Apakah Anda Muslim Yang Kafir … ???

Apakah Anda Muslim Yang Kafir – Dari segi bahasa kufur berarti menutupi sesuatu dan menyembunyikannya. Sedangkan ulama – ulama kalam mengartikan kufur dengan mengingkari ketuhanan atau mengingkari kenabian atau sesuatu hukum agama yang sudah diketahui dan diyakini bahwa hukum tersebut benar dari ajaran agama. ( Alquran, Hadist, Ijmak dan Qiyas )

Sedangkan pengingkaran sesuatu yang tidak berdasarkan kepada penetapan yang sudah ada melainkan hanya sebatas pengingkaran yang timbul dari perbedaan penafsiran dari keterangan yang sahih tidaklah dipandang sebagai pengingkaran yang menyebabkan kekafiran kecuali pengingkaran tersebut bermaksud untuk mendustakan Nabi dan untuk mendustakan kebenaran itu sendiri. Sehingga apabila ada padanya suatu pegangan atau rujukan yang sahih dari kebenaran ajaran dan atau tuntunan agama tidaklah dia dinyatkan kafir walau pandangan dan pemahamannya berbeda dari yang lain

Al – Quran menjelaskan kata kufur dengan bermacam-macam makna diantaranya bermakna mengingkari sesuatu yang sudah ditegaskan Al – Quran dan atau mengingkari Al – Quran itu sendiri, termasuk didalamnya. mengingkari sesuatu yang datangnya dari Nabi atau mengingkari sesuatu yang sudah diketahui bahwa yang diingkari itu adalah sesuatu dari penetapan agama

Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir? ( QS : 029 :  Al ‘Ankabuut : Ayat : 068 )

Dalam makna yang lain, kufur atau pengingkaran ini juga dimaknai dengan berpaling sehingga cukuplah dinyatakan kufur seseorang itu apabila dia sudah berpaling dari ajaran agama

“…. Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka. ( QS : 046 : Al Ahqaaf : Ayat : 03 )

Selanjutnya Al – Quran juga memaknai kata kufur atau pengingkaran ini dengan keengganan sebagai akibat dari kesombongan dan sifat takabur sebagaimana kekufuran iblis

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. ( QS : 02 : Al Baqarah : ayat :  034 )

Kufur atau ingkar juga bermakna ragu atau meragukan hari kiamat atau perkara – perkara gaib lainya dan atau yang berkaitan dengan itu seperti meragukan qadha dan qadar, tidak mempercayai adanya azab kubur dan lain sebagainya

dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku di kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu”. Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna? ( QS : 018 : Al Kahfi : Ayat : 036 – 037 )

Jadi kata kufur dalam penetapan Al – Quran dibedakan atas dua macam yaitu kufur iktikad dan kufur amali. Perbedaan antara kufur iktikad dan kufur amali adalah pada kufur iktikad mengeluarkannya dari agama islam sedangkan kufur amali tidak mengelaurkanya dari agama Islam

Perlu difahami bahwa adakalanya seseorang itu kufur semata-mata hanya karena sifatnya yang keras kepala sehingga tidak mau tunduk walau sesungguhnya dia yakin bahwa yang diingkarinya itu adalah kebenaran atau adakalanya seseorang itu kufur karena memang tidak mengetahui tentang kebenaran dan juga dia tidak mengetahui bahwa yang diingkarinya adalah kebenaran. Ada juga seseorang itu ingkar karena menderita suatu penyakit kejiwaan dan tidak memilki rasa yang bagus, sehingga dia tidak pernah merasakan lezatnya kebenaran. Namun ada juga seseorang itu kufur karena memang tidak memiliki kecendrungan atas kebenaran tapi tetap terus berpaling karena hatinya sudah cendrung cinta kepada kesesatan dan lain sebagainya.

Jadi kufur nikmat dan tidak mempergunakan nikmat Allah sebagai mana yang dikehendaki Allah disebut kufur amali. Sama halnya dengan kecendrungan seseorang untuk tetap berbuat maksiat juga termasuk dalam katagori kufur amali yang tidak menyebakan yang bersangkutan keluar dari agama Islam dan tetap berhak menyandang predikat sebagai seorang mukmin.

Selanjutnya dalam konteks ini, adakalanya Al – Quran memakai kata ” zalim “ ( melampaui batas, keluar dari garis, menambah atau mengurangi ). Perlu diketahui bahwa kata zalim ini sesungguhnya dapat difahami dalam dua pengertian sederhan yaitu zalim dalam arti “ sesuatu perbuatan yang merusak hak orang bahkan hak diri sendiri “ dan dalam pengertian syirik. Zalim yang bermakna syirik inilah yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam, sedangkan zalim dalam makna merusak hak seseorang atau hak sendiri tidak mengeluarkan pelakunnya dari agama islam.

Kesimpulannya adalah bahwa Al – Quran tidak saja memakai kata kafir terhadap orang yang mengingkari kepercayaan terhadap agama Islam dan ajaranya, Al – Quran juga menyatakan kafir terhadap mereka yang mengingkari nikmat Allah yaitu orang – orang yang tidak membelanjakan dan mempergunakan nikmat Allah sebagaiman seharusnya. Waspadalah … !!! ( Pembatal – Pembatal Tauhid )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.