yang berarti pemberi keselamatan.
(more…)
Hakikat Gairah Dalam Diri. Semangat atau Gairah bisa diartikan suatu dorongan yang berasal dari hati sanubari untuk melakukan sesuatu yang bisa diterima oleh akal. Karena semangat atau gairah ini bersumber dari hati, maka semangat itu timbul dari sebuah keyakinan yang diterima atau cocok dengan pertimbangan akal, sehingga naik turunnya semangat sangat tergantung dengan keyakinan hati dan kemampuan akal dalam mencari dan menemukan serta memberikan pembenaran dari apa yang telah diyakini hati sanubari tersebut.
Jawaban dan Penjelasan ( 2 ). Merespon banyaknya tanggapan dalam kotak komentar yang bernada cukup keras bahkan ada yang melakukan kopi paste dari dari komentar sebelumnya ( Maaf.. sudah dihapus ) karena mungkin dianggap sama dengan respon yang seharusnya disampaikan setelah membaca postingan dalam katagori Al – Asma Al – Husna. Tepatnya pada kajian-kajian tentang asal kata Allah.
Allah Bersifat Ujud, Artinya Ada, mustahil Allah SWT tidak ada. Alam semesta raya ini dan segenap isinya sudah cukup sebagai bukti keberadaan Allah SWT. Keberadaan alam semesta raya ini beserta segenap isinya tidak mungkin secara akal tercipta dengan sendirinya. Pembuktian dari dalil-dalil yang ada terhadap suatu perbuatan atas sesuatu yang diciptakan sekaligus merupakan jejak yang meninggalkan bekas. Sesungguhnya pada jejak yang tidak membekas atau meninggalkan bekas adalah suatu kemustahilan. Adanya jejak-jejak manusia yang tertinggal merupakan pembuktian adanya orang yang berlalu-lalang.