Islam Agama Pengawal Prilaku Moral Pemeluknya

Islam Agama Pengawal Prilaku Moral Pemeluknya – Agama islam mementingkan kualitas amal. Seseorang harus terlihat pada moralnya dalam berhubungan dengan Allah SWT. Sesama alam semesta. Kualitas hubungan menaik dengan Allah harus tampak pula pada dimensi hubungan mendatar dengan sesama makhluk dan dengan lingkungan alam. Harmonis hubungan tiga dimensi ini merupakan syarat tegaknya bangunan moral yang akan bertahan lama termasuk didambakan, akan berkembang di bumi.Dalam perspektif diatas seseorang menghindari bahwa ia telah meiliki hubungan baik dengan Allah jika pergaulannya dengan sesama umat dimuka bumi berada dalam kondisi kumuh dan penuh curiga.

Al-Quran menegaskan : ”Ditimpakan kehinaan atas diri mereka dimana pun berada, kecuali (mereka yang bergantung) dengan tali Allah dan tali manusia”.(Q.S.Ali-Imran :112). Sesungguhnya ajaran agama yang fungsional dengan demikian adalah yang mampu menjaga hubungan erat dengan Allah serta dirasakan pula sentuhan positifnya pada dimensi mendatar dalam format persaudaraan yang ikhlas tulus antar pemeluk beriman.Agama yang benar-benar fungsional adalah agama yang mampu mengawal prilaku moral pemeluknya ialah Islam yang kamil(sempurna).Agama yang disalah gunakan untuk membela kepentingan seseorang, secepatnya dimasukkan kedalam museum sejarah.

Selanjutnya bila kondisi moral seseorang diteropong dengan lebih cermat tidaklah salah disimpulkan bahwa agama belum berfungsi secara benar dan efektif dengan kehidupan kolektif secara keseluruhan.Terlalu banyak penyimpangan bahkan kejahatan moral, tidak jarang atas nama kebenaran. Ini tidak lain dari perbuatan orang menginjak kebenaran hakiki untuk kepentingan-kepentingan rendah sesaat tanpa merasa berdosa dan menyesal, tidak terpikirkan hidup sesudah mati di akhirat semuanya akan dipertanggung jawabkan secara terinci satu persatu.Perbuatan seseorang mencabuli apa yang dikatan terjadi keretakan antara kata dan laku. Allah menegur : ” Mengapa kamu berkata tentang sesuatau kata apa yang akamu tidak kamu lakukan “.(Q.S. Ash-Shaff :2-3).

Teguran ini sudah disampaikan sejak puluhan abad yang lalu, beralamat terhadap pemeluk beriman. Iman bukan untuk digembur-gemburkan, tetapi untuk dibuktikan dalam perbuatan baik yang dirasakan semua orang.

Perbuatan baik inilah yang menjadi indikator utama, apakah seseorang beriman atau tidak, yaitu beriman secara autentik, bukan iman yang dibungkus dalam jubah kepalsuan, iman basa-basi. Agama yang fungsional adalah agama yang mampu mengawinkan antara spiritual dengan perbuatan baik dan mulia dalam kehidupan bersama.

Agama Islam sebagai agama rahmat, berarti Islam an pemeluknya senantiasaa jadi pengawal prilaku moral pemeluknya. Bukan Islam yang erat kepentingan politik dan pribadi. Islam sebagian pemeluknya menjadi gamang kapan prilaku moral kurang mencerminkan moral mulia. “ Wama arsalnaka ill rahmatan lilla’lamin”. ” Dan tidaklah kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk(menjadi) rahmat begi semesta alam :”(Q.S. Anbiya : 107). Sesungguhnya umat pengikut yang mulia Muhammad SAW. Dapat menunjukkan diri dan ditengah kehidupan bersama jadi rahmat. “Sebaik-baiknya manusia yang ada manfaatnya bagi orang lain”. (Hadis Bukhari).

Jika ada masalah diselesaikan secara ikhlas dan islah dibungkus moral mulia diterima semua pihak sebagaimana layaknya pengikut Muhammad Rasulullah SAW. Bukan membesar-besarkan menjadi sesuatu yang semakin rumit dan gaduh.

Inilah artinya Islam agama pengawal prilaku moral pemeluknya. (berbagai sumber)…..(bk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.