Dzikir Pada Kehidupan

Dzikir Pada Kehidupan. Dzikir berarti ingat atau menyebut yaitu mengingat atau menyebut Asma Allah (menyebut nama-nama Allah) seperti Allah, Subhana Allah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar dan lain sebagainya, yang tercantum dalam nama-nama Tuhan yang sembilan puluh sembilan itu.Dzikir kepada Allah SWT. Pertama mengingat dan menyebut Asma Allah termasuk firman-firman-Nya artinya melafalkan, merenungkan kandungan dzikir tersebut. Kedua dzikir kepada Allah dalam arti ingat akan perintah dan larangan Allah SWT. Serta mentaati perintah dan menjauhi larangan itu.

Allah SWT, memerintahkan terhadap hamba-Nya agar selalu berdzikir disebut ingat kepada Allah SWT. Ingat dalam arti luas menyebut Asma Allah, merenungkan firman Allah dan menjalankan kandungan firman Allah SWT.Dzikir kepada Allah merupakan ibadah yang disyariatkan. Firman Allah : ”Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (ingatlah) kepada Allah dengan berdzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. (Q.S. Al-Ahzab 41).

Hikmah dzikir kepada Allah SWT. Membawa manfaat sangat besar untuk kehidupan diri dan lingkungan. Sekurangnya ada beberapa diantara yang dipetik dari dzikir pada kehidupan. Pertama dzikir terhadap Allah SWT, jiwa akan tenteram. Hidup ini sungguh ditandai persoalan dan perjuangan kadang-kadang kurang dapat menemukan jalan keluar terbaik artinya dalam kehidupan disamping ada sesuatu persoalan yang mampu dikerjakan dan diselesaikan ada juga tak mampu diselesaikan secara benar, contoh seorang mampu menyelesaikan persoalan lahiriah, harta, titel, pangkat, jabatan, dan lain-lain tetapi seseorang tidak mampu menemukan penyelesaian persoalan batinnya sendiri, seperti takut kehilangan harta, pangkat, jabatan, kehilangan jiwa, hilangnya kepuasan batin dan sebagainya.

Sesungguhnya bila tidak ada kemampuan dan keberanian menyelesaikan persoalan batinnya sering di dera penderitaan batin stress, resah, dan gelisah, sesungguhnya penderitaan itu mudah menghancurkan fisik dan bahkan tindakan bunuh diri.

Dzikir seseorang yang beribadah dzikir jiwanya menjadi tenang, dzikir itu menyadarkan hati tentang hidup yang sesungguhnya untuk ibadah, hakikat harta titel pangkat dan jabatan yang sesungguhnya sementara. Dirasakan saat berdzikir itu bahwa diri milik Allah SWT. Akan kembali kepada Allah dengan membawa tanggung jawab hidup di dunia. Lebih dipahami dan menyadari dunia bukanlah tujuan melainkan alat untuk mencapai dan menikmati hidup yang hakiki di akhirat nanti.

Keyakinan dan kesadaran telah tertancap dalam hati di dorong ibadah dzikir sendiri akan mengantarkan ketenangan jiwa tak ternilai harganya jadi petunjuk menempuh jalan jauh selanjutnya sampai menikmati keselamatan saat-saat sakratul maut dan sampai di tujuan akhir surga, cita-cita umat berdzikir. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah lah hati menjadi tenang dan tenteram”. (Q.S. Ar-Ra’du : 28)

kedua manfaat dzikir adalah dapat menghilangkan seseorang dari rasa marah dan jengkel. Rasa marah dan jengkel dibiarkan tidak ditanggulangi dapat membahayakan diri dan lingkungan dapat membawa kepada penyakit fisik stroke dan jantungan.

Perlu diketahui marah dan jengkel itui datang dari setan, sedangkan setan itu diciptakan dari api. Marah dan jengkel tidak segera di padamkan dia akan membara bagaikan api yang dapat menghanguskan gedung-gedung, rumah-rumah dan hutan.Dengan dzikir atau mengingat Allah SWT.

Disaat marah sedang memuncak Insya Allah marah itu sedikit demi sedikit dapat diredam atau dihilangkan, untuk dapat meredam marah, Rasulullah SAW bersabda : “ Marah itu datangnya dari setan dan setan itu diciptakan dari api, sedangkan api itu dapat dipadamkan dengan air, oleh karena itu apabila salah seorang di antara kamu marah, maka hendaklah ia berwudhu”. (HR. Abu Daud).

Sungguh sangat penting dzikir pada kehidupan agar terhindar dari bermacam-macam musuh membawa kejalan kesesatan, kedurhakaan terhadap Allah yang bersifat Pengasih Penyayang dan Sunnah Rasulullah SAW. Sebaiknya jadikanlah hidup dan kehidupan hanya singkat diisi selalu berdzikir dalam arti luas, yakni bukan melaksanakan dzikir di rumah-rumah ibadah melulu, membuang duri di jalan dinilai dzikir oleh Allah SWT.

Untuk yang belum memahami betul mulianya ibadah dzikir dituntut untuk mempelajari : ” Maka ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah, Muhammad itu Rasulullah”. (Q.S. Muhammad : 9). Artinya biasakan hidup tumpuan harapan kepada Allah dengan ibadah dzikir. Inilah hikmah dzikir pada kehidupan. ( berbagai sumber : Bakhtiar Khatib )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.