Keluarga Adalah Benteng Pertahanan Utama Bagi Anak

Keluarga Adalah Benteng Pertahan Utama Bagi Anak – Tidak ada satupun lembaga yang lebih bertanggungjawab dalam menjaga dan melindungi anak selain dari keluarga yang secara internal dipimpin oleh ibu dan bapak sebagai seorang kepala keluarga, sehingga peran keluarga harus secara maksimal mampu berperan sebagai benteng utama dan terkuat dalam menjaga dan melindungi anak dari pengaruh – pengaruh buruk lingkungan yang setiap saat terus menghantam dan membimbing anak untuk mengikutinya

Sebuah keluarga tidak berhak untuk meghadirkan manusia sebanyak – banyaknya ke dua ini jika tidak mampu bertanggungjawab secara penuh terhadap manusia yang dihadirkannya itu dan pada akhirnya akan menjadi beban sosial yang memberatkan orang lain dan lingkungan.

Melahirkan dan berketurunan memang merupakan suatu fitrah dan kebutuhan setiap makhluk hidup untuk melindungi dirinya dari kepunahan, namun manusia sebagai makhuk utama penghuni jagad raya ini juga mempunyao peran sebagai khalifah yang bertugas menebarkan rahmat dan kasih sayang Allah Tuhan Rabbal alamin. Sehingga apabila ibu dan bapak hanya memiliki kesadaran untuk melahirkan saja tanpa memikirkan kewajiban untuk melindungi dan menjaga anak – anak yang dilahirkan tentunya akan sulit membedakan antara ibu dan bapak dengan binatang yang juga mempunyai hak untuk melahirkan keturunannya

Ibu dan bapak yang pintar tentu akan menyadari bahwa salah satu perbedaan utama antara manusia dan binatang adalah pada akal budinya, sehingga orang tua yang bertanggungjawab pastinya juga menyadari bahwa mengisi otak dan pikiran serta jiwa anak dengan pengajaran – pengajaran yang baik dengan cara – cara yang baik merupakan keharusan yang mutlak dilakukan sedini mungkin.

Ibu dan bapak tidak perlu menunggu setelah anak sedikit besar atau menunggu anak menjelang remaja untuk memulai menanamkan bekal – bekal rohani dan bibit kebaikan kepada anak, karena dikhawatirkan otak anak telah terlebih dahulu diisi oleh iblis dan syetan yang tidak akan pernah rela membiarkan anak – anak kita menjadi orang baik

Ibu dan bapak tidak perlu begitu peduli pada aneka alasan yang sengaja dihembuskan iblis dan syetan agar menunda memberikan pelajaran agama dan akhlak yang baik kepada anak, karena apabila ibu dan bapak baru memulai pelajaran agama dan akhlak terhadap anak pada hari pertama dia dilahirkan dikhawatirkan sudah mulai agak terlambat.

Rohani anak idealnya sudah didisi dengan nilai – nilai agama dan moral semenjak dalam prooses perencanaan keberadaannya atau mulai dari diri ibu dan bapak sendiri sebagai calon orang tua sebelum kelahirannya. Namun dengan bersegera “memulai dari sekarang juga” tanpa menunggu besok adalah tidakan bijak dari orang tua yang bertanggungjawab. Jadi tidak ada alasan bagi ibu dan bapak untuk tidak menjadi orang baik mulai dari sekarang, besok mungkin sudah terlabat karena tidak ada jaminan bahwa ibu dan bapak esok hari masih hidup dan sesehat sekarang.

Ingatlah, bahwa keluarga yang ibu dan bapak bangun adalah keluarga ibu dan bapak sendiri, ibu dan bapaklah yang paling berhak menentukan arah dan tujuan keluarga itu dan ibu dan bapaklah yang nantinya akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT di akhirat, bukan orang lain ..!, Setiap manusia tidak akan menangunggung dosa dan beban orang lain dan setiap anak yang dilahirkan dimuka bumi ini adalah dalam keadaan suci bersih, orang tuanyalah yang menjadikannya Nasrani, Yahudi dan Majusi “

Artinya, Ibu dan bapak tidak perlu terlalu menyalahkan pihak lain ketika anak yang ibu dan bapak lahirkan sediri tiba – tiba menjadi orang jahat, karena ibu dan bapaklah yang menjadikan orang jahat seperti Nasrani yang suka merubah kebenaran, Yahudi yang tidak bias diatur dan selalu menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya serta Majusi yang selalu mempertuhankan dunia ini.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya seseorang itu akan menjadi seperti apa yang dia pikirkan. Anak akan meniru sifat kaum Nasrani yang tidak peduli dan tidak pernah mau tunduk pada kebenaran apabila ibu dan bapak juga besifat seperti itu. Jangan salahkan lingkuangan atau siapapun jika anak suka membangkang dan duhaka serta anak bersifat egois yang setiap keinginananya harus dituruti, melainkan bapak dan ibu terlebih dahulu harus meninggalkan dan membuang sifat – sifat Yahudi dari keluarga ibu dan bapak. Serta jangan salahkan anak menjadi materialistis dan bersifat hedonis dan tidak peduli pada lingkungan dan sesama, tapi buanglah sifat – sifat Majusi dari diri ibu dan bapak yang menganggap harta dan kekayaan merupakan sesuatu yang teramat penting untuk dikejar dan dipertahankan. Atau jangan salahkah anak dan lingkungan apabila anak anda berubah menjadi orang jahat apabila ibu dan bapak masih tetap mejadi penjahat. ( Rumah Tangga )

Comments 1

  • I read a lot of interesting content here. Probably you spend a lot of
    time writing, i know how to save you a lot of time,
    there is an online tool that creates unique, google friendly posts in seconds, just search in google – laranitas free content source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.