Al-Quran Mampu Meluruskan Reformasi

Al-Quran Mampu Meluruskan Reformasi – Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang maha menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan-mu lah Yang Maha Pemurah. Dia mengajar (manusia) dengan perantraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Q.S. Al-Alaq: 1-5). Empat belas abad berlalu. Sejarah merncatat bahwa masyarakat Arab diselimuti kegelapan ilmu dan peradaban, sampai berada pada jurang keruntuhan. Insane saat itu kehilangan pegangan. Tata kemanusiaan tinggal namanya saja lagi. Manusia dalam perilakunya menunjukkan sebagai hewan, kecuali memiliki akal.

Akal itu dibuat sebagai tunggangan nafsu untuk memuaskan kehendak hewaniah sendiri. Situasi dan kondisi demikian sudah hamper-hampir merata dikalangan masyarakat Arab ketika itu. Ajaran Allah lewat Rasul-Rasul pilihan diturunkan Allah ke bumi tidak masuk hitungan masyarakat saat itu. Kekuasaan dan kebenaran telah dapat dikatakan kabur sudah mencapai kusut sarang tampuo, sulit ditemukan ujung pangkalnya. Kecuali jadi pedoman adalah kekuatan fisik, maka lahirlah si kuat pasti menang dan si lemah dipihak yang salah sekalipun pendapatnya benar.

Kekuatan fisik ini dapat saja berubah bentuk keuasaan atau kekayaan. Sedang si lemah dan miskin tetap berada dipihak yang “salah”.

Pada saat itulah Allah SWT mengembalikan masyarakat Arab kepada hrkat kemanusiaan sehingga dapat berfunggsi dengan kejadian sucinya yakni sebagai “ Khlifah di bumi”.

Ketika itulah Allah SWT mengutus Muhammad SAW menjadi Nabi dan Rasul. Dengan beban tugas sangat berat Ia menyeru umat kembali ke jalan yang benar (amar makruf nahi mungkar). Jalan didambakan segenap umat.

Muhammad SAW menapat tugas merombak peradaban jahiliyah yang menyebabkan masyarakat Arab meluncur jatuh ke jurang kegelapan ilmu dan peradaban. Sesungguhnya situasi demikian (runtuh ilmu peradaban) manusia-manusia dit anah Arab sukarlah merasakan rasanya Muhammad akan mampu mengadakan perubahan, yang disebut sekarang Era reformasi.

Karena, Muhammad SAW sedang dikurung ditengah kegelapan semua sendi-sendi kehidupan, tetapi tugas itu wajib dilaksanakan.

Dapat disadari jikalah Muhammad SAW kerja hanya dengan rasio ( pemikiran) kemanusiaannya. Akal insane semata sukarlah Muhammad SAW melakukan perubahan dari masyarakat jahil ke suasana yang Di Ridhoi Allah SWT. Muhammad SAW tidak berbuat berpedoman akal semata. Muhammad SAW hanya pelaksana dengan alat wahyu diturunkan Allah SWT.

Di malam 17 Ramadhan Muhammad SAW diperintahkan melaksanakan “REVOLUSI KEMANUSIAAN”. Mengembalikan masyarakat tanah Arab kepada kemanusiaan yakni dari sifat hewaniyahnya.

Malam itulah (17 Ramadhan) Jibril atas perintah Allah SWT menjumpai dan menemui Muhammad SAW di tempat dia berkhalwat di Gua Hira’. Menyampaikan Firman Allah yang pertama surat Al-Alaq ayat 1-5 tersebut.

Muhammad dengan bermodalkan wahyu Allah itu, membaca namaAllah kendatipun (biarpun) ibarat sebatang lilin ditengah kegelapan reruntuhan masyarakat Arab, mampu menerangi situasi dan kondisi yang ada.

Muhammad SAW tidak tunduk terhadap situasi dan kondisi kebejatan sedang mengurungi masyarakat Arab beserta isinya. Tetapi Muhammad SAW menciptakan situasi dan keadaan baru, ialah mengangkat kesadaran masyarakat yang mengendap, disebabkan timbunan kebatilan menguasai keadaan waktu itu.

Al-Quran sebagai pedoman Muhammad SAW dapat menyingkirkan kejahilan berhasil menjadi suasana taat.

Dalam jangka waktu 23 tahun Muhammad SAW merubah masyarakat sembraut menjadi masyarakat damai, adil dan makmur. Masyarakat yang selama ini ditandai kebodohan tidak mengenal harkat diri kemanusiaan itu mulanya dapat dibentuk jadi masyarakat : “ Baldathun Taibathun Warrabun Ghafur”. (Dibawah naungan ampunan Allah SWT).

Terbukti sejak dahulusampai sekarang manusia-manusia berusaha kea rah membentuk masyarakat aman makmur. Hanya saja belum jadi kenyataan secara penuh dan utuh, kecuali manusia pemikir itu dilahirkan dari karya besar yang mulia Muhammad SAW.

Sekarang umat Islam sudah memperingati Nuzul Al-Quran. Sebagai umat Muhammad SAW saatnya lah kita perbaharui semangat untuk membangun disemua sendi kehidupan, guna mencapai masyarakat adil makmur yang sedang di dalam pembinaan sekarang.

Comments 1

  • What i do not understood is in truth how you’re no longer actually a lot more neatly-favored than you may be right now. You’re very intelligent. You know therefore significantly when it comes to this topic, made me personally believe it from so many numerous angles. Its like women and men are not fascinated until it is something to do with Lady gaga! Your individual stuffs great. Always care for it up!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.