Sifat Qana’ah

Sifat Qana’ah. Celakalah orang – orang yang memperbudak dirinya kepada uang dan harta, apabila di beri harta dia puas, dan apabila tidak di beri dia akan gelisah. ( Hr Bukhari ).

Hadis Nabi yang di riwayatkan kembali oleh ulama besar Bukhari ini, menjelaskan pada orang – orang yang tidak memiliki suatu sifat yang di anjurkan dalam islam yaitu sifat Qana’ah,yang selalu tidak merasa cukup dengan rezki dan pemberian dari Allah Swt. Sehinga sifat syukur terhadap nikmat Allah yang telah di limpahkan padanya tidak ada sama sekali dalam diri dan jiwanya.

Qana’ah, dapat di artikan suatu sifat atau tabiat yang tumbuh dalam diri dan jiwa manusia yang di olah melalui pikiran dan akal untuk menerima segala nikmat Allah dengan senang hati penuh rasa syukur. Atau dapat juga di istilahkan dengan merasa cukup atas apa yang telah di karuniakan Allah Swt, pada diri atau kelompok tertentu dalam Islam. Misalnya : Seseorang yang bekerja dari pagi sampai sore entah itu di kantor, di pasar atau di tempat lain yang mana penghasilan (gaji, upah dsb ) hanya pas – pasan tiap minggu atau tiap bulanya, tetapi dia maupun keluarganya dapat menerima dengan penuh rasa syukur atas nikmat Allah Swt itu. Sehingga dia tidak akan memikirkan cara lain lagi dengan cara apapun untuk mencari tambahan dari penghasilanya yang lebih banyak, apakah itu dengan cara korupsi, pungli, atau yang lebih akrab terdengar di telingga kita dengan istilah Glanter ( gelandangan terhormat ) dsb.

Orang yang tidak bisa Qana’ah selalu akan merasa kurang atas apa – apa yang telah di milikinya, manusia yang memiliki sifat dan perangai ini biasa juga di sebut dengan manusia rakus dan menjadikan hawa nafsu sebagai tuhanya, karena dia sudah memiliki sesuatutetapi dirinya masih ingin lagi memilikinya dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Sifat ini biasanya tidak lagi memperdulikan apakah usaha yang dilakukanya itu halal atau haram. Jadi kita sebagai manusia yang berakal harus bisa membedakan antara orang yang tamak, rakus dengan orang yang selalu berusaha dengan penuh kesungguhan dengan jalan halal dan di ridhoi Allah Swt. Agar tidak memunculkan apresiasinegatif terhadap seseorang atau kelompok tertentu

Sifat Qana’ah yang ada dalam diri seorang muslim, akan dapat menumbuhkan dan melahirkan rasa tenang dan tentram dalam hati dan pikiranya, walaupun dalam himpitan ekonomi sesulit apapun. Dia selalu yakin akan pertolongan Allah Swt bahwa langkah, rezki , maut dan pertemuan hanya Allah yang mengaturnya, selagi kita manusia mau berusaha di jalan yang baik dan benar menurut aturan yang telah di tetapkan Allah Swt dan rasulnya. Sifat Qana’ah yang telah tumbuh subur dalam jiwa seseorang tidak akan pernah merasa iri atau pun dengki walaupun di sekelilingnya apa – apa yang di miliki tetangganya walaupun berlebih tidak akan mempengaruhi pola kehidupanya. Karena Allah Swt yang maha kaya atas segala – galanya tidak mengukur kemuliaan dan ketaqwaan seseorang itu dari kekayaanya ataupun pangkat yang di sandangnya, tetapi Allah Swt mengukur kemuliaan seseorang itu dari, keikhlasan dan kesunguhanya dalam beramal ibadah, bekerja dan berusaha guna memenuhi kebutuhan dunia dan akherat, Apalagi jika seseorang itu selalu bersyukur maka Allah Swt berjanji akan menambah rezkinya, tetapi kalau yang ada sebaliknya tidak mau bersyukur dan selalu merasa kurang, rakus dan tamak dan tidak mau sedikitpun membantu kaum yang duafa yang membutuhkan maka Allah pun berjanji untuk membalasnya dengan siksa neraka yang amat pedih dan menyakitkan.

Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda yang artinya .” Sungguh beruntung orang yang beragama islam, dan di cukupkan rezkinya kemudian merasa cukup dengan apa yang di berikan Allah Swt padanya.( Hr Muslim ).

Tapi kenyataan yang sering di jumpai di sekeliling kita, tidak sesuai lagi dengan pembahasan hadis di atas, banyak orang yang memiliki harta berlimpah justru selalu merasa miskin dan kekurangan dalam hidupnya, sifat dan tabiat ini mengakibatkan tumbuhnya suatu perangai yang sangat di benci oleh Allah Swt dan manusia, dan akan selalu mendapat sokongan dari golongan syaitan dari penjuru langit dan bumi, yaitu sifat Rakus, tamak, loba dan tidak pernah merasa kenyang terhadap harta benda yang telah di milikinya, sehingga syukur nikmat yang di ajarkan islam padanya tidak meresap sama sekali dalam dirinya. Mereka berpendapat bahwa harta benda yang mereka usahakan pagi sampai malam itu adalah murni dari hasil jerih payahnya sendiri tampa adanya campur tangan dari Allah Swt, padahal kalau Allah Swt tidak melimpahkan kesehatan buat kita, kita tidak akan bisa melakukan apa – apa yang akan di cari tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.