Apakah Anda Muslim Yang Munafik … ???

Apakah Anda Muslim Yang Munafik … ???Nifaq menurut bahasa berarti binatang masuk kedalam sarang untuk menyembunyikan diri pandangan orang. Sedangkan menurut syara’ Nifaq berarti menutupi kekufuran yang bersemi di dalam jiwa. Melahirkan Islam dengn lisan dan perbuatan atau seseorang yang batinnya tidak mempercayai kebenaran Islam tetapi mengaku dengan lisanya bahwa ia seorang Islam, serta mengerjakan beberapa amalan Islam seperti shalat jumat shalat hari raya dan atau amalan lainnya atau kafir dinyatakan juga dengan Nifaq. Untuk lebih mudahnya, dikatakan atau dikenal dengan munafik

Karena Nifaq atau munafik ini adalah perkara hati, maka tidak ada sesorang pun di dunia yang bisa mengetahui dengan pasti apakah seseorang itu munafik atau bukan selain dari salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang bernama Hudzaifah.

Hizaifah mengetahui satu per satu orang-orang munafik di Madinah waktu itu karena Rasulullah SAW memberitahukan kepadanya. Itu merupakan salah satu keutamaan yang ada pada diri Hudzaifah sehingga ia dijuluki sebagai sang pemegang rahasia Rasulullah.

“ Dan Allah lebih mengetahui ( daripada kamu ) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong ( bagimu )” . ( QS : 004 : An – Nisaa : Ayat : 045 )

 Selanjutnya Sebagaimana Kufur, Nifaq terbagi atas dua bagian yaitu :

  • Nifaq iktiad yaitu kemunafikan yang sudah hilang imannya karena kemunafikan itu. Munafik inilah yang bertempat tinggal dalam neraka yang paling rendah dan kekal didalamnya

“ Allah mengancam orang – orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka adzab yang kekal, “( QS : 009 : At – Taubah : ayat : 068 )

“ Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. “ ( QS : 004 : An – Nisaa : Ayat : 145 )

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada empat perkara, barangsiapa yang empat perkara itu semuanya ada di dalam dirinya, maka orang itu adalah seorang munafik yang murni – yakni munafik yang sebenar- benarnya – dan barangsiapa yang di dalam dirinya ada satu perkara dari empat perkara tersebut, maka orang itu memiliki pula satu macam perkara dari kemunafikan sehingga ia meninggalkannya, yaitu: jikalau dipercaya berkhianat, jikalau berbicara berdusta, jikalau berjanji bercidera – yakni tidak menepati – dan jikalau bertengkar maka ia berbuat kecurangan – yakni tidak melalui jalan yang benar lagi.” (Muttafaq ‘alaih)

  • Nifaq amali adalah munafik yang belum hilang imannya atau masih ada sedikit iman dalam hatinya. Sebagai mana yang disampaikan dalam hadis ciri-ciri orang munafik diatas. Ciri – ciri Nifaq amali ini diantara dapat dilihat dan dikenali dari kecintaan dan ketundukannya kepada Allah dan Rasul – Nya dan adalm dalam penjalankan perintah Allah SWT

“ Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” ( QS : 004 : An – Nisaa : Ayat : 142 )

Untuk Nifaq atau munafik dalam kelompok ini, apabila kemunafikan itu sudah merupakan perilaku yang tetap atau sudah menjadi tabiat, maka kemunafikan ini sudah tidak bisa lagi berdampingan dengan iman dan atau kemunafikan ini akan menghapus dan menghilangkan iman dari hati dan orangnya bisa dinyatakan keluar dari agama Islam atau kafir.

“ Ditanyakan kepada Rasulullah Saw: “Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut?” Beliau menjawab: ‘Ya.” Lalu ditanya lagi: “Apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil?” Beliau menjawab: “Ya.” Lalu ditanyakan lagi: “Apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong?” Beliau menjawab: “Tidak!” (HR. Malik dari Sofwan bin Sulaim dalam Al-Muwatha’)

Tetapi apabila kemunafikan tersebut belum merupakan sifat yang tetap dan atau permanen dalam jiwa seseorang dan atau belum menghilangkan imannya, itu tidak mengeluarkan seseorang itu dari Islam atau kemunafikan itu belum membuatnya menjadi kafir

Indikator utama dalam menentukan keluar tidaknya pemilik sifat kemunafikan dari agama Islam adalah kadar keimanan yang masih dimilikinya. Karena iman itu sendiri akan mampu mencegah dari budi perkerti yang buruk dan tercela atau akhlak yang buruk. Iman yang baik akan terlihat pada akhlak yang baik.

Mendustakan dan atau membenci Rasulullah SAW atau mendustakan dan atau membenci sebagain atau seluruhnya dari risalah Rasulullah SAW. Senang dengan kekalahan Islam dan atau benci atas kemenangan Islam termasuk memposisikan hukum Allah itu lebih rendah dari hukum buatan manusia merupakan beberapa contoh Nifaq iktikad atau Nifaq Besar yang bisa menyebabkan pelakunya keluar dari Islam dan menjadi kafir ( Pembatal – Pembatal Tauhid )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.