Tuyul, Makhluk Halus Yang Biasa Mencuri

Tuyul, Makhluk Halus Yang Biasa Mencuri. Pada kajian yang lalu, kita telah mencoba membahas tentang sosok makhluk halus dari kelompk lelembut yang memiliki kecendrungan untuk mendatangkan kesurupan pada manusia. Sedangkan pada kajian kali ini kita akan mencoba melakukan kajian tentang sosok tuyul yang merupakan makhluk halus yang sudah sangat terkenal dan melegenda ditengah-tengah masyarakat, bahkan diantaranya ada yang menimbulkan fitnah yang keji untuk memojokkan seseorang dalam status sosialnya.

Berbeda dengan lelembut dan gendruwo yang sudah dibahas sebelumnya, tuyul cendrung digambarkan sebagai sosok anak kecil berkepala botak yang berjalan dengan melompat-lompat dalam satu lingkaran kecil sebagai mana halnya anak kecil secara umum.

Pada keterangan lain juga ditemukan bahwa ujud dan pembawaan seperti itu tidak bersifat mutlak, karena dibeberapa pedesaan di Jawa ditemukan sosok tuyul yang menampilkan ujudnya sebagai sesosok ayam yang mencuri padi dan tuyul pencuri padi tersebut dikenal dengan sebutan Gebleg. Dan dengan melihat fenomena yang terjadi pada kasus babi ngepet, sebetulnya babi ngepet ini bisa dikelompokkan dalam katagori tuyul ini

Tuyul yang disebut gemblek sang pencuri padi ini akan menghentakkan kakinya kuat-kuat ketika berjalan sehingga terdengar bunyi “ bleg-bleg “ yang merupakan asal kata sebutan untuk gembleg ini, dan kemudian dia menjejalkan padi-padi yang dicurinya dibawah sayapnya. Ketika telah sampai kepada pemiliknya. Gebleg ini akan mengepakkan sayapnya dan padi-padi akan berjatuhan kedalam lumbung padi si pemilik

Di kota atau di pedesaan yang sudah agak maju, tuyul akan melakukan aksinya dengan mencuri beberapa lembar uang dari dalam satu ikatan uang yang disimpan. Tuyul tidak pernah mengambil uang utuh dalam satu ikatan, tetapi selalu hanya mengambil beberapa lembar saja pada setiap ikatan, sehingga pola pencurian yang dilakukan tuyul ini sangat sulit untuk dilacak karena sang korban yang mengalami kecurian, baru akan menyadari setelah menghitung ulang uangnya pada setiap ikatan.

Sedangkan para pemilik tuyul atau orang-orang yang dituduh memelihara tuyul cendrung berada dalam satu tipe sosial tertentu dan cendrung menyimpang. Mereka selalu kaya dan sering kali mereka kaya secara mendadak. Bisanya bersifat kikir, sadis dan kejam, mempunyai pola makan, berpakaian dan berperilaku seadanya, tidak sebagaimana pembawaan dan karakter orang kaya pada status sosialnya. ( ini tidak bersifat mutlak ). Bahkan pernah ditemukan dari suatu keterangan tentang seorang yang kelihatan miskin, ternyata dirumahnya yang tidak bergitu bagus ditemukan tumpukan-tumpukan emas yang tidak ternilai.

Setelah diselidiki, ternyata orang tersebut memelihara beberapa tuyul yang didapat melalui suatu perjanjian gaib yaitu dia harus mnyerahkan empat nyawa setiap tahunnya kepada makhluk halus yang bernama tuyul yang dipeliharanya itu.

Memang, untuk membangun suatu kerjasama dengan tuyul, seseorang harus melewati suatu lelaku ritual tertentu seperti puasa dan meditasi secara khusus dibawah bimbingan seorang dukun.

Setelah terjadi tawar menawar antara manusia yang berkeinginan untuk memiliki tuyul dengan sang tuyul melalui perantara sang dukun, biasanya tuyul akan meminta suatu persembahan atau pengorbanan dalam perjanjian itu sebagai imbalan. Pada periode tertentu pemilik tuyul harus mempersembahakan korban, biasanya berupa nyawa manusia melalui ritual pembunuhan magis yang sudah disepakati dan  beberapa lelaku khusus lainnya setiap hari

Nyawa korban yang dipersembahkan tidak mutlak berasal darai suatu kelompok tertentu saja, tetapi bisa berasal dari mana saja, mulai dari nyawa keluarga sendiri ataupun berasal dari nyawa orang lain yang tidak dikenal dengan catatan, pola dan tata cara persembahan harus sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Bahkan apabila sang pemilik tuyul ini pada akhirnya tidak mampu lagi mendapatkan korbannya sebagai mana persyaratan yang dipersyaratkan sebelumnya, maka sang tuyul akan meminta nyawa dari sang pemiliknya sendiri.

Pada kasus ini, bisanya, sang pemilik akan mengalami suatu proses sakaratul maut yang sangat berat dan panjang, nafas mereka semakin lama semakin pendek, sementara mereka terus merasakn penderitaan dan rasa sakit yang teramat sangat. Suatu proses kematian yang pelan-pelan dan menyakitkan. Mati secara perlahan-lahan seperti ini mungkin merupakan suatu harga yang cukup pantas, karena sesekali seseorang meiliki tuyul, uang akan mengalir secara terus menerus, semakin bertambah dan terus bertambah banyak.

Namun, beberapa pendapat menyatakan bahwa, untuk mendapatkan tuyul tidak mutlak harus melalui perjanjian gaib antara manusia dan tuyul tersebut, tetapi semua tergantung kepada tuyulnya. Apa bila sang tuyul berkeinginan untuk membantu, maka tuyul akan membantu seseorang tanpa pamrih atau tergantung atas kerelaan tuyul tersebut saja. Pendapat dan pemahaman ini cendrung bersifat lemah dan kurang populer ditengah masyarakat.

Selanjutnya, apabila dalam aksinya melakukan pencurian, sang tuyul ketahuan oleh calon korbannya dan berhasil ditangkap, maka perlakuan yang diberikan terhadap tuyul yang tertangkap tadi akan sama saja dengan apa yang dirasakan oleh tuan pemilik tuyul seperti, apabila tuyul dicoret mukanya dengan kapur atau cat berwarna putih, maka sang tuan pemilik tuyul itupun akan tercoret wajahnya dengan kapur atau cat berwarna putih, sehingga apabila tuyul tersebut dibakar, maka tuannya pun akan kepanasan bahkan bisa sampai hangus sebagaimana layaknya orang dibakar.

Jadi dalam memelihara tuyul atau membangun suatu kerjasama dengan tuyul, bukanlah merupakan suatu kerjasama yang saling menguntungkan, tetapi lebih merupakan kerjasama yang sangat merugikan manusia. Karena dalam prakteknya setiap lembar uang yang berhasil dicuri oleh tuyul untuk manusia harus ditebus dengan segenap resiko yang sangat mahal yaitu nyawa, baik itu nyawa orang lain ataupun nyawa sendiri.

Demikian sekilas kajian tentang Tuyul, Makhluk Halus Yang Biasa Mencuri, semoga kajin yang singkat ini bisa menambah wawasan dan pemahaman kita tentang kekuasaan Allah SWT yang telah menciptakan bermacam ragam makhluk, baik makhluk yang nyata ataupun makhluk yang gaib dan semoga kita terhindar dari segala tipu daya dunia yang menyesatkan. Amin ( Iblis Jin dan Syetan )


Leave a Reply

1 Trackback to "Tuyul, Makhluk Halus Yang Biasa Mencuri"

  1. on October 1, 2011 at 2:13 am