Anak Adalah Anugrah Illahi

Mendidik Anak. Anak adalah sebuah anugrah terbesar nan suci dan luhur yang diberikan Allah swt kepada manusia. Anugrah tersebut tentunya bukan anugrah gratis yang diberikan begitu saja. Allah menyerahkan anugrah mulia tersebut kepada umat manusia disertai dengan beban dan tanggungjawab untuk mendidik dan membesarkannya sehingga menjadi sebuah karakter yang kuat dan tangguh di masa depan.

Tugas dan tanggungjawab mendidik dan membesarkan anak sebagai generasi masa depan bukanlah suatu tugas yang ringan dan mudah, tapi merupakan sebuah tugas dan tanggungjawab yang luar biasa besar dan berat, karena ” Sesungguhnya anak yang dilahirkan itu dalam keadaan bersih dan suci, orang tuanyalah yang menjadikannya nasrani, yahudi dan majusyi ” ( hadist )

Sehingga mau jadi apa dan mau seperti apa anak-anak yang diserahkan tanggungjawab mendidik dan membesarkannya itu dimasa depan, tergantung dari kedua orang tuanya. Apabila anak-anak itu dibesarkan dalam lingkup pendidikan yang benar, maka mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi dewasa secara benar. Begitu juga sebaliknya. Semua tergantung ibu dan bapak sebagai kedua orang tuanya.

Sebagian orang tua yang tidak bertanggungjawab, cendrung melemparkan kesalahan atas kegagalannya dalam mendidik dan membesarkan anak-anak mereka kepada pihak lain, ketika anak yang menjadi tanggungjawabnya ternyata tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang tidak sesuai dengan harapan dan tujuan awal dari penciptaan manusia oleh Allah swt Tuhan Sang Maha Pencipta. 

Lingkungan merupakan komponen yang paling sering menjadi komponen yang dipersalahkan atas kegagalan orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Mengkambinghitamkan faktor lingkungan sebagai penyebab kegagagalan proses pendidikan dan rusaknya moral anak adalah merupakan ” pencerminan dari ketidakberdayaan serta keputusasaan orang tua dalam mengemban amanah luhur yang diberikan Allah swt. 

Memang tidak bisa dimungkiri bahwa faktor lingkungan menempati porsi yang cukup bahkan sangat besar dalam pembentukan moral dan kepribadian manusia, tapi perlu juga difahami bahwakedua orang tua dan keluarganya adalah bagian dari lingkungan anak.Sehingga peran orang tua dan keluarganya adalah bagian yang paling penting dan sangat menentukan dalam keberhasilan proses pendidikan, pembentukan moral dan kepribadian anak serta penyaring pengaruh-pengaruh buruk yang merusak perkembangan kepribadian anak yang berasal dari lingkungan eksternal “ Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ” ( Al-Quran )

Selain lingkungan, waktu, masa atau zaman juga komponen yang paling sering dipersalahkan dalam kegagalan orang tua dalam melakukan proses pendidikan dan pembentukan moral serta kepribadian anak. Hal itu terlihat dari ungkapan yang berbunyi ” Dia dilahirkan dan berada pada waktu yang tidak tepat ” pada hal Allah swt mengatakan ” sesungguhnya masa itu adalah ciptaan-Ku, Menghina ciptaan berarti sama dengan menghina pencipta-Nya ” ( hadist Qudsi )

Kelahiran adalah salah satu dari takdir yang sudah ditetapkan Allah swt terhadap makhluk ciptaannya. Manusia sebagai makhluk tidak diberi hak untuk memilih. Kelahiran merupakan penetapan mutlak dari Allah swt dan Allah swt tidak pernah salah dalam menetapkan sebuah keputusan. ” Aku tidak menurunkan ujian diluar batas kesanggupan hamba-Ku ” ( A-Quran )

Fihak lain yang juga sering dipersalahkan oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab atas kegagalan proses pendidikan dan perkembangan moral serta kepribadian anak adalah guru dan sistem pendidikan yang tidak mendukung. Memang tidak bisa diakui seratus persen bahwa acuan sistem pendidikan di Indonesia sudah baik apalagi dalam perkembangannya, orientasi sekolah dan lembaga pendidikan dewasa ini lebih mengarah kepada kepentingan bisnis dan usaha yang kesemuanya berujung kepada uang, sehingga secara langsung juga mempengaruhi pola pendidikan dan pengajaran yang dijalankan para guru di kelas dan diluar kelas.

Tapi kondisi sistem pendidikan yang tidak jelas tersebut tentunya tidak bisa dijadikan faktor penyebab kegagalan orang tua dalam mempersiapkan anak menghadapi masa depannya, karena, orang tua merupakan guru yang pertama dan rumah adalahsekolah pertama bagi anak. Kegagalan proses pendidikan pada tahap awal di rumah cendrung akan diteruskan pada kegagalan proses pendidikan pada tahap selanjutnya dan keberhasilan dalam proses pendidikan tahap awal di rumah cendrung akan diikuti dengan sederet keberhasilan proses pendidikan selanjutnya diluar rumah Keberhasilan pendidikan pertama anak di rumah sebagai sekolah pertamanya sangat ditentukan oleh kedua orang tuannya.

Sebagai guru pertama bagi anak, orang tua harus mempunyai konsep yang jelas dalam pembentukan dan pengembangan moral serta kepribadian yang kuat dan tangguh untuk anaknya. Tidak sedikit ditemui orang tua yang kehilangan orientasi dan acuan dalam mendidik anak, sehingga pola pendidikan yang diterapkan dalam rumah tangga memberikan porsi penekanan yang berlebih terhadap penguasaan ilmu pengetahuan, sementara hal-hal yang bersifat moralitas dan kerohanian mendapat porsi yang sangat sedikit.

Pendidikan yang benar adalah pendidikan yang lengkap dan seimbang antara pendidikan jasmani, pendidikan mental dan pendidikan rohani. Apabila ketiga unsur tersebut tidak mengalami perkembangan yang seimbang akan mengakibatkan kepincangan pada proses pendewasaan anak itu di kemudian hari, akibatnya banyak orang yang menjadi tua tanpa sempat menjadi dewasa. Menuntut ilmu yang setinggi-tingginya memang bukan sebuah kesalahan, tapi dunia tidak terlalu memerlukan manusia-manusia yang mempunyai kecerdasan yang tinggi sebagaimana diperlukannya moral dan kepribadian yang luhur. Kemampuan dan keahlian yang dikuasai akan menjadi sangat tinggi nilainya apabila dikendalikan dengan prinsip luhur yang teguh.

 Pendidikan yang benar adalah juga bertujuan dan mengacu kepada pembentukan karakter, tabiat, tingkah laku atau akhlak yang mulia. Pembentukan karakter dan akhlak yang mulia tersebut merupakan tujuan luar biasa dari sistem pendidikan yang benar. Jika proses pendidikan dan pembelajaran anak tidak mengacu kepada pembentukan karakter dan akhlak yang mulia buat apa proses pendidikan itu ?!

Rumah yang merupakan sekolah pertama bagai anak dan orang tua sebagai guru utama dituntut mampu menyelengarakan proses pendidikan karakter secara baik dan benar serta proses pendidikan tersebut juga harus menyenangkan bagi anak, karena anak bukanlah miniatur manusia dewasa tapi anak adalah anak-anak yang utuh secara lahir dan batin. Anak adalah anak-anak dengan dunia yang berbeda dari dunia orang dewasa.

Dalam menemukan jati dirinya, anak akan banyak mencontoh dan terpengaruh oleh orang-orang yang dekat dan berada disekelilingnya, teruatama orang tua, sebagai orang yang paling dekat dengan anak. Setiap tingkah laku orang tua akan cepat dicontoh dan diserap oleh anak. Dalam waktu yang lama, tingkah laku yang dicontohkan orang tua akan menjadi karakter yang permanen dalam diri anak. Tingkah laku anak akan mengambarkan secara nyata tingkah laku orang tuanya. Karakter anak adalah cerminan karakter orang tuanya. Cara terbaik untuk membangun karakter dan akhlak anak adalah dengan membiarkan anak melihat dan mencontoh akhlak yang baik dari kedua orang tuanya. [ Rumah tangga ]

Comments 7

  • Saya sangat sependapat dengan:
    “Dalam menemukan jati dirinya, anak akan banyak mencontoh dan terpengaruh oleh orang-orang yang dekat dan berada disekelilingnya, teruatama orang tua, sebagai orang yang paling dekat dengan anak”
    Dengan demikian setiap sebagai orang tua merupakan tempat pendidikan yang sangat ideal bagi sianak, apapun latar belakang pendidikan orang tua.
    Wassalam, Haniifa.

  • Ya benar anak anak titipan Allah Ta’ala, maka sudah semestinya diperhatikan perilaku dan lingkungan tempat tumbuhnya, mudah-mudahan dengan perilaku yang baik yg dicontohkan serta tempat tumbuh yang baik anak-anak kita bisa terlindungi dari pengaruh2 buruk yang tersebar belakangan ini

  • mendidik anak adalah hal yang tidak mudah..

    apa lagi anak2 sekarang yg sangat pintar..
    butuh kesabaran dan didikan yang baik, agar anak tidak manja dan juga memiliki akhlak.

    spt yang tertulis : orang tua merupakan guru yang pertama dan rumah adalah sekolah pertama bagi anak.

    ini sangat setuju !!! jadi para orang tua jangan menyerahkan semua didikan ke sekolah, justru orang tua harus lebih berperan dalam membina budi pekerti anak2nya ketimbang para guru.

  • @YauHui.net : terimakasih atas kunjungannnya. Karena juga sebagai guru, orang tua harus juag meningkatkan kualitas keilmuannya baik fisikologi dan atau umum.

  • Betul Anak adalah amanah sekaligus juga sebagai alat ujian bagi kita….
    Terimakasih dah visit blog saya…..

  • @Silo : terimakasih sama-sama. Bukankah kita memang harus saling berkerja sama ?. Betul ngak ?

  • Great job, thanks for the awesome blog post. I’m having troubles subscribing to your blogs feed. Thought I’d let you know

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.