Khusyuk Pola Hidup Muslim

Khusyuk Pola Hidup Muslim. Rasulullah Saw bersabda, “ Yang halal sudah jelas, yang haram pun juga sudah jelas,dan di antara keduanya ( banyak ) hal – hal yang subhat,yang tidak di ketahui oleh kebanyakan manusia. Barang siapa menjauhi perkara – perkara subhat berarti ia sudah membersihkan agama dan kehormatanya. Barang siapa yang jatuh kedalam perkara–perkara subhat,tak obahnya seperti seorang pengembala yang sedang mengembalakan ternaknya di sekitar daerah larangan,sehingga hampir saja ia masuk kedalam daerah larangan tersebut. Ketahuilah bahwa setiap penguasa memiliki daerah larangan,ketahuilah bahwa daerah larangan Allah adalah perkara – perkara yang haram. Ketahuilah,bahwa di dalam jasad manusia ada segumpal darah,apabila dia baik niscya sekujur tubuhnya akan baik,tapi apabila gumpalan darah itu rusak niscaya sekujur tubuhnya akan rusak. Ketahuilah gumpalan darah yang di maksud adalah hati  “( Al hadis ).

Menyingkapi sepotong hadis Rasulullah Saw di atas,secara khusus beliau menyebutkan Hati,karena keberadaan hati manusia dalam tubuh merupakan pemimpin,di luar akal dan pikiran. Apabila pemimpinya tadi baik niscaya anak buahnya akan menjadi baik,dan sebaliknya jika pemimpinya tidak baik,bejat,jelek dsb. sudah bisa di prediksi dan di tebak anak buahnya juga tidak akan baik bahkan lebih bobrok. Tidak akan mungkin bayangan akan lurus kalau kayunya sendiri bengkok,begitulah pendapat sederhana dari orang awam menyingkapinya. Dilain hal Rasulullah Saw, juga menjelaskan bahwa khusyuk itu sendiri ada dan menancap di dalam hati. Oleh karena itu kalau hati sudah khusyuk,maka seluruh anggota tubuh akan menjadi khusyuk,karena seluruh elemen yang ada dalam tubuh kita akan selalu mengikuti dan berpedoman kepada keadaan hati tersebut.

Secara etimologi ( bahasa ),kalimat khusyuk berarti Inkhifaadh ( merendah ), Dzull ( merasa hina ),dan Sukun ( tenang ). Inkhifaadh ( merendah) bermakna, selalu keadaan merendah di dalam beribadah pada Allah,yang akan melahirkan sifat syukur nikmat ( qanaah ) dan sifat rendah hati terhadap sesama manusia. Sedangkan kalimat Dzull,selalu menumbuhkan perasaaan kecil dan hina di hadapan sang khalik sebagai pencipta dari alam semesta yang maha luas ini,yang akan menjauhkan diri dari sifat sombong,pongah,takabur,sok alim dan sifat- sifat tercela lainya. Begitu juga dengan kalimat sukun ( tenang ),yang merupakan buah darirasa khusyuk yang terpancar kedalam tingkah lakudan perangai yang akan melahirkan semangat dalam beramal ibadah secara sunguh – sunguh,sabar dan penuh kesabaran serta hanya mengharapkan ridho dari Allah Swt semata.

Ketiga hal di atas kalau di kerjakan dengan sungguh–sungguh,benar dan menurut aturan dan doa serta tawakal sebagai pengiringnya yang di tanamkan dalam hati,jiwa dan pikiran umat islam dan selalu menerima ujian Allah Swt dengan penuh kesabaran. Serta berprilaku sabar terhadap manusia yang menghina dan menyakitinya dalam batas – batas yang sudah di tetapkan syareat. Insya Allah,setiap amal ibadah yang kita tunaikan dengan penuh rasa khusyuk dan tanggung jawab akan di balasi Allah dengan segala kebaikan,baik dunia maupu akherat. Seperti yang di firmankan Allah Swt dalan Qs Al Baqarah – 45 yang artinya, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,kecuali bagi orang–orang yang khusyuk “.

Dari gambaran ayat di atas sangat jelas bahwa Allah Swt memerintahkan untuk selalu berlaku khusuk,tenang,sabar dan ikhlas di dalam menjalankan dan menunaikan apa – apa yang sudah menjadi perintah dan menghentikan segala larangan-Nya. Dan di lain hal Allah Swt sangat tidak menyukai manusia yang di dalam hatinya tersimpat sifat munafik,nifak,riya dan sum’ah,dengki,iri dsb. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Qs An Nisa – 142, “ Sesungguhnya orang – orang munafik itu menipu Allah,dan Allah pasti akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat,mereka berdiri dengan malas,mereka bermaksud riya ( dengan shalat ) di hadapan manusia dan mereka tidak menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali “.

Dari untaian singkat ayat Al Quran surat An Nisa ayat 142 di atas,jelas di tujukan pada manusia – manusia yang beribadah bukan karena Allah melalui shalat,tapi hanya bermaksud ingin di lihat,di perhatikan dan di segani oleh orang lain. Dan kalau tidak di lihat orang lainmereka akansangat malas sekali,mereka hanya sekedar mencari nama dan popularitas belaka di hadapan manusia,yang salah satunya melakukan ibadah dengan pura-pura khusyuk penuh kemunafikan. Apabila rasa khusyuk sudah lenyap dalam hati maka,seseorang akan merasa berat untuk mengerjakan ibadah,terutama ibadah shalat,puasa maupun ibadah – ibadah lainya. Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda “ Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang – orang munafik dari pada shalat Subuh dan Isya. Andaikata mereka tahu hikmah apa yang ada di dalamnya,niscaya mereka mengerjakanya walaupun dengan merangkak “.

Betapa banyak orang mengatakan bahwa ayat – ayat Al Quran itu senantiasa memerintahkan kita untuk beriman dan bertaqwa,akan tetapi Akhlakul Karimah kenapa belum juga terwujud,dalam kehidupan ini. Ibarat batu bata yang menjadi unsur kuatnya suatu bangunan sekarang telah hancur berkeping – keping,dan bunga – bunga yang belum mekarpun telah di petik dari tangkainya dan di buang begitu saja setelah habis di pergunakan. Sesungguhnya taqwalah yang dapat membentuk dan menyuburkan akhlak terpuji,sehingga bisa di lihat dalam diri orang mukmin.

Rasulullah Saw,merupakan sosok manusia yang paling tinggi kualitas akhlak dan ketaqwaanya kepada Allah,serta orang yang paling mengerti perihal dan hal ikwal akhlak mulia ini. Seperti yang di firmankanAllah Swt dalam Qs Al Baqarah – 117 “ Demikianlah Allah menerangkan ayat – ayat-Nya kepada sekalian manusia,agara mereka bertaqwa “.

Pada hakekatnya khusyuk tidak bisa di pisahkan dari Akhlak,Aqidah dan Amal,yang akan sanggup menumbuhkan dan mengantarkan manusia pada rasa takut hanya kepada Allah Semata. Sedangkan maknanya tertancap dalam jiwa,hati dan pikiran secara bersamaan. Yang akan di ekspresikan dalam tingkah laku dan sikap dalam kehidupan yang penuh kedamaian dan kesejahteraan yang selalu di idamkan setiap insan di muka bumi ini. Oleh karena itu khusyuk menurut istilah berarti :

  1. Usaha yang terus menerus untuk taat pada Allah dan untuk selalu menjauhi segala laranganya.
  2. Keadaan jiwa yang di ekspresikan dengananggota tubuh yang diam dan tenang.
  3. Terpengaruhnya hati oleh keagungan Allah,dan selalu merenungkan akan keagungan dan kehebatan-Nya.
  4. Terpancarnya cahaya dan semangat mengagungkan Allah Swt dalam hati dan padamya api shawat maupun subhat.
  5. Hati menerima dan tunduk pada kebenaran,walaupun bertentangan dengan kehendak dan keinginannya ( Salim Bin Ied Al Hilali ) ( Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 18 Juli 2008 | Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan Tinggal di Padang ) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.