Semar Adalah Demit Tertua di Tanah Jawa

Semar Adalah Demit Tertua di Tanah Jawa. Demit adalah nama yang lazim untuk makhluk halus dengan tempat tinggal yang tetap dan mungkin mau membantu keinginan manusia sehingga dalam bahasa umum dinyatakan bahwa Demit adalah makhluk halus yang menghuni suatu tempat.

Namun demikian, dalam kenyataannya orang  orang cendrung tidak konsisten dengan pemakaian nama Demit dalam konteks ini. Ada juga kecendrungan untuk memakai nama untuk Demit ini dengan sebutan Danyang, Lelembut dan Setan dalam pengertian luas maupun dalam pengertian sempit

Dalam pengertian yang sempit, Demit diartikan sebagai makhluk halus yang tinggal disuatu tempat atau menempati tempat  tempat keramat yang disebut dengan Punden yang diantaranya ditandai dengan beberapa reruntuhan candi atau sebuah patung yang sudah rusak, pohon beringin yang besar atau pohon besar lainnya yang berbentuk aneh, kuburan tua, sumber air yang hampir tersembunyi, sumur tua yang sudah tidak terpakai lagi atau tempat tempat lainnya yang sejenis yang bisa mendatangkan aura magis bagi orang  orang yang melihat atau berada ditempat tersebut.

Dalam mitos penciptaan tanah jawa dalam kaitan dengan ini dikenal seorang sosok Semar yang lucu dan bijak serta dianggap sebagai Pahlawan Kebudayaan Jawa. Sosok Semar ini difahami sebagaimakhluk halus tertua. Dahulukala menurut mitos yang berkembang secara tradisional, sebelum Tanah Jawa dihuni atau ditempati oleh manusia, seluruh pulau diliputi oleh hutan belantara yang lebat, kecuali sebidang tanah di kaki Gunung Merbabu tempat Semar bercocok tanam

Seiring waktu, perlahan- lahan manusia mulai menempati Pulau Jawa, membabat hutan, menjadikan tempat tinggal dan lahan pertanian. Beberapa makhluk halus yang tidak terima dengan invansi yang dilakukan manusia tersingkir dan melarikan diri ke kawah – kawah gunung berapi dan ke dasar laut selatan

Makhluk halus yang mau tunduk dan mau bekerja sama dengan manusia dan memberikan perlindungan kepada manusia diizinkan tetap tinggal. Makhluk halus ini, karena umurnya yang sudah sangat tua, kemudian dalam prospektif Tanah Jawa dijadikan sebagai penasihat spiritual, sehingga jadilah sosok Semar sebagai Demit yang diakui sebagai makhluk bijak yang lucu. Guru dari sekalian makhluk halus, bahkan dalam legendanya, Semar juga dinyatakan sebagai gurunya dari Sang Batara Guru. Batara Guru ini adalah sumber dari segala kesaktian yang ada dan pernah ada di Tanah Jawa.

Membicarakan tentang Demit yang keberadaannya diposisikan sebagai Roh Pelindung oleh masyarakat Jawa Tradisional, maka pembicaraan tentang Demit ini tidak akan terlepas dari suatu Ritual Tradisional yang disebut Slametan.

Apabila seseorang mempunyai suatu hajat dan berkeinginan hajatnya tersebut dikabulkan, maka dia akan pergi ke suatu tempat yang dianggap keramat dan diyakini mempunyai suatu kemampuan untuk mengabulkan hajat tertentu

Di tempat keramat yang diyakini tersebut, dia akan memanjatkan keinginannya melalui mantera – mantera tertentu dengan sungguh – sungguh dan hati yang khusuk. Permohonan, agar hajatnya dikabulkan harus disampaikan dengan pikiran manunggal, tidak tergoyahkan serta tidak boleh memikirkan apapun selain dari keinginannya itu saja sampai keinginannya itu terkabulkan. Jika perlu disertai dengan tangisan dan air mata sebagai bukti kesungguhannya.

Dari beberapa keterangan yang berhasil dikumpulkan, saat ini keharusan untuk mendatangi tempat keramat tersebut sudah bisa digantikan dengan hanya melaksanakan ritual pemujaan di rumah dengan tetap menujukan pengharapan yang khusuk tertuju kepada Demit di tempat tertentu.

Beberapa permintaan dan pengharapan yang umum yang disampaikan terhadap Demit ini diantaranya berupa pengharapan kesembuhan dan pulihnya kesehatan dirinya dan keluarganya, ditemukannya kembali benda – benda yang telah hilang atau meminta keselamatan dalam perjalanan, selalu disayangi orang lain dan atau disayang atasan, kenaikan pangkat, beroleh kekayaan, ada juga yang meminta benda – benda keramat sebagai jimat atau meminta agar benda – benda yang dimiliknya seperti gamelan, gong dan lain sebagainya memiliki kekuatan keramat yang mempunyai daya pikat magis. Bahkan ada juga yang meminta berkah supaya mempunyai suara yang merdu dan paras yang cantik jelita serta beberapa kesaktian serta ada juga yang berharap menang judi.

Semua permintaan tersebut akan dikabulkan olah Demit tanpa kecuali dengan tetap mempertimbangkan kesungguhan dari yang meminta walau kadang – kadang berkah yang diminta agak kurang mulia dan memuliakan pemohonnya

Setelah permintaannya dikabulkan, maka orang tersebut dituntut untuk melakukan Ritual Selametan. Apabila Ritual Selametan tersebut tidak dilakukan atau lupa untuk dilaksanakan, maka Demit yang telah mengabul permintannya akan mengirim seekor ular hitam dengan tanda panah putih dipunggungnya melintas di antara dua kakinya sebagai peringatan untuk segera melaksanakan Ritual Selametan.

Acara Selametan biasanya dilaksanakan pada Malam Jum’at Legi ( suatu hari dalam pasaran Jawa yang datang setiap tiga puluh lima hari sekali ) dengan, menyediakan panganan sederhana sebagai sesajen seperti nasi, ayam atau sedikit ikan basah, kue dari kacang kedele dan lain sebagainya serta menambahkan dengan beberapa kembang yang dibawa dan diserahkan ke tempat keramat tempat Demit yang telah mengabulkan permintaannya berada

Seluruh sesajen tersebut diserahkan kepada Juru Kunci atau dikenal dengan sebutan Kuncen yaitu penjaga suatu tempat keramat. Sang kuncen akan membakar kemenyan dan menempatkan kembang yang diserahkan di tempat tertentu bersamaan dengan kembang – kembang yang sudah ada sebelumnya.

Selanjutnya Sang Kuncen akan mengumpulkan kembang – kembang yang sudah layu, sisa dari upacara sebelumnya dan memberikan kepada orang yang mengantarkan sesajen untuk dibawa pulang sebagai berkat yang bisa mendatangkan keselamatan dan kesembuhan dengan cara merendam dalam air putih, kemudian diminum atau disiramkan kepada benda atau tempat yang diinginkan

Untuk orang – orang yang merasa malu untuk membawa sesajen sendiri ketempat keramat tersebut, sekarang dapat menggantinya dengan menyerahkan sejumlah uang kepada Sang Kuncen. Selanjutnya dengan uang tersebut Sang Kuncen akan membeli dan mempersiapkan seluruh sesajen keperluan Selametan. Sisanya akan dibagikan kepada orang – orang yang berada disekitar tempat itu dan Yang Pasti Sang Kuncen mendapat bagian yang paling besar. ( Iblis Jin dan Syetan )

8 Comments to "Semar Adalah Demit Tertua di Tanah Jawa"

  1. Murtadin's Gravatar Murtadin
    September 25, 2010 - 10:23 pm | Permalink

    Allah adalah Demit Tertua di Tanah Arab.

  2. Allah's Gravatar Allah
    December 22, 2010 - 8:13 pm | Permalink

    Wah kok nama saya dibawa-bawa…Bisa ketahuan nih…

  3. huwahahaha...'s Gravatar huwahahaha...
    April 29, 2012 - 2:54 pm | Permalink

    huwahahahaha……hiduplah dengan cinta…karna cinta penuh perdamaian…..jangan merasa benar….karna masih ada kebenaran diatas kebenaran……..huwahahahaha

  4. Apuy's Gravatar Apuy
    August 14, 2013 - 11:44 pm | Permalink

    murtadin ‘kamu adalah salah satu binatang yg akan dibakar dalam neraka,,

  5. ken's Gravatar ken
    November 5, 2013 - 10:14 pm | Permalink

    Benar2 tahukah anda siapa Semar,siapa Allah? Atw hnya katanya atw denger2 ? Jgn cm bs ngomong bro…jgn cm bs nulis artikel,mending pelajari diri anda sendiri.Setan jaman skr emang pandai berdakwah,sepertinya sesuatu yg benar yg disampaikn pdhl sbnrnya salah.berHati2lah

  6. urip.prasojo's Gravatar urip.prasojo
    December 16, 2013 - 6:47 pm | Permalink

    Semar itu adanya di dunia pewayangan. Pewayangan itu berisi boneka yang dipakai untuk bercerita. Ada yang dari kulit lembu. ada yang dari kayu atau media lain. Bahkan ada juga wayang orang. Dalam dunia pewayangan ada tokoh Semar (Lurah Bodronoyo/ Raden Ismoyo dll namanya banyak). Tokoh yang berhati mulia yang berwujud jelek. Dan itu hanya ada di dunia pewayangan. Di alam dongeng. Semar itu diwujudkan oleh pendongeng yang namanya Dalang. Jadi Semar itu apa Demit apa dulunya ada atau tidak. Lha wong namanya dongeng. mohon maaf bila sedikit komentar bila tidak berkenan

  7. sule's Gravatar sule
    January 5, 2014 - 5:29 pm | Permalink

    artikel anda semakin tak ada kebenarannya, semar itu tokoh karangan sunan kalijaga untuk menyebarkan agama, kenpa anda membuat artikel seperti itu, tolong ya kalau buat tulisan mbak ya bisa dipertanggungjawabkan, ingat tentang kebenaran membawa berkah dunia akhirat, kesesatan mendatangkan kerugian yang mendasar

Leave a Reply