Metoda Pemahaman Ilmu Tauhid

Hakikat Tauhid. Ilmu Tauhid adalah ilmu yang mempelajari tantang keesaan Allah yang bertujuan untuk menumbuhkan dan memperteguh keyakinan dan keimanan bahwa Allah itu maha esa. Karena bersifat keyakinan, maka dalam kajian ilmu tauhid lebih tertuju kepada hati yang meyakini, sehingga ilmu tauhid dinyatkan juga sebagai ilmu hati karena pemahamannya dilakukan melalui hati.

Karena sifatnya yang lebih mengarah kepada keyakinan, maka dalam ilmu tauhid tidak dibahasa tentang tata cara ibadah. Akibatnya hanya sedikit umat yang meluangkan kesempatan untuk mempelajari ilmu tauhid. Sebagian lagi menganggap ilmu tauhid adalah imu yang dipelajari oleh generasi tua, sehingga anak muda merasa belum perlu untuk mempelajarinya dan akan belajar nanti setalah tua ( siapakah yang bisa menjamin kalau dia bisa hidup sampai tua ? )

Sesungguhnya mempelajari ilmu tauhid itu sangat mudah, karena bisa difahami melalui bermacam-macam metoda sesuai dengan macam ilmu tauhid itu sendiri yaitu :

1. Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah. berarti tauhid yang menyakini bahwa Allah adalah tuhan. Tuhan Yang Maha Pencipta dan segala perbuatan-perbuatan-Nya. Pembelajaran dan pemahaman tauhid rububiyah lebih dititik beratkan kepada Maha Karya dari sang Maha Pencipta yang melaui pengakuan yang tertanam dari dalam diri bahwa hak penciptaan dan mengembangkan sesuatu dari suatu keadaan pada keadaan yang lain sampai mencapai kedaan yang sempurna hanya hak Allah . Allah telah menciptakan bumi dan langit dan apa-apa yang berada diantara keduanya. memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara serta menjaga seluruh alam semesta menuju kesempurnaannya.

Konsep dasar dari tauhidrububiyah adalah mempelajari alam dari sisi penciptaanya dan hikmah dibalik penciptaan itu, sehingga bisa ditarik garis lurus antara pembuktian melalui ilmu pengetahuan yang diamanahkan Allah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya dengan petunjuk dan tuntunan Allah melalui Al-Quran dan Hadist

Pemahaman penciptaan alam menuju kesempurnaannya juga meliputi suatu proses yang berjalan secara terus menerus dari tidak adanya sampai kepada pengembalian kepada asal sebelum adanya alam, sehingga yang tertinggal hanya pemahamannya dan keyakinan hati yang mengacu kepada ” Sesungguhnya semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah

2. Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah. yaitu mengesakan Allah dengan dan atau melalui perbuatan-perbuatan hambaNya atau mengesakan Allah melalui ibadah-ibadah yang dilakukan hamba yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah sesuai dengan syariat yang diperbolehkan, karena apabila dipandang dari sudut hukum, seluruh ibadah yang dilakukan seorang hamba hukumnya haram untuk dilaksanakan kecuali ada hukum syariat yang membolehkannya. Sehingga sah tidaknya sebuah aktivitas ibadah yang dilakukan seorang hamba tergantung kepada ada tidaknya aturan yang mengaturnya.

Kunci pemahaman tauhid uluhiyah ini adalah pada pencapaian akhir tujuan ibadah yaitu pada sebab dari ibadah tersebut dilaksanakan. Setiap ibadah yang dilaksanakan hanya karena Allah dan teruntuk hanya untuk Allah, maka ketika itu ibadah akan menjadi sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Apabila hamba-Ku merangkak mendekati Aku, maka Aku akan berjalan mendekatinya, Apabila hamba-Ku berjalan mendekati Aku, maka Aku akan berlari mendekatinya, apabila hamba-Ku berlalari mendekati Aku, maka Aku ada bersamanya”

3. Tauhid Asma wa Sifat

Tauhid Asma wa Sifat yaitu mengesakan Allah melalui pengakuan dan penghayatan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah serta hikmah yang terkandung dalam setiap nama dan sifat Allah sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist

Tauhid Asma wa Sifat ini merupakan penafsiran dan penterjemahan serta hikmah yang disampaikan melalui sifat-sifat Allah serta nama-nama agung yang dipilih-Nya untuk memperkenalkan diri kepada makhluk ciptaan-Nya.

Sebagai makhluk, manusia tidak mempunyai kesanggupan untuk mengenal Allahsecara nyata, sehingga untuk mengenal Allah manusia hanya bisa melakukan dengan mengikuti metoda-metoda yang yang dipilih Allah memperkenalkan diri-Nya, seperti Allah memperkenalkan dirinya dengan nama-nama yang tercantum dalam al-Asma al-Husna yang sekali gus didalamnya terkandung hakikat dari zat yang memiliki nama tersebut.

Sifat Allah melalui tauhid asma wa sifat difahami sebagai sifat yang maha sempurna. Sifat yang hanya dimiliki oleh Allah dan tidak tidak dimiliki dan diberikan kepada makhluk, sehingga hanya Allah yang memiliki sifat itu, Jika sifat-sifat yang dimiliki Allah juga dimiliki oleh makhluknya tentunya tidak ada lagi perbedaan yang membedakan antara tuhan dan makhluk ciptaan-Nya.

Adapun yang menjadi kajian dalam posting blog ” Kajian Hakikat Ilmu Tauhid ” ini lebih dititik beratkan kepada kajian tauhid asma wa sifat karena disamping mencakup tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyah juga dengan sedikit sentuhan logika dalam kajiannya, hakikat ketuhanan akan lebih mudah difahami sehingga dikatakan dengan pemahaman tauhid asma wa sifat ini difahami sebagai jalan pintas untuk cepat bertemu Allah. [ Kajian Hakikat Tauhid ]

Comments 16

  • melaksanakan apa aja yang dianjurkan dalam syariat islam.. danjangan ngebuat aturan sendiri ya bro… bisa BID’AH ya bro.. klo meng ada-ada…
    ulasan yang mantab bro…

  • @ Terimakasih atas kunjungan seniaor semua, semogga Allah membukakan pintu hidayahnya kepada kita semua. amin

  • Assalamu’alaikum,

    blognya tentang al-islam ya mas, wah kalo gitu cari ilmu keislaman dateng kesini aja bisa lebih interaktif dari pada website…
    Saya yg minim ilmu keislaman bisa dapet pencerahan secara detail dari sini.

    Trims,
    http://www.gardubisnis.co.cc

  • Assalamu’alaikum
    Subhanallah…
    Buat mas Myrazano….memang benar bahwa Allah Ta’ala punya tempat yaitu diatas ‘Arsy dan itu adalah akidah ahlus sunnah yang wajib dipahami dan diyakini oleh setiap muslim baik yang awam terlebih lagi seorang ahli ilmu.
    Allah Ta’ala berfirman :
    [Arrohmaanu ‘alal ‘Arsys tawa] yang artinya :
    “Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy.” (QS. Thaha : 5)
    begitu juga dengan ayat-ayat yang semakna lainya yaitu didalam surat (QS. Al-Mulk : 16),(QS. An-Nahal : 50)
    dan juga firman Allah Ta’ala
    “wahuwa Allahu fis smaawat….”
    “Dan Dialah Allah (Yang disembah) di langit …” (Al-An’am : 3)
    Ibnu Katsir mengomentari ayat ini sebagai berikut : para ahli tafsir sependapat bahwa kita tidak akan berkata seperti ucapan kaum jahmiyah (golongan yang sesat) yang mengatakan bahwa Allah itu berada di setiap tempat. Maha suci Allah dari ucapan mereka.”

    Adapun firman Allah :

    “Dan Allah selalu bersamamu di mana kamu berada …” (QS. Al-Hadid : 4).

    Maksudnya bahwa dia bersama kita : Maha mengetahui, mendengar dan melihat kita di manapun kita berada. Apa yang disebutkan sebelum dan sesudah ayat ini menjelaskan hal tersebut, seperti keterangan dalam tafsir Ibnu Katsir.

    Kemudian didalam hadist Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam pernah menanyai seorang budak wanita :

    “Di mana Allah?” jawabnya : “Di langit”,” Rasululloh bertanya lagi : “siapa saya?” dijawab lagi : “Kamu Rasul Allah.” Lalu Rasululloh bersabda :

    “Merdekakanlah dia karena dia seorang mu’minah.” (Hadits Riwayat Muslim).

    demikianlah mas Myrazano…, berdasarkan sebagian dalil yang saya sebutkan diatas nyatalah sebagai seorang muslim adalah wajib baginya untuk mengimani bahwa Allah Ta’ala tempatnya adalah dilangit Maha tinggi dengan segala ketinggianya istiwa’ (bersemayam) diatas ‘Arsy.

    dan perlu mas Myrazano ketahui bahwa tempat Allah tidak sama dengan tempat makhluknya. seorang yang menyamakan sifat-sifat Allah Ta’ala dengan sifat makhluknya maka orang tersebut telah tersesat. Aqidah para ulama salaf yang shaleh dan golongan yang selamat “Ahlussunnah wal Jamaah” telah mengimani apa yang diberitakan Allah dalam Al-qur’an dan apa yang diberitakan Rasulnya dalam hadits, tanpa ta’wil (menggeser makna yang asli ke makna yang lain). Ta’thil (meniadakan maknanya sama sekali) dan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluknya). Hal ini berdasarkan firman Allah :

    “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuura : 11).

  • Maha Suci Allah Yang Maha Memiliki Kesempurnaan

    Bukankah Dalam surat Al-Ikhlas dinayatkan bahwa, ” tidak ada sesuatu pun yang sama dengan Dia ”

    Apabila tuhan punya tempat. saya juga punya tempat
    sehingga tidak ada bedanya saya dengan tuhan.
    sama-sama punya tempat

    Apabila dibaca dalam konsep ilmu statistik. pengertian setara atau sama itu tidak terbatas dalam satu pengertian saja. semua masih bisa dirinci dengan detail
    Bukankah Al-Quran itu suatu kitab yang juga bisa dibaca dalam berbagai konsep ilmu ?

    Orang Fisika akan membaca ayat yang sama dengan konsep fisika, orang sosial akan membaca dengan konsep sosial, begitu juga bahasa

    Jadi apabila mengacu kepada satu pengertian saja. saya katakan bahwa dalam pengertian awam tuhan punya tempat . Ya. Saya setuju. Tapi dalam pengertian lain , Apabila tuhan dikatakan punya tempat itu sama artinya menyetarakan tuhan dengan makhluk, karena ada variabel yang bisa disamakan yaitu ” tempat” ( Allah tidak bisa disetarakan dengan apapun )

    Sehingga bisa dikatakan suatu bentuk pengingkaran terhadap Ayat Al-Quran apabila dinyatakan Allah punya tempat ?

    terimakasih

  • ijin untuk nge-bookmark artikelnya Kang. ini tema yang saya butuhkan untuk memahami lebih baik ttg Tauhid. terlebih untuk jenis pembelajar kayak saya. suwun atas ijin bookmarknya.

  • @Gus :Monggo mas. Demi Kebaikan dan Kesejahteraan Umat Serta nambah Backlink. Blognya Sangat Bagus. Semoga Allah swt Merahmati Kita Semua. amin

  • wah saya mesti banyak belajar lagi bro

  • @noto : terimakasih atas kunjungan dan dukungannya semogga Allah melindungi kita semua dunia dan Akhirat. amin

  • assalamu’alaikum.., subhanallah..barakallah ilaikum

  • Bagus banget postingannya,sangat membantu para pengunjung.
    So, teruslah berkarya dalam hal membantu sesama, , ,:-))
    Jangan ragu memposting hal baru apapun yang bermanfaat tentunya,karna apa yang kita sangka ga penting,
    bisa jadi sangat penting dan berharga banget buat pengunjung.

  • @nians : Walaikum salam. amin
    @uang,bisnis,milyuner,kaya,duit : terimkasih atas dukungannya. semoga bermanfaat bagi kita semua . amin

  • MENGAPA ILMU TAUHID harus diberikan kesemua anag? dan bagaimana caranya??

  • Benar……. Sesungguhnya agama itu sendiri adalah TAUHID

    Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku. ( Al anbiya 92 )

    Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu. ( Azzukruf 28 )

    Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa`at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya). ( Az zukruf 86 )

    Salam kenal- edi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.