Kesombongan dan Laknat Allah

Kesombongan dan Laknat Allah. Rasulullah Saw bersabda “ Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya tersimpan sedikit saja kesombongan. Lalu ada seorang sahabat bertanya sesungguhnya ada seseorang yang suka berpakaian bagus dan sandalnya juga bagus. Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah Swt itu maha indah dan menyukai keindahan, sedangkan sombong itu, menolak kebenaran dan suka merendahkan orang lain.” ( Hr. Muslim ).

Dalam hadis beliau Saw diatas mengatakan bukan beliau saja yang membenci sifat sombong bahkan Allah Swt sangat tidak menyukainya. Sombong dalam artian sangat malas, enggan sekali bahkan menolak secara terang-terangan kebenaran yang telah susah payah diperjuangkan para Nabi dahulunya. Begitu juga laknat Allah akan menimpa manusia yang suka menjelek-jelekkan dan merendahkan manusia lain didalam berbagai aspek kehidupannya.

Padahal Islam telah mengajarkan bahwa keadaan manusia itu sama dimata Allah, dan yang membedakan hanya tingkat keimanan & ketaqwaannya pada Allah. Dibandingkan dengan makhluk lainnya manusia adalah ciptaan paling sempurna dari yang awalnya diciptakan secara live via kreasi terindah dari Allah Swt.

Inilah penciptaan yang penuh dengan kesempurnaan akal dan pikiran, sempurna dalam artian sempurna dalam masalah keagamaan (akhirat) dan kesempurnaan dalam masalah keduniawian. Namun bila dibandingkan antara sesama manusia ada yang memilik berbagai bentuk kelebihan, skill maupun keterampilan.

Walaupun dibalik itu semua tidak sedikit pula dari manusia yang terlahir dengan banyak membawa kekurangan, kebodohan, kecacatan dsb. Oleh karena itu Allah sangat melaknat manusia yang suka berlaku sombong, karena semua kelebihan maupun kekurangan dalam bentuk apapun, datangnya dari sang pencipta Allah Swt.

Tegasnya tidak ada alasan bagi manusia manapun, siapapun, dalam bentuk dan rupa apapun menyombongkan diri dan suka merendahkan orang lain. Kalau seruan ini tidak diindahkan dan tidak dihiraukan maka tunggulah tampa disadari laknat Allah itu pasti akan dating. (bukankah laknat itu sekarang sudah kita rasakan ? ).

Allah yang maha kaya tidak menyukai orang-orang yang memiliki sifat sombong, bagaimanapun kita harus mau memahami akan peringatan-Nya ini, menghindari segala hal yang akan melahirkan prilaku iblis ini, mencari tahu akibat dari kesombongan ini, selalu berusaha untuk berada dalam wadah kebaikan dan harus merasa perlu untuk memahami apa akibat yang akan terjadi kalau berperi laku sombong ini. Didalam Qs Al Nahal-23 Allah berfirman “ Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”.

Sombong dalam linguistik Arab disebut dengan istilah takabur yaitu merasa besar diri atau menganggap diri memiliki nilai lebih tinggi dan mulia dari orang lain sehingga kebenaran yang datangnya dari Allah sekalipun akan dikesampingkan.

Sombong atau takabur merupakan satu sikap dari sekian banyak sikap tercela yang sangat dimurkai Allah Swt dan Rasulnya, sedangkan diantara sesama manusia akan menimbulkan kebencian yang amat sangat yang berujung pada berbagai bentuk perselisihan dan pertentangan. Bagi manusia yang sampai saat ini masih memiliki kesombongan, Allah Swt telah menyediakan neraka jahanam bersama Iblis dan para kroninya sebagai yang mewarisi sifat sombong ini. “ Maka masukilah pintu-pintu neraka jahanam, kamu kekal didalamnya, maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu “. ( Qs An Nahal-29 ). Peringatan Allah via ayat diatas sudah seharus selalu dijadikan pedoman bagi umat Islam khususnya didalam bersikap, bertutur kata maupun dalam bertindak-tanduk. (tau raso jo pareso, lamak diawak ka tuju dek urang).

Sebagai seorang muslim sejati sudah merupakan kewajiban untuk menghindari perilaku sombong, ponggah maupun takabur, teladan umat Islam itu sebenarnya adalah Rasulullah Saw, beliau adalah sosok dari golongan manusia yang penuh dengan kemuliaan dan kelebihan. Namun beliau tidak pernah sedikitpun merasa lebih dari manusia lainnya. Jelasnya, Rasulullah saw yang memiliki berbagai kelebihan tidak pernah mengangap dirinya lebih tinggi dari pengikutnya.

Namun, disisi lain disadari atau tidak terkadang kita masih menampakkan sikap angkuh bahkan terkadang menyimpan perilaku sombong ini. Hal ini biasa muncul ketika nasib baik sedang berpihak dan berbagai bentuk keberuntungan sedang meyelimuti diri kita. Maka, tampa disadari sombong bahkan takabur telah mengeringkan dan mengerdilkan jiwa kita. Orang yang sombong atau takabur sebenarnya telah merampas suatu sifat yang hakikatnya sangat tidak pantas untuknya, sifat ini hanya pantas dan cocok dan dimiliki sepenuhnya oleh Allah Taalla.

Benarlah apa yang dikatakan Rasulullah Saw bahwa ” ada tiga perkara yang akan dapat membinasakan diri dan sangat dimurkai/dilaknati Allah diantaranya hawa nafsu yang selalu diperturutkan, kekikiran dan kebakhilan yang dipatuhi/dipelihara serta selalu membanggakan diri atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki (sombong).” ( Hr. Tabrani & Anas ).

Secara umum banyak hal yang dapat membawa seseorang pada sifat sombong atau takabur ini. Bisa muncul dari keturunan, seperti kesombongan yang dilakukan Iblis ketika disuruh menghormati keberadaan Adam dalam sorga ( Qs Al Baqarah-34). Bisa jaga dari kekayaan yang dimiliki, seperti yang diceritakan Al Quran tentang kesombongan dan keponggahan Firaun, bahkan puncak dari kesombongannya itu, ia tidak mengakui sama sekali adanya penguasa alam semesta sehingga dengan sikap sombong dan takaburnya itu Firaun mengklaim dirinya sebagai tuhan. Kisah si Qarun yang dengan sombongnya mengatakan bahwa harta yang dimilikinya adalah semata-mata ilmu yang ada padanya dan tidak ada campur tangan tuhan ( Qs Al Qashash memperjelas akan realita yang sebenarnya).

Kepandaian, kedudukan, kecantikan, ketampanan, kekuatan tubuh dsb merupakan sarana-sarana yang bisa melahirkan sifat sombong dan takabur pada Allah dan pada sesama manusia.

Takabur atau sombong merupakan satu sikap dari sekian banyak sikap buruk yang dimiliki Iblis. Jadi, kalau ada dikalangan manusia yang memiliki sikap ini penyebab utamanya adalah iblis laknatullah. Apabila didalam hati manusia sudah tumbuh rasa kesombongan sedikit saja maka iblis akan terus memupuknya hingga menjadi besar dan berbuah kepongahan serta ketakaburan yang susah untuk mengantisipasinya. Yang pada akhirnya akan berakibat pada ingkar akan nikmat Allah bahkan lebih parah lagi syirik pada Allah. Kehidupan dunia ini memang indah bagi orang-orang yang ingkar dan lalai, sebaliknya penjara bagi orang-orang shaleh yang selalu bertaubat, taat, tawaduk dan bagi orang-orang yang sabar. Kita harus menyadari sepenuhnya bahwa umat Islam tidaklah pantas untuk berlaku sombong dan takabur, semuanya ini hakekatnya hanya titipan Allah Swt semata dan suatu saat pasti akan kembali diminta pertanggungjawabannya pada masing-masing jiwa.

Marilah kita satukan tekad untuk sama-sama menegakan apa-apa yang seharusnya ditegakkan dalam ajaran Islam dan memberantas segala sikap, perilaku, tabiat maupun sikap yang mengundang laknat Allah diantaranya perilaku sombong dan takabur seperti yang diracik diatas. Allah Hu A’llam.

[ Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan Tinggal di Padang | Terbit Pada Harian Haluan, Pada Tanggal 23 Februari 2007 ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.