Belajar Sepajang Hayat

Belajar Sepajang Hayat. Islam sangat menekankan umatnya untuk selalu menuntut ilmu. Hal ini bahkan merupakan salah satu alat untuk menggiring umat kepada pencerahan intelektual, sekaligus sebagai upaya mengembangkan potensi umat menuju pada kehidupan yang lebih baik.

Perintah untuk menuntut ilmu, bahkan sama sekali tidak dibatasi oleh waktu. Setiap orang, baik laki – laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk belajar sepanjang usianya.

Menuntut ilmu, baik itu ilmu – ilmu agama maupun keduniaan, sama pentingnya, karena pada hakekatnya semua ilmu itu datang dari Allah sebagai hidayah bagi manusia.  Kecintaan pada ilmu, akan mengangkat manusia pada derajat yang tinggi.

Dengan ilmu, fungsi kekhalifahan manusia akan lebih kuat bahkan dapat mengantarkan manusia itu sendiri kepada pemahaman yang benar terhadap tuhannya. Allah Swt telah menegaskan dalam firman-Nya Qs Al Alaq ayat 1- 4. “ Bacalah dengan ( menyebut ) nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmulah yang maha pemurah, yang mengajar ( manusia ) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Berdasarkan ayat tersebut diatas, Allah menyuruh manusia untuk membaca, memperhatikan dan memahami akan adanya penciptaan dirinya, yang diteruskan dengan  selalu membaca ciptaan – ciptaan Allah lainnya. Membaca apa yang ada pada tumbuhan (flora) maupun membaca dan memahami apa yang ada pada binatang (flora).

Singkatnya alam semesta yang tak terhingga luasnya ini merupakan ajang untuk menumbuhkan ilmu pengetahuan untuk digali umat manusia.

“ Dan seandainya pohon – pohon dibumi dijadikan pena dan laut ( menjadi tinta ), ditambah kepada tujuh laut ( lagi ) sesudah  ( keringnya ), niscaya tidak akan habis – habisnya ( dituliskan ) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana.” ( Qs Lukman – 27 ).

Dan juga firman – Nya berikut ini. “ Tidak sepatutnya bagi orang – orang yang mukmin itu pergi semuanya ( kemedan perang ). Mengapa tidak pergi dari tiap – tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepadaa kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” ( Qs At Taubah – 22 ).

Kewajiban menuntut ilmu pengetahuan merupakan salah satu cara berjihad. Jika dalam peperangan bertujuan mengalahkan musuh serta mengamankan jalan dakwah islamiyah, menuntut ilmu dan mendalami ilmu – ilmu agama bertujuan untuk mencerdaskan umat serta mengembangkan ajaran islam agar dapat disebarluaskan dan dipahami oleh segala lapisan masyarakat.

Pembagian tugas dalam masyarakat harus dilakukan secara seimbang agar tidak terjadi ketimpangan dalam menjalankan seluruh kewajiban dan hak seorang muslim dalam kehidupannya. Ingat, Allah sangat menghargai manusia yang gemar dan selalu menuntut ilmu baik ilmu dunia apalagi ilmu akhirat . …. “Allah akan meninggikan orang – orang yang beriman diantaramu dan orang – orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” ( Qs Al Mujadilah – 11 ).

Belajar sepanjang hayat sangat besar manfaat dan pengaruhnya pada kelangsungan hidup umat manusia secara umum. Dengan ilmu dan semangat yang tinggi manusia akan mampu terus mengali ilmu yang ada pada Allah baik yang telah dan belum terinformasi dalam Al Quran. Berfirman Allah . ” Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi ) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak sanggup menembusnya melainkan dengan kekuatan. “ ( Ar Rahman – 33 ).

Namun, untuk dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi harus dengan banyak dan selalu menganalisa ayat – ayat Al Quran, dan terus menerus mengingat Allah dengan segala kemahabesaran ciptaan -Nya. “ Sesunggunya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda – tanda bagi orang yang berakal, ( yaitu ) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ) ; “ Ya tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia – sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” ( Qs Ali Imran ayat 190 – 191 )

Ilmu akan menjadikan manusia produktif, kreatif dan selalu berusaha melahirkan inovasi – inovasi baru dengan menciptakan alat – alat yang dibutuhkan manusia melalui teknologi untuk bersama – sama mengsejahterakan kehidupan masyarakat. Manusia yang gemar mencari ilmu akan selalu berusaha untuk melestarikan ayat – ayat Allah selagi bumi masih terbentang

Dampak negatif dari tidak mau dan enggan membaca atau memahami ilmu pengetahuan yang telah diberikan Allah terhadap manusia sangat banyak, manusia akan selalu mengalami masa – masa sulit akibat keterbelakangan dan minimnya ilmu yang dimiliki. Bukan itu saja masyarakat akan menjadi bodoh dan parahnya lagi akan mudah ditindas oleh bangsa lain atau bangsanya sendiri.

Sumber daya alam yang banyak tidak akan mampu dikelola semaksimal mungkin untuk kesejahteraan rakyat, kalau ilmu yang relevan dengan itu tidak dimiliki. Akibat yang menyedihkan lagi rakyat akan selalu miskin yang akan selalau hidup dibawah garis kelayakan, ini disebabkan oleh kebodohan dan ketidak ingin tahuan dari masyarakat itu sendiri. Dan yang sangat menyakitkan mereka yang miskin dan bodoh tersebut, selalu dijajah oleh para penghianat bangsa dengan selalu mengumbar janji – janji manisnya.

Islam memandang orang – orang yang memiliki ilmu pengetahuan, lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan mereka yang minim ilmu. Ilmu yang dipunyai akan dapat mengantarkan seseorang kepada jenjang kemuliaan, karena dengan ilmu mereka dapat menyadari mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk, yang dapat menjerumuskan kepada kesesatan dan kecelakaan. Berfirman Allah . “ ….. Katakanlah,” Adakah sama orang – orang yang mengetahui dengan orang – orang yang tidak mengetahui ? “ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” ( Qs Az Zumar – 9 ). Lihat juga Qs Al Mujadilah ayat 11.

Dengan ilmu yang bermanfaat akan dapat menuntun manusia pada kebaikan dunia maupun akhirat. Namun, ilmu itu tidak hanya menginformasikan mana yang baik dan mana yanag buruk saja. Tetapi ilmu juga dapat mempengaruhi dan mendorong setiap manusia agar menciptakan kehidupan yang suci dengan selalu melakukan amar makruf nahi mungkar, yang selalu dituntun oleh ilmu pengetahuan yang mantap.

Iman, merupakan tujuan akhir dalam ibadah, ‘ hidup berakal mati beriman ‘ kita setuju dengan slogan ini. Menjalani hidup dengan ilmu ( akal ) yang akan melahirkan kesempurnaan akhlak. Sebaliknya, seseorang tidak akan dipandang beriman dengan sempurna jika perilakunya sehari – hari bertentangan dengan ilmu yang telah dipelajarinya dalam kontek kebaikan

Diterangkan dalam berbagai hadis bahwa Rasulullah Saw menerangkan orang – orang yang berilmu dan berakhlak terpuji yang akan menempati kedudukan yang terhormat dihari kiamat. Dari Abi Darda r. a. Nabi Muhammad Saw bersabda. ”  Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin dihari kiamat dari pada keindahan akhlak. Dan Allah benci kepada orang – orang yang keji mulut dan kelakuannya.” Camkanlah …[ Penulis : Penggiat Dakwah dan Pemerhati Masalah Sosial ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.