Kajian Hakikat Ilmu Tauhid

Ilmu Tauhid Merupakan Hikmah Ketuhanan Sebagai Bekal Untuk Mendapatkan Ridha dan Hidayah Allah swt

Mengapa Harus Belajar Tasawuf ?!

Mengapa Harus Belajar Tasawuf ?!. Sebelum kita melanjutkan kajian tentang Hakikat Mursyid dalam Kajian Hakikat Tauhid ini, marilah kita terlebih dahulu melakukan kajian tentang ilmu syariat, ilmu hakikat dan ilmu tariqat yang merupakan satu rangkaian yang saling berhubungan dan saling memaknai serta saling menguatkan antara satu sama lain dalam pencapaian kesempurnaan nilai ibadah yang disebabkan karena Allah dan teruntuk hanya kepada Allah semata.

Syariat merupakan suatu perintah agar insan membiasakan atau melazimi kehambaan dengan menjadikan suatu jalan ibadah sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditetapkan melalui garis hukum yang jelas. Tariqat merupakan perlakuan yang terkhususkan bagi para penempuh jalan Allah swt dengan pencapaian bebagai manzil seperti pangkat, derajat, jenjang, untuk meninggikan dalam berbagai maqam pencapaian. Sedangkan hakikat merupakan pengenalan yang memahami dengan pencapaian yang mendekatkan dengan ibadah sampai kepada sesuatu itu menjadi keimanan yang tetap melalui kelaziman ibadah.

Syariat adalah sesuatu yang telah datang bersama pembebanan ( Attaklif ), sedangkan hakikat adalah apa yang diperkenalkan ( At Ta’rif ). Syariat dikuatkan dengan hakikat. Hakikat dari tariqat adalah syariat, sehingga setiap syariat adalah hakikat dan segala hakikat adalah syariat. Sehingga dalam kajian ini difahami bahwa hubungan antara syariat dan hakikat merupakan hubungan yang saling melengkapi dan memaknai satu sama lain. Hakikat yang difahami tanpa dukungan syariat hanya akan melahirkan kehampahan dan syariat tanpa hakikat hanya akan mendatangkan kelelahan, seingga tanpa syariat, hakikat itu bohong dan tanpa hakikat, syariat itu kosong.

Ilmu yang mempelajari tentang ilmu syariat disebut ilmu fikih. Didalamnya dikaji dan difahami tentang hukum-hukum islam, syarat dan rukun ibadah dan sebaginya seperti wajib, sunat, haram, makruh dan mubah atau harus yang dikenal dengan hukum yang lima atau hukum sar’i berdasarkan dalil-dalil aqli dan dalil naqli yang jelas yaitu Al-Quran, Hadist, Ijmak dan Qiyas, serta tata cara pengambilan garis hukum dari suatu hukum yang kemudian dari hukum yang mendahuluinya. Faham Ahlulsunnah wal Jamaah secara umum menyandarkan pemahamnya kepada beberapa mazhab atau aliran. Mazahab yang terkenal bagi kalangan Ahlulsunnah wal Jamaah adalah mazahab yang empat yaitu mazahab Hanafi, mazhab Maliki, mazahab Hambali dan mazhab Syafi’i. Sedangkan mazahab-mazhab yang lain selain dari mazhab yang empat tersebut hanya dipakai dibebarapa tempat saja dan jumlah pengikutnya relatif sedikit. Yang memahami ilmu fiqih disebut fuqaha ( para faqih ) atau ulama fuqaha ( ulama fiqih )

Ilmu yang mempelajari ilmu hakikat disebut ilmu tasawuf, yang memahaminya disebut sufi yang didalamnya terdiri atas para murid ( yang berhasrat atau bertasawuf ) atau para salik ( penempuh jalan ), para mursyid ( penuntun ). Dari banyak aliran yang terdapat dalam ilmu tasawuf, semua bermura pada satu tujuan yaitu pendekatan diri kepada Allah swt dengan metoda hijrah atau berpindah menuju Allah swt setelah ia menanamkan kebaikan bagi dunia sampai akhirat agar dapat memetik hasil dari apa yang telah diusahakan melalui amal ibadah syariat yang hanya disebabkan dan ditujukan untuk Allah semata tanpa rasa tamak terhadap surga dan tidak pula takut akan neraka. Pada banyak aliran tariqat, metoda pencapaian pada tingkatan atau maqam tertentu dicapai melalui metoda suluk atau bersuluk dan ada juga yang tidak melalui metoda suluk atau bersuluk ini, seperti aliran tariqat satariyah ( sebetulnya aliran tariqat ini mengklaim dirinya bukan bagian dari aliran tariqat yang ada )

Jadi hubungan antara ilmu syariat dengan ilmu hakikat yang ditempuh melalui tariqat yang benar lagi lurus merupakan hubungan yang saling melengkapi. Ilmu syariat diibaratkan dengan jasad dan ilmu hakikat yang juga dinyatakan sebagai ilmu batin atau ilmu hati diibaratkan dengan roh, sehingga tanpa roh jasad itu mati, tidak berarti apa-apa. Allah swt tidak akan menerima ibadah seorang hamba yang disebabkan selain sebab karena Dia. Ibadah yang mengharapkan pahala dan surga dari Allah swt adalah ibadah para pedagang. Sedangkan keikhlasan itu sendiri berarti tanpa pamrih, tanpa mengharap imbalan apapun selain dari pengabdian yang didasari rasa cinta terhadap sang kekasih hati yang disayangi.

Ketika di hatimu hanya ada Dia, maka bibirmu tidak akan pernah merasa lelah untuk selalu mengucapkan nama-Nya melalui zizkir-zikir yang disenangi-Nya. Ketika engkau mendengar bahwa Dia juga menyebut namamu, pada saat itu engkau tahu bahwa Dia juga telah mencintaimu. Semenjak itu, seluruh aktivitas dan seluruh kegiatan dari hidup yang engkau jalani hanya disebabkan karena Dia, bahkan hidup dan matimu hanya untuk-Nya. Tempat yang sepi dan sunyi, jauh dari keramaian dan terhindar dari mata yang memandang adalah tempat yang engkau idam-idamkan untuk memadu kasih dan bercumbu mesra dengan kekasihmu. Ketika semua mata tertutup dalam dinginnya balutan selimut malam, Dia datang setiap sepertiga malam yang akhir untukmu, sambutlah kekasihmu. Curahkan seluruh isi hatimu, Dia akan memberikan apa yang engkau mau dan dia juga akan memberi sesuatu yang belum pernah engkau bayangkan sebelumnya. Karena Dia Pencinta Sejati.

Melalui posting yang sangat singkat ini. Mudah-mudahan bisa memberikan gambaran dan selintas wawasan untuk orang-orang yang selama ini menganggap sinis dan alergi terhadap ilmu tasawuf. Yang lebih penting dari itu, melalui postingan yang pendek dan singkat ini diharapkan bisa menjadi bahan diskusi untuk pendalaman lebih lanjut di majelis masing-masing dan sekalian saya titipkan doa kepada para guru kita semoga saya dan seluruh keluarga saya serta kita semua selalu dalam lindungan dan rahmat Allah swt. Amin

Baca Juga Yang Ini

30 Comments

Add a Comment
  1. utamakan ibadah 😀

  2. @purwaka : benar. kita harus mengutamakan ibadah dengan tauhid yang benar lagi lurus

    semoga kita terhindar dari kesesatan aqidah

    amin

  3. bener banget, mending pertahanin ibadah masing-masing hehe

  4. @belajar seo : Siip… Terimakasih atas kunjungannya

  5. siiip…..nice post….slm kenal juga

  6. @revelino : ya. Semoga Allah merahmati dan memberkati perkenalan ini. amin

  7. nice post n` salam kenal, artikel2nya sangat berguna untuk blog saya yang masih baru.

  8. broer,
    article nya mantep sekali. makasih telah berbagi

  9. Saya pernah melakukan zikir setelah shalat fardu tanpa guru pembimbing,yg saya alami,perasan dingin dan takut muncul bersamaan,semakin aq kuatkan hati berzikir,perasaan dingin makin menjadi jadi.Sehingga sejak kejadian itu,saya tak berani melakukan zikirullah sehabis sholat…mohon penjelasannya,kenapa hal itu bisa terjadi…wassalam

  10. As. Wr. Wb

    Alhamdulillah, saya menemukan situs ini.
    Memang seharusnya ya syariat ya hakekat, namun dalam prakteknya, dengan entengnya meninggalkan kewajiban fardhu, dengan alasan riak dipermukaan sudah tidak nampak, bila sudah di dasar lautan.
    Akhirnya saya kembali sekolah TK, setelah kelas 3 SD, sebab ada beberapa lagu yang belum hapal.
    Insya Allah suatu saat…
    Suatu saat…
    Mudah2 an saya bisa kembali sekolah SD, setelah lagu itu saya hapal.

    Amin

    salam,

  11. assalamaualaikum warohmatullohi wabarokatuh

    saya ingin sekali mengikutu kajian tentang ilmu tasawuf atau sufi, tetapi saya tidak yahu dimana ada kajian tasawuf,, jika ada saudara yang mau menolong tau memberi informasi tollong hubungi nomor saya ini ya.. 0856743210794
    jazakillah khoir
    wassalamualaikum.wr.wb

  12. cari saudara kembar susahnya amit2

  13. #
    riffa Says:
    January 14th, 2010 at 11:50 am

    assalamaualaikum warohmatullohi wabarokatuh

    saya ingin sekali mengikutu kajian tentang ilmu tasawuf atau sufi, tetapi saya tidak yahu dimana ada kajian tasawuf,, jika ada saudara yang mau menolong tau memberi informasi tollong hubungi nomor saya ini ya.. 0856743210794
    jazakillah khoir
    wassalamualaikum.wr.wb
    ———————-

    boong ni dihubungi gk bisa

  14. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Alhamdulillah, dapat cipratan cahaya hikmah…..

    Semoga Allah SWT, berkenan membimbing hamba-hamba yang senantiasa berusaha dan berdo’a menuju kejalan-Nya.
    Karena sesungguhnya “La Haula wa Laa Quwwata Illaa billah”

    Syukron Katsir

  15. Tauhid dan tasawuf keduannya harus seimbang, hukumnya wajib bila seseorang menuntut ilmunya tapi yang tersirat bukan yang tertulis setelah itu baru kita menjalankan syariatnya dengan sempurna Insya Allah, Amien Ya Rabbal Alamien……..
    .-= harli´s last blog ..Nur Muhamnmad adalah Realitas Ruhani =-.

  16. Terus terang saya sendiri tidak yakin dengan tasawuf…karena biasanya mereka mengatakan Nabi Muhammad SAW memberikan suatu ajaran rahasia yang hanya diberikan kepada orang2 tertentu..bisakah ditunjukkan dalil dari Al Qur’an dan Hadits yg mengatakan demikian ???mengenai kata tamak dengan surga dan takut neraka ?? apakah ada yang salah dengan mengharap surga dan takut neraka itu ?? bukankah Al Qur’an memang menuliskan demikian ? mengenai Nur Muhammad ??? entahlah… saya hanya orang biasa yang mengakui Muhammad SAW sebagai manusia biasa yang amat luar biasa yang dipilih Alloh untuk menjadi Rasulnya…ia seorang Nabi dan Rasul, ia seorang ayah, seorang suami, seorang kakek, panglima perang, ia pernah berbuat salah dan karenanya pula ditegur Alloh SWT, butuh makan,minum, melakukan hubungan seks dengan istri2nya…mungkin ini pendapat saya sebagai orang awam yang menurut anda bukan orang “terpilih” untuk mengetahui “ajaran rahasia” Nabi Muhammad SAW…Wallahu a’lam….

  17. @beni stmr : Memangnya yang anda zikir kan apa sich ??? sampe sebegitunya ??? apa yang anda zikirkan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW ??? mungkin pikiran anda sendiri yang menyebabkan demikian…kenapa sich umat islam sekarang terlalu berasik masyuk dengan hal2 yg berbau mistis ??? lihat sekeliling kita…umat islam sekarang hanya buih di lautan karena hal2 seperti ini…Wallahu A’lam….

  18. emg bnr ga sh, ajaran tasawuf mengajarkan bahwa khaliq dan makhluq bisa bersatu? klo emg bnr ajarannya kaya gitu, aku ga mau ikut-ikutan lah! soalnya paham kayak gini bnr-bnr ga bisa dimengerti!

  19. @asep : ada sebagian (atau semua??) tasawuf yg mengajarkan konsep wihdatul wujud…

  20. bagi saya terlalu sombong rasanya bila qt mengatakan qt dapat bersatu dengan khaliq,…bahkan untuk dapat mengatakan kepada sang khaliq sbg kekasih…kenapa??? karena untuk menjadi seorang budak/ hamba saja rasanya qt tidak pantas….we are nothing…hanya Dia yang Maha Besar….

  21. Bagi yg ingin membaca kajian Tarekat dari pandangan Metafisika Tasauf Islam silahkan mampir ke http://ayahanda-guru.blogspot.com

  22. sumpah deh gw bngung bgt,ga mudeng…cuma mau tanya bedanay ahli hakikat dan ahli syariat itu apa?

  23. @ pria pengelana & asep : wahai saudaraku, tahukah kalian bahwa yang menghancurkan islam itu adalah orang islam sendiri. kenapa ? karena kebanyakan orang islam tidak mau belajar, mereka beribadah hanya ikut-ikutan lihat orang sembahyang mereka sembahyang tetapi mereka tidak pernah belajar bagaimna sembahyang yang dilkkan oleh rasullulah. mungkin begitu juga dengan anda, anda ingin mengomentari ilmu tasawuf namun anda sendiri tidak mau belajar apa sebenarnya tasawuf. mudah-mudahan allah membukakan hati kalian… amin.

  24. suami sy sdg memperdalam ilmu hakekat, tp secara kasat mata dia tidak pernah melakukan sholat 5 waktu berdasarkan syariat islam dgn alasan hatinya sdh dekat dgn Allah, apakah itu syah dalam ajaran islam? sy kuatir akan timbul fitnah….

  25. @all,

    Pada dasarnya ibadah itu harom kecuali ada dalil yang mensyahkannya. Di blog ini ada dalil-dalil yang berusaha membenarkan tasawuf, tapi terus terang aja gak fokus banget. Mereka bercerita bahwa si ini membenarkan tarwih berjamaah, dan karena tarwih itu baik makanya itu dinamakan bid’ah yang dibenarkan. Dan karena menimbang hal hal yang baik bisa dibenarkan, maka ibadah2 bikinan yang lain apabila baik juga bisa dibenarkan termasuk tasawuf ini. Itu kan alasan yang sangat sulit diterima.

    Gw mau ikutan blajar tasawuf kalau ada dalil yang membenarkan itu diterangkan secara jelas misalnya: Shalat, Zakat, berhaji, berpuasa, tarwih di bulan Ramadhan dst. Kenapa?.

    Karena jelas disebutkan disini bahwa semua bentuk ibadah itu hukumnya harom kecuali ada dalil yang mensyahkannya. Bukan dalil yang mencari cari persamaan.

    Berikut komen kepada para sufi..

    coba buka QS. Al-Ahzab 33: 45-46, pada kalimat terakhir “Sirajan Muniran”.

    Apa beda antara cahaya dan lampu?, apakah karena menimbulkan cahaya maka lampu itu juga disebut cahaya?.

    Tul tidak

  26. Suatu ulasan yang bukan saja menarik hati, tapi sekaligus memberikan informasi yang berharga. Saya pribadi suatu waktu tersembuhkan oleh zikir. Saya menjadi senang berzikir. Membangun rasa cinta akan kebesaran NYA. Hingga mengalami pengalaman bathin yang indah. ALLAH MAHA BESAR
    Saya kurang faham menegenai Tasawuf, hingga memiliki gambaran setelah membaca artikel anda. Semoga ALLAH SWT melimpat gandakan pahala bagi anda.

  27. @dokem : setuju….
    @jang gut : sy prnh ikut tasawuf di sebuah masjid di bintaro…tp tdk sy lanjutkan karena ndak sreg az klo dikatakan Rasulullah mengajarkan sesuatu yang “disembunyikan”….cukuplah bagi saya apa yang ada dalam Al Qur’an dan Hadist sebagai pedoman…
    @wati : begitulah….syetan memang selalu berusaha menyesatkan manusia…smoga suami anda disadarkan…amin…

  28. @ansor : blog yg menarik…tp malah membuat sy makin tidak yakin dengan tasawuf…mengapa Nabi Muhammad hanya menurunkan “rahasia yang halus” ini kepada Abu Bakar Assidiq saja??? bagaiman kepada Utsman, Umar, dan Ali ???…bukankah setiap Rasul harus mempunyai sikap Amanah ???…Wallahu A’lam….

  29. @ All

    Terimaksih kepada seluruh sahabatyang telah berkunjung dan berkenan memberikan komentarnya pada kajian ini.

    => Perlu difahami bahwa ilmu tasawuf yang secara umum dibahas dalam pengajian – pengajian tariqat adalah salah satu cabang dari ilmu dalam pembelajaran tentang Tauhid, sehingga belajar tariqat itu hukumnya tidak wajib yang wajib adalah mempelajari ilmu Tauhid karena terkait erat dengan ibadah ( rukun Islam pertama )

    => Miringnya pandangan umum tentang kajian tasawuf terutama disebabkan oleh kurangnya proses pembelajaran tentang tasawuf itu sendiri seperti, maqam-maqam (tahapan – tahapan ) yang harus dilewati oleh sang murid ( salik )

    ketahuilah secara umum bahwa sesungguhnya inti dari kajian tasawuf itu berada pada awal kajian bukan pada akhir kajian. Akhir kajian merupakan pengembangan atau pendalaman dari kajian sebelumnya sampai pada satu titik dimana semua kejadian, lahir ataupun batin semua tersebab karena Allah…. dan seterusnya

    => Adalah tidak benar apabila ada ajaran yang menyatakan bahwa makhluk bisa bersatu dengan Tuhannya ( wihdatul wujud adalah kajian yang kembagkan oleh Faham SYI’AH bukan AHLUSSUNAH )

    => Tentang adanya Ajaran Rahasia yang hanya disampaikan Rasulullah kepada sahabat tertentu tidak ada dalam pemahaman AHLUSSUNAH,hanya ada dalam pemahaman SYI’AH karena menurut pemahaman TAUHID yang lurus lagi benar adalah bahwa Rasulullah disamping sebagai Nabi beliau adalah juga seorang Rasul yang bertugas menyampaikan setiap wahyu yang diterima, sehingga seluruh wahyu sudah disampaikan semuanya dan bisa dipelajari dengan mudah oleh semua tingkat dan jenis ilmu pengetahuan

    => Zikir adalah sebuah ibadah yang sangat penting sehingga mendapat porsi yang cukup besar dalam kajian tasawuf. Gangguan – gangguan yang datang dalam zikir merupakan godaan yang dilakukan oleh iblis dan turunannya untuk menyesatkan

    Fenomena yang dialami oleh Saudara @beni stmr merupakan hal yang umum dan sudah sangat sering dilakukan oleh Iblis dari kelompok Jin untuk menggoda manusia

    Untuk mengatasi kondisi tersebut jangan terulang lagi adalah dengan tidak menekan nafsu secara ekstrim atau tidak berusaha mengalahkan nafsu

    Ketahuilah bahwa sesungguhnya nafsu itu adalah musuh manusia yang tidak bisa dikalahkan dan nafsu itu adalah satu-satunya kendaraan iblis untuk menggoda manusia

    Dengan prinsip ” Apabila musuh tidak bisa dikalahkan, maka kendalikanlah dia sehingga sesuai dengan keinginan anda “, maka kendalikanlah nafsu sehingga dia menjadi lemah dan menurut apa kehindak iman ( lahirkan nafsu mutma’innah ). Sampai maqam/tahapan tersebut, iblis sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi

    => Pemahaman lain yang kurang tepat tentang ilmu tasawuf atau ilmu tariqat adalah pemahaman yang menyatakan bahwa tariqat itu adalah islam yang sesungguhnya, pada hal hanya merupakan bagian dari salah satu ilmu dalam Islam.

    Memang benar bahwa tariqat itu jalan, hakikat itu jalan. Setelah sampai di tempat yang dituju kita tidak memerlukan jalan lagi ( jalan ditinggal, ngak ikut dibawa-bawa ). Tapi perlu digarisbawahi bahwa jalan itu jalan apa ?, jalan ke mana ?, jalan untuk siapa ? dan seterusnya

    Syariat adalah jalan lahir, hakikat adalah jalan batin, sehingga apabila hanya satu jalan yang dipakai, maka secara utuh lahir dan batin kita tidak bisa mencapai tujuan yang diinginkan yaitu keridhaan Allah

    Jadi tidak ada syariat tanpa hakikat dan tidak ada hakikat tanpa syariat

    Syariat tanpa hakikat hanya akan mendatangkan keletihan dan kelelahan tanpa mendapatkan hasil apa – apa
    sedangkan
    Hakikat tanpa syariat hanyalah angan – angan belaka, seperti sebuah mimpi kosong disiang bolong yang juga tidak berarti apa – apa

    JADI :

    Kenapa harus belajar tasawuf ?
    Karena pemahaman tasawuf merupakan jalan batin ( hakikat ) yang memaknai dan menyempurnakan jalan lahir ( syariat )

  30. ALHAMDULILAH,ANDA2 YG BELUM BELAJAR ilmu hakekat mak mari belajar,disini org yg faham ttg hakekat tdk akan nyari slh org laen.tapi melihat jidad kita sendiri,itulah yg diajarkan rosul.intopeksi diri ndiri,give to everything,alam,manusia DAN TUHAN.BELAJRLAH SAUDARAKU…..JGN JD TUHAN YG BISA MENYALAH NYALAHKAN ORANG LAIN PADAHAL ANDA2 adalah org salah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kajian Hakikat Ilmu Tauhid © 2015 Frontier Theme