Al-Quran Adalah Episode Akhir Dari Semua Kebenaran Kitab Suci

Al-Quran Adalah Episode Akhir Dari Semua Kebenaran Kitab Suci – Al-Quran adalah kitab suci terakhir yang diturunkan Allah SWT untuk seluruh umat manusia, menggantikan kitab suci – kitab suci yang sebelumnya telah diturunkan Allah SWT. Ketahuilah bawah sesungguhnya kitab suci – kitab suci yang telah diturunkan Allah sebelumnya itu, kesemuanya telah rusak karena dirusak oleh tangan – tangan manusia bodoh yang serakah yang dengan sengaja telah menyembunyikan kebenaran dari ajaran kitab suci tersebut demi kepentingan – kepentingan sesaat. Dan kerusakan itu semakin parah dan semakin menjadi – jadi ketika orang – orang yang mengaku pintar sesudahnya, selalu berusaha mencari pembenaran – pembenaran dari kebodohan dan kesalahan yang telah dilakukan para pendahulunya dengan penafsiran – penafsiran yang semakin jauh menyimpang dari hakikat kebenaran ajaran kitab suci itu sendiri.

Al-Quran adalah sebuah episode akhir dari rangkaian kesempurnaan petunjuk kebenaran dari Sang Maha Benar
yaitu Allah Rabb Al – Alamin ; Sang Pemilik Tunggal Kebenaran. Tidak ada lagi petunjuk kebenaran lagi setelah Al – Quran, sehingga segala – sesuatu yang selama ini dianggap benar dan atau kebenaran yang ada sebelum Al-Quran diturunkan, validitas kebenarannya harus bisa diuji dan dibuktikan dengan kemaha benaran Al-Quran.

” Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu ; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu “ ( QS : Al – Maa’idah : 5: Ayat : 48 )

Dalam memahami hakikat Al-Quran sebagai ” batu ujian ” kita harus melihat objek kebenaran yang diuji dengan kebenaran Al-Quran yang bersifat mutlak tersebut dalam konteks ” sama ” dan konteks ” tidak bertentangan ” serta konteks ” berlawanan “, karena setiap yang tidak sama tidak mesti harus bertentangan dan setiap yang berlawanan sudah pasti tidak sama

Apabila sesuatu yang diyakini benar ternyata tidak terbukti benar atau ternyata bertentangan dengan kebenaran isi kandungan Al-Quran, maka kebenaran tersebut harus dianggap sebagai kebenaran masa lalu yang sudah kadaluarsa

Sedangkan apabila sesuatu yang diyakini tidak benar atau dianggap salah dan atau diragukan kebenarannya, ternyata tidak ditemukan bertentangan dengan kebenaran isi kandungan Al-Quran, tentunya kebenaran itu layak untuk tetap dipertahankan serta tidak serta merta harus dianggap salah karena hakikat dari ” bertentangan ” dengan hakikat ” tidak bertentangan ” itu maknanya jelas berbeda walau tidak bertentangan itu juga berarti tidak sama.

Jadi setiap kebenaran yang bertentangan atau berlawanan secara mutlak dengan isi kandungan Al-Quran wajib untuk ditolak dan setiap kebenaran yang sama dengan kebenaran isi kandungan Al-Quran wajib untuk diterima, sedangkan kebenaran yang relatif tidak bertentangan atau tidak berlawanan dengan isi kandungan Al-Quran pada hakikatnya layak untuk tetap dipertahankan dan dilanjutkan atas dasar kebenaran Al-Quran

Dikatakan kebenaran relatif karena kebenaran itu pada umumnya timbul sebagai hasil penafsiran manusia atas kebenaran yang diyakininya, sedangkan Al-Quran itu adalah firman kebenaran yang langsung berasal dari Allah SWT, sehingga yang tahu persis hakikat makna yang dikandung oleh kebenaran firman tersebut tentunya hanyalah Allah SWT sendiri, sedangkan penafsiran yang dilakukan manusia hanyalah berusaha mencocokkan kemauan dan kehendak Allah SWT dengan pemahaman mereka. Kebenaran yang sesungguhnya tetap hanyalah milik Allah SWT yang kesemuanya sudah termuat dalam kebenaran isi kandungan Al-Quran

Dan ketika penafsiran – penafsiran manusia yang bersifat relatif itu dipakai untuk menguji kebenaran Al-Quran yang bersifat mutlak sebagaimana yang dilakukan oleh kaum orientalis serta para musuh – musuh Islam lainnya dan orang – orang yang mengaku sebagai sajana Islam dengan topeng liberalisasi dan pluralisasi agama, maka hasil pengujiannya sudah bisa dipastikan akan mengingkari dan melenceng jauh dari kebenaran yang sesungguhnya. Ketahuilah bahwa kebenaran yang dimuat dalam isi kandungan Al-Quran adalah kebenaran yang maha luas yang semakin digali akan semakin terbuka keluasan maknanya. ( memahami logika Al-Quran )

Comments 3

  • Gimana sih, kok iklannya perbesar penis, cialis, obat sex…
    kajiannya tentang Al Quran…. gak banget deh editornya, kok gak pinter sih….

  • Sebenarnya kitab-kitab yang 3 tidak pernah rusak, dan ini sengaja Allah tiadakan, di abadikan semua kitab suci yang 3 buah dialih bahasakan dalam AlQuran, Taurat kita baca, dalam surat AlBaqoroh, Alisra, Zabur bisa kita baca dalam surat An Naml, Injil bisa kita baca dalam surat Ali Imran, surat Maryam, dan bisa dibaca ayat yang berhubungan dengan kisah yang bersangkutan, semuanya dialih bahasakan kedalam kitab suci AlQuran, agar semua umat manusia sebenarnya kalu beriman wajib mengikuti Nabi MUhammad saw, karena yang yang lain sudah digantikan kedudukannnya oleh nabi terakhir, bila masih menganut faham Taurat, faham zabur, faham Injil masih yang lama yaqin haqqul yaqin tidak akan diterima Allah swt khusunya umat sekarang, sadarlah kita semua. hai manusia

  • BAB RUKUN IMAN MUFASAL YG KEEMPAT –
    PERCAYA AKU DGN KITAB ALLAH YAKNI AL-QURAN….

    Back to basic, kembalilah keasasnya. Seperti apa yg telah disusun oleh ulamak, maka dibawah ini disalin semula sedikit dari sebuah Kitab Asas Perukunan Islam. Ada pun percaya kita akan Kitab Allah itu, bahawasanya Kitab Allah yg diturunkan daripada langit itu sebanyak 104 Buah Kitab :

    (1) ZABUR namanya, diturunkan atas Nabi Daud AS dlm Bahasa QIBTI.
    (2) TAURAT namanya, diturunkan atas Nabi Musa AS dlm Bahasa SIRYANI.
    (3) INJIL namanya, diturunkan atas Nabi Isa AS dlm bahasa IBRANI.
    (4) FURQAN namanya, diturunkan atas Nabi Muhammad SAW dlm Bahasa ARABI.

    Maka yg 100 buah lagi itu SUHUF namanya :
    50 buah bagi Nabi Theth AS.
    30 buah bagi Nabi Idris AS.
    10 buah bagi Nabi Ibrahim AS.
    10 buah bagi Nabi Musa AS dahulu daripada TAURAT.

    Makna isi sekelian Kitab dan Suhuf sebanyak 104 buah itu terhimpun baginya “Al-QURAN”.
    Makna Al-QURAN itu terhimpon baginya kepada
    “AL-HAMDULILLAH”.
    Makna AL-HAMDULILLAH itu terhimpon baginya kepada “BISMILLAH”.
    Makna BISMILLAH itu terhimpon baginya kepada Huruf “BA”..

    HAKEQAT MUHAMMAD telah memulakan Pusingan Pertamanya diawali dari Nabi Adam AS hingga menamatkan Pusingan Penutubnya diakhiri pada Nabi Muhammad SAW. Apakah setelah berpulangnya Paduka Nabi Muhammad SAW keHadrat Ilahi, bermakna telah berkuburnya Hakeqat Muhammad..?? Jawabannya TIDAK… Kenabian dan Kerasolan telah tamad, namun Kewalian tetap berterusan, hingga akan berbangkitnya Khalifah Akhir Zaman, itulah Qubutul Alam Akhir Zaman, Imam Mahdi AS yg dinanti2kan…

    HAKEQAT MUHAMMAD membangkitkan,
    sentiasa memerhatikan, membimbingkan…

    Wallahu’alam & Wasalam…

    “Selamat Menjalani Ibadah Puasa… Hari Lebaran Menjelang Tiba. Selamat Menyambut Hari Raya Aidil Fitri. Salah dan Silap Mohon diAmponi. Maaf Dzahir dan Batin…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.