Biarlah Anak Belajar Nilai Kebaikan dan Akhlak Mulia Dari Orang Tuanya

 Biarlah Anak Belajar Nilai Kebaikan dan Akhlak Mulia Dari Orang Tuanya – Adalah suatu kesalahan yang sangat mengerikan ketika orang tua lalai dan mengabaikan pemenuhan kebutuhan rohani anak. Menunda memberikan pendidikan agama dan akhlak mulia sebagai pemenuhan kebutuhan rohani anak dengan dengan alasan belum cukup umur dan atau anak masih anak – anak dan terlalu kecil untuk mengerti bukanlah cara yang bijak.

Waktu akan terus berjalan dan tidak pernah akan menunggu bapak dan ibu bersiap – siap. Anak akan terus tumbuh dan berkembang mengikuti irama lingkungan yang terus berubah. Bila tidak sekarang, dikhawatirkan dua puluh empat jam waktu yang disediakan Tuhan sudah tidak cukup lagi untuk dibagi dengan pemenuhan kebutuhan – kebutuhan lainnya yang juga harus disediakan

Bapak sebagai kepala rumah tangga dan imam dalam keluarga harus mampu menunjukkan perannya dalam menentukan arah dan tujuan masa depan rumah tangga. Bapak jangan hanya terfokus menghabiskan waktunya dalam usaha pemenuhan kebutuhan jasmani belaka, sementara kebutuhan rohani anak diserahkan sepenuhnya pada ibu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya, waktu yang dimiliki ibu tidaklah tersedia terlalu cukup untuk memberikan perbekalan rohani pada anak, karena ibu juga harus melayani dan mempersiapkan kebutuhan rumah serta melayani kebutuhan semua anggota keluarga, termasuk melayani bapak juga tentunya.

Karena itu, bapak dan ibu harus kompak dan memiliki pemahaman yang sama tentang nilai – nilai agama dan akhlak mulia yang akan diajarkan pada anak, agar perhatian dan jiwa anak tidak terpecah mengikuti perbedaan pemahaman orang tuanya. Apabila kondisi itu terus belanjut dan berkembang, jiwa anak akan diselimuti oleh keraguan dan ketidakpastian atas kebenaran yang dianut oleh orang tuanya. Ketidak pastian itu pada akhirnya akan melahirkan penolakan dan pembangkangan anak atas setiap nilai dan pengajaran moral dan akhlak mulia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang tua adalah contoh dan teladan utama bagi anak di masa depannya.

Ibu dan bapak tidak bisa terlalu banyak berharap, setelah dewasa, anak nantinya akan menjadi orang yang baik dengan sendirinya, apabila dimasa kecil dia jarang sekali melihat contoh penerapan nilai – nilai kebaikan dari dalam diri orang tuanya. Seorang anak akan berbuat sebagaimana dia diperlakukan. Anak yang baik pasti dibesarkan oleh orang tua yang baik demikian pula sebaliknya

Pahamilah bahwa contoh lebih baik dari perintah. Jangan menyuruh anak berbakti kepada orang tua dan Tuhan, jika ibu dan bapak tidak pernah memberi tahukan dan mencontohkan tata cara yang benar dalam berbakti kepada orang tua dan Tuhan. Penjelasan yang sesederhana apapun tidak akan mudah dipahami dan tentunya akan sulit melekat dalam jiwa anak bila tidak disertai dengan contoh perbuatan nyata dari orang – orang yang menyayanginya

Anak tidak akan pernah benar – benar memahami bahwa shalat itu hukumnya wajib jika anak tidak pernah melihat bapak dan ibunya mengerjakan shalat. Anak tidak akan benar – benar paham akan keutamaan shalat berjama’ah apabila di rumah tidak pernah dilaksanakan shalat berjamaah. Anak tidak akan paham bahwa laki – laki itu adalah pemimpin bagi wanita apabila bapak tidak pernah berdiri jadi imam dalam shalat bersama ibu dan anak – anaknya di rumah.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya anak adalah anugrah mulia yang diamanahkan Tuhan untuk keluarga ibu dan bapak. Jangan jadikan anugrah tersebut menjadi penyebab dan pengundang datangnya bencana dan hancurnya kehidupan. Satu orang jahat yang tercipta dari kesalahan masa lalu akan menjadi beban yang terlalu berat bagi kehidupan masa kini dan masa depan, sementara seribu orang baik akan terlalu sedikit untuk menciptakan dan mendatangkan kemuliaan hidup dimasa datang. Muliakanlah masa depan dengan melahirkan generasi yang baik, karena jumlahnya tidak akan pernah cukup

Memang benar, bahwa bapak dan ibu berhak untuk melahirkan banyak anak, sebanyak bapak dan ibu suka, namun, jangan biarkan bapak dan ibu menjadi penyebab beratnya beban masa depan kehidupan ini dan menambah kesempitan bagi orang lain yang akibat kelalaian dan ketidakmampuan bapak dan ibu dalam mengajarkan dan memasukkan nilai – nilai agama dan akhlak mulia dalam diri dan jiwa anak yang bapak dan ibu lahirkan

Negeri ini sudah terlalu banyak dihuni oleh orang – orang jahat. Kita sudah terlalu lama dijajah oleh nilai – nilai kejahatan. Tidak banyak lagi contoh dan tauladan yang bisa diambil dari lingkungan yang sudah terlanjur rusak dan hancur ini. Membiarkan anak belajar dari situasi lingkungan sudah terlanjur rusak dan hancur ini bukanlah suatu perbuatan yang pantas untuk dibiarkan. Biarlah anak belajar dari nilai kebaikan dan akhlak mulia dengan cara meniru dan mencontoh dari bapak dan ibu yang sangat menyayanginya dan itu pasti jauh lebih baik. amin ( rumah tangga )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.