Katakan Cinta Dalam Bahasa Kasih

Katakan Cinta Dalam Bahasa Kasih. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam banyak keluarga dan banyak sekolah serta lingkungan kita, terdapat kecendrungan untuk mengabaikan dan lalai dalam mengucapkan cinta dan kasih sayang antara satu sama lain. Kalau toh pada akhirnya cinta itu diucapkan juga, kecendrungannya sudah terlambat. Ibu bapak sebagai orang tua dan para guru di sekolah sangatlah perlu mengucapkan cinta dan kasih sayang dalam bahasa cinta yang bersih, cinta yang suci dan mulia. Bila ibu bapak dan para guru tidak pernah mengucapkan kata cinta dalam bahasa kasih sayang yang tulus tentunya akan sama saja artinya, ibu bapak telah dengan sengaja mempertumbuhkan kekerasan hati dan kekerasan yang kasar dalam perkataan serta perbuatan anak yang kesemua itu adalah merupakan tabiat setan.

Kasih sayang yang sejati seharusnya dipelihara antara suami dan isteri, antara ibu bapa dengan anak-anak, kakak dengan adik, antara guru dan murid, antara anak dengan teman-teman dan lingkungannya. Perkataan yang dipenuhi aura amarah tidak layak untuk diperdengarkan dan harus dihentikan. Dan adalah kewajiaban dari setiap orang dalam keluarga dan lingkungannya supaya berlaku baik dan berbicara dengan bahasa manis yang tulus.

Menumbuhkan kelemah lembutan, kasih sayang dan cinta yang dinyatakan dengan tulus dalam setiap pandangan, dalam setiap pembicaraan dan dalam setiap perbuatan mutlak diperlkukan dalam mendidik anak. Orang tua dan guru haruslah selamanya mengatakan kepada anak-anak bahwa anda mengasihi mereka, bahwa anda bekerja untuk kepentingan mereka, bahwa kebahagiaan mereka adalah yang terpenting bagi anda. Bahwa anda bermaksud hendak berbuat hanya hal-hal yang baik dan mulia begi mereka. Sudah kewajiban anda untuk memuaskan keinginan mereka secara pantas agar anda bisa memenangkan perhatian mereka dari hal-hal yang buruk yang mungkin akan mempengaruhi jiwa mereka.

Sebagai orang tua dan guru, jangan pernah bertindak dengan landasan emosi dalam memerintah anak-anak. Jangan biarkan kekuasaan dan kasih sayang dicampurbaurkan. Pelihara dan pertumbuhkan semua yang baik dan elok pada diri mereka serta biarkan cinta dan kasih sayang itu memimpin mereka merindukan kebaikan yang lebih tinggi dari Allah kepadanya. Jangan berikan kepadanya hal-hal yang akan mendatangkan becana dan kesusahan. Biarlah anak-anak itu melihat dan merasakan bahwa anda mengasihi mereka dan mau mebuat mereka bahagia dalam kasih sayang Tuhan.

Makin mereka tidak baik, semestinya semakin besar pulalah usaha yang anda harus lakukan untuk menyatakan cinta itu kepada mereka. Apabila anda sudah memperoleh kepercayaan dari anak-anak, bahwa anda ingin membuat mereka bahagia, maka cinta akan merubuhkan segala penghalang antara anda dengannya. Itulah hakikat dari cinta dan kasih sayang Tuhan yang sesungguhnya kepada setiap makhluk-Nya. Hakikat kasih sayang itulah yang seharusnya menjadi landasan sikap dan tingkah laku yang harus dibawa ke dalam setiap rumah tangga dan sekolah.

Kembangkanlah cinta dan kewajiban yang berdiiri berdampingan secara seimbang karena apabila hanya cinta yang dikembangkan terhadap anak sedang kewajiban dilalaikan, akibatnya akan membuat anak-anak keras kepala, keras hati, degil, egois dan cendriung hanya mementingkan dirinya sendiri serta bandel dan tidak penurut. Jika kewajiban ditinggal dan dibiarkan berdiri sendiri tanpa cinta dan kasih sayang untuk melembutkan dan mengutamakannya. Akibatnya akan sama saja dengan cinta yang tidak bertanggungjawab.

Anak mesti dihibur bila mengalami kesusahan. Dalam hal ini, perhatian seorang ibu mutlak sangat diperlukan untuk membimbing dan mengarahkan anak-anaknya sedemikian rupa sehingga mereka akan merasa bagain dari keluarga itu. Ibu bapa harus selalu memahami dan mewujudkan bahwa anak-anak harus dipelihara dan dirawat lebih baik dari pada orang lain merawat anaknya. Mereka harus dipelihara dalam satu suasana yang penuh kegembiraan dibawah tuntunan sang ibu yang penuh aura cinta dan kasih sayang.

Anak harus ditolong dan dibimbing untuk meperoleh dan mendapatkan setiap kebaikan yang mereka inginkan yang seharusnya mereka dapatkan. Kewajiban orang tua adalah meliputi mereka dan mengelilingi mereka itu dengan sentuhan kelembutan suansana cinta dan kasih sayang yang ikhlas. Karena hanya dengan cara itulah anda dapat dengan mudah menaklukkan sifat-sifat buruk yang ada pada diri mereka.

Sekolah haruslah menjadi lembaga dimana cinta diucapkan dalam bahasa kasih dan sayang yang tulus dan dipraktekkan secara benar dan ikhlas. Seorang guru yang bijaksana akan selalu membangun kerja sama dan komunikasi dengan orang tua dalam mendidik anak. Sehingga dimana pun anak berada, dia akan selalu mendapatkan dan merasakan kasih sayang yang sama dan seimbang. Anak selalu hidup, tubuh dan berkembang dalam lingkupan aura cinta dan kasih sayang yang sama yang pada akhirnya aura cinta dan kasih sayang itu akan menjadi bahagian dari hidup dan perilaku anak setelah dia dewasa nanti. Saat ini biarlah anak belajar dan merasakan kenikmatan kasih sayang yang indah itu dari orang-orang yang mencintai mereka.

Jangan pernah memaksa anak berbuat seperti yang ibu Bapak mau, tapi biarkanlah cinta dan kasih dalam bahasa yang tulus dari orang tua membimbingnya kejalan yang ibu bapak inginkan. Peliharalah sifat-sifat baik yang telah tumbuh dalan diri anak dengan bersedia secara tulus dan ikhlas mengakui sifat-sifat baik itu, karena kesadaran bahwa diri dihargai adalah suatu kepuasan dan perangsang yang ajaib bagi anak untuk berbuat yang lebih baik lagi setelah itu dikemudian hari, juga pada diri anda. [ Kajian Rumah Tangga ]

1 Comment to "Katakan Cinta Dalam Bahasa Kasih"

  1. July 30, 2011 - 5:31 pm | Permalink

    Im not sure exactly how I ran across your blog because I had been researching information on Real Estate in Casselberry, FL, but anyway, I have had a pleasant time reading it, keep it up!

Leave a Reply