Orang Tua Adalah Hulu Dan Muara Ajaran Kasih Yang Mengalir Dalam Diri Anak

Orang Tua Adalah Hulu Dan Muara Ajaran Kasih Yang Mengalir Dalam Diri Anak – Adalah sangat perlu untuk difahami bahwa seorang bayi datang kepada kita tanpa kebiasaan yang baik dan tanpa kebiasaan yang buruk. Kebiasaan ibu dan bapak sebagai orang tua adalah contoh kebiasan yang akan dituru dan dicontoh dan diikuti oleh anak, sehingga tanpa memerlukan persetujuan atau pun bantahan, ibu dan bapaklah sesungguhnya yang telah menanamkan sebuah kebiasan baik dan kebiasan jelek kedalam diri anak. Ibu dan bapak tidak perlu menyalahkan lingkungan dan pergaulan anak yang lebih luas yang telah mempengaruhi anak sehingga memiliki kebiasaan yang kurang baik

Apabila di dalam rumah, cinta dan kasih sayang dipraktekkan sebagi bagian dari komunikasi keluarga yang utama, maka anak pun akan akan belajar untuk melahirkan cinta dan kasih sayang itu dalam pergaulannya yang lebih luas di luar rumah. Demikian juga apabila rumah merupakan sebuah markas dan panggung pementasan segenap kebencian dan nafsu amarah serta gosip – gosip yang tidak berguna, maka itu artinya ibu dan bapak telah membiarkan anak belajar dan mempraktekkan ajaran kebencian dan semua yang tidak penting itu di rumah

Pahamilah bahwa, bahasa ibu dan bapak otomatis akan menjadi bahasa anak, bunyi suara ibu dan bapak otomatis akan menjadi bunyi suara anak, apakah suara ibu serak atau merdu, kasar atau manis, jenis perkataan yang ibu dan bapak ucapkan juga akan diucapkan pula oleh anak, apakah kata – kata ibu dan bapak itu tajam, kasar, mencela, menghina, murung dan sedih atau pun gembira, senang, menyejukkan dan manis. Semua akan ditiru dan menjadi bahasa anak dalam hidup dan kehidupannya

Jika orang tua biasa tersenyum ketika berbicara, maka besar kemungkinan anak akan tersenyum juga ketika menjawab, jika orang tua cenderung mengomel dan cerewet, maka anak akan cendrung cengeng dan suka merajuk, kalau orang tua cendrung bersikap sopan dan santun tentu anak akan belajar untuk bersikap sopan dan satun pula. Inilah hakikat yang sesungguhnya dari ungkapan ” Anak adalah cermin kecil yang sempurna “. Dia akan memantulkan bayangan setiap benda yang berada didepannya.

Jadi, tidak perlu rasanya, sebagai orang tua, ibu dan bapak melarikan diri dari tanggungjawab atas kebiasaan buruk dari anak dengan melemparkan kesalahan kepada fihak – fihak luar yang mempengaruhi kebiasaan anak ketika anak tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tak perlu buruk rupa cermin dibelah. Buah durian tak pernah jatuh jauh dari batangnya. Anak itu adalah makhluk yang dihadirkan Tuhan untuk ibu dan bapak, Anak adalah keceriaan di tengah keluarga yang dibangun dengan sendi cinta dan ikatan perkawinan yang luhur.

Tanpa wadah dan pupuk yang cocok yang telah ibu dan bapak persiapkan dalam diri anak, semua benih yang datang dari luar rumah tidak akan mudah tumbuh dan berkembang, sehingga setiap perilaku dan kebiasaan anak adalah salah satu dari banyak hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap orang tua dihadapan Tuhannya kelak

Ketika padi yang ditanan, rumput bisa tumbuh bersama padi, sedangkan ketika rumput yang ditanan, padi tidak pernah tumbuh bersama rumput. Sehingga dalam rumah yang dibangun dengan cahaya cinta kasih yang tulus dan dalam rumah tempat tumbuh subur dan berkembangnya nilai – nilai kebaikan dan kemuliaan saja masih memungkinkan masuknya nilai – nilai keburukan dalam rumah itu, apalagi dalam rumah yang dipenuhi dengan aroma dan aura dendam kebencian dan kejahatan serta kekerasan, tentunya bibit – bibit kejahatan dibawah arahan dan bimbingan setan akan lebih mudah tumbuh subur dan berkembang dalam rumah itu

Ketahuilah bahwa sesungguhnya, setiap makhluk akan kembali ke tempat dari mana dia berasal. Setiap ibadah akan dinilai sesuai dengan niatnya. Setiap kebaikan akan kembali kepada yang baik dan setiap keburukan akan kembali kepada yang buruk serta setiap kejahatan akan kembali kepada yang jahat. Kejahatan tidak akan pernah mampu berbaur dengan kebaikan sebagaimana minyak yang tidak akan pernah bercampur dengan air

Dan adalah kewajiban bagi ibu dan bapak untuk mempersiapkan tempat kembali yang baik bagi anak untuk sekarang dan nanti. Rumah adalah tempat kembali bagi semua anggota keluarga setelah tidak ada lagi yang bisa dikerjakanya di luar. Sehingga, jadikanlah rumah sebagai tempat membebaskan diri dari seluruh kepenatan dan tekanan yang seharian telah dihadapi di luar rumah. Bebaskanlah rumah dari tekanan – tekanan yang tidak penting dan melelahkan. Contoh lebih baik dari perintah. Biarkanlah anak belajar dan mencontoh keutamaan ikatan cinta dan kehangatan jalinan kasih Tuhan di rumah. Karena dari sanalah anak akan memulai hidupnya dan kesanalah dia akan kembali dibimbing kasih Tuhannya. Ibu dan bapak adalah hulu dan muara bagi ajaran kasih yang mengalir dalam diri anak ( rumahtangga )

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.