Al – Quran Adalah Kitab Universal Yang Sempurna

Al – Quran Adalah Kitab Universal Yang Sempurna – Di antara para pengkaji ilmu -­ ilmu Islam, dari dahulu sampai sekarang, banyak yang telah berusaha memahami Al – Quran berdasarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman kehidupan mereka. Baik pengetahuan dan pengalaman yang yang didapat melalui pendidikan formal ataupun melalui kehidupan. Kemudian dengan perangkat ilmu dan pengalaman yang dimiliki itu, mereka berusaha untuk menerapkannya pada ayat – ayat Al – Quran dan bersikukuh teguh memahaminya menurut pandangan mereka sendiri.

Ada penafsiran yang didominasi pemikiran i’tizali karena penafsirnya menganut mazhab Mu’tazilah. Ada juga penafsiran yang terlalu diwamai pemikiran zhahiri karena penafsirnya memeluk mazhab zha­hiriah. Dan ada pula yang terlalu diwarnai pemikiran filsafati karena difahami oleh orang yang mengikuti pendapat para filosof. Serta ada pula penafsiran yang menaruh perhatian besar terhadap masalah-masalah empiris – materialistis, karena penafsirnya ingin menunjukkan pengetahuannya yang memadai tentang ilmu-ilmu pengetahuan modern.

Namun ada juga di antara para pengkaji Al – Quran yang memastikan bahwa pendapat­nya mengenai satu ayat merupakan pendapat yang paling benar, seakan – akan tidak terbantahkan.

Padahal, seandainya dia merenungkan ayat-ayat lain yang serupa, maka dia akan menemukan kesimpulan yang menentang pendapatnya itu dan menggoyahkan semua kepercayaan dan pendapat yang telah dibangunnya. Mereka sepertinya hidup hanya dengan satu ayat itu saja, sampai-sampai tidak memikirkan konteks dan suasana ayat yang dipelajarinya itu.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Al – Quran tidak mengkhususkan pembicaraannya kepada kelompok bangsa tertentu saja, seperti bangsa Arab dan atau kelompok tertentu, seperti kaum Muslimin. Tetapi Al – Quran berbicara kepada Muslim atau pun Non Muslim. AI-Quran menghujah setiap kelompok ini melalui hujah – hujah dan penalaran dan mengajak mereka untuk menerima ajaran-jarannya yang benar. AI – Quran tidak pernah mengkhususkan pembicaraannya kepada bangsa Arab saja.

Kepada penyembah ber­hala, AI-Quran berkata:

“Katakanlah: ‘Wahai Ahlul Kitab, marilah menuju kepada keputusan yang sama antara kami dan kamu. Hendaklah kita tidak menyembah kecuali Allah, tidak menyekutukan-Nya, dan sebagi­an kita tidak menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. “ (QS : Ali Imran : 03 : Ayat : 64)

“Apabila mereka bertobat, mendirikan salat dan membayar­kan zakat, maka mereka menjadi saudaramu dalam agama.” (QS : At – Taubah : 09 : Ayat : 11)

Di sini Al-Quran tidak berbicara dengan kata – ­kata ” apabila orang-orang musyrik Arab bertobat “ atau ” wahai Ahlul Kitab Arab. “

Memang, dalam permulaan Islam – ketika dakwah Islam belum tersebar dan keluar dari wilayah Jazirah Arab – pembicaraan-pembicaraan Al-Quran ditujukan kepada bangsa Arab. Namun, sejak tahun keenam Hijrah, setelah dakwah Islam tersebar sampai di luar Jazirah Arab, tidak ada lagi alasan untuk pengkhususan. Di samping ayat-ayat tadi, ada ayat-ayat lain yang menunjukkan universalitas dakwah Islam.

“Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang Al-Quran sampai kepadanya.” (QS : Al – An’aam :06 : Ayat : 19)

Dari realita sejarah, kita mengetahui bahwa telah banyak para penyembah berhala, Yahudi, Nasrani, dan bangsa – bangsa Non Arab yang memenuhi panggilan Islam, seperti Salman dari Persia, Sahib dari Romawi, Bilal dari Ethiopia dan lain-lain.

Melalui pemahaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa Al – Quran memuat dan menerangkan tujuan puncak seluruh kehidupan umat manusia dengan bukti – bukti kuat yang sempurna. Dan tujuan itu hanya akan dapat dicapai dengan memandang Al – Quran secara realistis dan terbuka secara menyeluruh dalam satu kesatuan dengan melaksanakan pokok – pokok akhlak dan hukum – hukum perbuatan yang telah digariskan, sehingga tujuan hidup bisa tergambar secara sempurna. Bukan melalui sepotong ayat yang difahami secara sempit ( Memahami Logika Al – Quran )

Comments 2

  • Al Quran telah sempurna, terperinci, jelas, tidak ada keraguan, terpelihara dan tidak ada yang dialpakan. Kenapa harus ada Sunnah Nabi dan bersumber darimana Sunnah Nabi. Apakah ada haq seorang nabi membuat ajaran ?? Bukankah tugas seorang nabi hanya menyampaikan apa yang diwahyukan kepadanya, tidak lebih dari itu.

    • Memang benar, akan tetapi, nabi menciptakan suatu ilmu baru atau menemukan pemahan baru lalu ia menerapkan kepada umatnya dan ingin umatnya selalu berada di jalan yang benar menurut allah.

      Lagi pula, sebelum para nabi dan rasul membuat sunnah, jelas mereka izin terlebih dulu kepada allah, dan allah meridhoinya.

      Intinya hanya agar kita menjadi manusia yg beriman dan bertaqwa kepada allah.

      Seperti firman allah yang telah tertulis didalam al-qur’an.
      “Tidak aku ciptakan JIN dan MANUSIA kecuali hanya untuk beribadah kepadaku”

      Apa kata kata itu belum terlalu jelas.

      Terimakasih, mohon maaf bila ada salah kata.
      Kepada allah saya mohon ampun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.