Jadi Ayah Ternyata Bikin Stress

Jadi Ayah Ternyata Bikin Stress. Kehadiran si buah hati dalam kehidupan seorang ayah memang membawa perubahan besar dalam hidupnya. Dari seorang laki-laki yang hidup sendiri, kemudian berdua dengan sang istri, kini ia telah menjelma menjadi seorang ayah dengan tanggung jawab baru. Kini telah hadir seorang makhluk kecil disisinya yang telah dinantikannya selama kurang lebih 9 ( sembilan ) bulan. Di samping kegembiraan yang meluap-luap akan datngnya si kecil, terbersit pula perasaan-perasaan lain. Misalnya saja, siapkah ia menjalani peran sebagai ayah? Atau, siapkah ia merasa tersisih karena sang istri pasti akan disibukkan oleh si kecil ?, sehingga tak mampu membagi perhatian kepada dirinya. Perhatian para teman dan kerabat pun seolah-olah hanya terpusat pada ibu dan bayinya, sehingga keberadaan ayah seakan tersingkirkan.

Ya, sejak dulu pun, para ayah dianggap hanya pada saat konsepsi saja. Masyarakat pun menganggap bahwa tahun-tahun pertama kelahiran bayi adalah urusan ibu, bukan urusan ayah. Padahal, mengurus anak bukan hanya urusan ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Oleh sebab itu, sudah seharusnya ayah ikut terlibat dalam perawatan maupun pengasuhan anak-anak sehari-hari. Beruntung, sekarang telah banyak ayah yang ikut terlibat bersama-sama dengan ibu.

Tapi, seperti juga ibu yang baru melahirkan, ayah baru pun dapat dilanda stres. Hal ini bisa jadi karena ketidaktahuannya. Kalau hal ini teerjadi pada anda, tidak perlu khawatir karena hal itu wajar terjadi pada ayah baru. Di bawah beberapa tip yang dapat di lakukan agar terhindar dari stres sebagai ayah baru.

Jika pengetahuan Anda seputar pengasuhan dan perawatan anak memang masih minim dan membuat anda stres saat merawat si kecil, sebaiknya anda berusaha mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang perawatan dan pengasuhan bayi. Caranya, dengan banyak membaca buku-buku seputar pengasuhan bayi. Misalnya, cara menggendong atau memakaikan baju. Bisa pula dengan bertanya pada dokter, atau orang-orang yang sudah berpengalaman, seperti orang tua, saudara atau kerabat. Idealnya hanya ini dilakukan memang sebelum si bayi lahir. Tetapi, tidak ada kata terlambat untuk melakukan hal-hal yang lebih baik.

Setelah melahirkan sampai tiga bulan kemudian merupakan saat yang melelahkan buat suami-istri. Si kecil sering terbangun tengah malam untuk ganti popok atau disusui. Apalagi mengingat anda tetap harus beraktivitas di kantor keesokan paginya. Karena itu, aturlah waktu tidur Anda. Jika sebelum punya anak Anda terbiasa menonton televisi atau membaca sampai larut malam, maka setelah si kecil lahir, Anda dapat tidur lebih cepat. Dengan demikian, kalaupun Anda harus bangun tengah malam, Anda masih punya tenaga.

Bayi yang rewel memang cukup melelahkan. Untuk menenangkannya, cobalah mendendangkan lagu-lagu yang bisa menenangkan bayi, atau memutar kaset yang berisi lagu-lagu lembut sambil menepuk-nepuk punggungnya. Atau ajak si kecil ngobrol sehingga ia mengenali suara ayahnya.

Mempunyai bayi berarti memiliki seorang “boss kecil” di rumah. Jika sebelumya anda yang “berkuasa” di rumah, kini si kecil datang mengubah rutinitas yang sudah berjalan sekian waktu di rumah. Bukan itu saja, kegiatan setiap bayi tidak selalu sama. Mungkin saja si kecil anda tidak mempunyai waktu rutin. Tetapi, memaksanya untuk mempunyai jadwal yang rutin sesuai dengan irama kehidupan anda, malah membuat bayi, dan juga anda kian stres. Untuk itu anda dan istri harus menjadi tim yang kompak dalam merespon kemauan dan kebutuhan si kecil.

Perasaan tertekan juga dapat menyerang ayah jika istri menolak untuk berhubungan intim. Jangan salah sangka ia tidak lagi berminat atau tidak mencintai anda lagi. Hal ini bisa terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh istri anda setelah persalinan, juga faktor kelelahan karena harus mencurahkan waktunya 24 jam setiap hari untuk mengasuh si kecil. Untuk itu, anda tidak perlu merasa uring-uringan. Tindakan bijaksana bila anda memahami kondisi istri anda.

Olahraga, selain menyehatkan tubuh juga dapat menyegarkan pikiran.Sempatkanlah mengolah tubuh 1-2 jam sehari, misalnya joging atau berjalan kaki bersama. Ajak istri anda berolahraga bersama untuk membantu dia mengembalikan ke bentuk tubuh semula. Selain membantu metabolisme tubuh agar semakin lancar, tubuh anda pun akan semakin sehat.Anda pun akan membantu rasa percaya diri istri karena olahraga dapat membuat tubuhnya langsing seperti semula.

Jangan berpikir bahwa kehadiran seorang bayi akan mengubah hidup anda selamanya. Tetap lakukan hobbi anda seperti sebelumnya, misalnya meneruskan kegemaran mendengar musik. Yang penting diperhatikan, atur waktu anda jangan sampai hobi ini justru menyita waktu anda yang seharusnya anda pakai untuk kebersamaan dengan si kecil. Terimakasih. [ Kajian Keluarga ]

Comments 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.