KH Noer Alie Sang Pahlawan Nasional

KH Noer Alie Sang Pahlawan Nasional. KH Noer Alie seorang ulama dan seorang pejuang telah dianugrahi gelar ” Pahlawan Nasional dan bintang Maha Putra Adipradana “ oleh pemerintah Republik Indonesia. Penganugrahan gelar tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 085/T/Tahun 2006 tanggal 03 November 2006. Penganugrahan gelar tersebut dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melalui KH M. Amin Noer salah seorang putra KH Noer Alie pada hari Kamis tanggal 09 November 2006 dalam rangka peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara Jakarta

Penganugrahan gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada KH Noer Alie merupakan sebuah puncak penghargaan tertinggi terhadap ulama pejuang yang telah mengabdikan dirinya, jiwa raganya lahir dan batin secara ikhlas untuk agama bangsa dan negara terutama dikawasan Jawa Barat ( Bekasi, Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta, Bogor dan Bandung ), Jakarta sampai Propinsi Serang Banten Sekarang

KH Noer Alie semasa perang kemerdekaan antara tahun 1945-1949 dijuliki sebagai ” Singa Karawang-Bekasi “. Tercatat sebagai Komandan Batalyon III Hizbullah Bekasi dan Pimpinan Umum Markas Pusat Hizbullah Sabilillah Jakarta Raya, Beliau juga pernah menjabat Koordinator ( Bupati ) Jatinegara, pelopor pemisahan bekasi dan cikarang dari distrik Federal Jakarta untuk kemudian bergabung kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Ketua Partai Masjumi Cabang Jatinegara, Wakil Dewan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi dan anggota Dewan Kontituante

KH Noer Alie dilingkungan keseharianya dikenal sebagai seorang Kiyai yang sangat peduli dengan pendidikan, cerdas, berani dan sangat dihormati oleh lingkungan sekitarnya. Berdasarkan cerita masayarakat disekitar Desa Ujungharapan Bahaga, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Apabila KH Noer Alie berjalan yang dikenal dengan sebutan ” Engkong Kiyai “ berjalan tidak ada seorangpun baik pejalan kaki ataupun yang memakai kendaraan yang berani mendahului, mereka lebih cendrung untuk memilih jalan lain atau melompati got sebagai jalan pintas apabila terpaksa harus mendahului Engkong Kiyai

Melihat begitu tingginya kharisma yang terpancar dari seorang KH Noer Alie, mulai dari warga atau penduduk sekitar pesantren sampai kepada aparat pemerintahan.

Pada zamannya, tidak ada akses jalan yang rusak disekitar desa karena apabila terjadi kerusakan jalan dan diketahui oleh KH Noer Alie, aparat pemerintah akan langsung buru-buru memperbaiki mengingat besarnya jasa beliau terhadap pembangunan terutama di wilayah Bekasi.

Salah satu karya fenomenal yang berhasil diujudkan oleh KH Noer Alie dan sangat perlu menjadi contoh bagi umat saat ini adalah pembangunan dan pembukaan akses jalan secara besar-besaran disekitar Desa Ujungharapan Bahaga, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam setiap jalan yang dibangun beliau tidak pernah mengeluarkan biaya untuk pembebasan tanah warga, tetapi apabila itu merupakan instruksi dari Engkong Kiyai , semua warga dengan sukarela dan ikhlas akan mewakafkan tanahnya seperti pelebaran Gang Perintis pada tahun 1980, beliau terjun langsung memimpin gotong-royong pengerjaannya

Dari sana terlihat bahwa KH Noer Alie bukan seorang tokoh bertipikal elitis atau selalu bersikap populis tapi benar-benar seorang pemimpin yang merakyat yang mau mengerjakan apa yang diucapkan di podium, beliau bukan pemimpin yang hanya bisa bicara dan main perintah saja atau pemimpin yang hanya duduk manis sambil baca Koran ketika berdebat tentang kesejahteraan rakyat merasa dirinya orang yang paling tahu, pada hal tidak tahu apa-apa.

Masih adakah pemimpin zaman sekarang yang seperti beliau …???!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.