Tawakal Allallah

Tawakal Allallah. Masih segar dalam ingatan kita tragedi yang terjadi disaat umat Islam khususnya di Sumatera Barat disibukan untuk menyambut datangnya bulan penuh ampunan yang jatuh pada hari kamis tanggal 13 Sep 07 lalu. Secara tiba-tiba pada hari rabu sorenya 12 Sep 07, bumi ini berguncang dengan kuatnya (baca gempa). Bukan sampai disitu saja, pagi harinya pasca sahur di bulan Ramadhan pertama, goncangan itu kembali datang, bahkan melebihi goncangan yang pertama. Kontan saja semua manusia yang tertidur khususnya umat Islam sesudah sahur perdana dan shalat subuh lari berhamburan keluar rumah, mencari tempat aman agar tidak tertimpa reruntuhan bangunan. Dalam harap-harap cemas seluruh manusia waktu itu baik yang tinggal didataran tinggi (gunung) maupun dataran rendah (laut), kembali bertambah cemas kalau-kalau gempa yang terjadi disusul oleh gelombang besar tsunami. Begitu juga yang didataran tinggi dikhawatirkan akan memicu letusan gunung api

Memang, kalau dilihat kala itu tak ada tempat yang aman untuk berlindung dari kejaran musibah yang datang silih berganti. Mencari perlindungan disaat datangnya ancaman musibah adalah kewajiban setiap manusia, termasuk dua ancaman yang paling ditakuti umat manusia sekarang ini (gempa dan tsunami), Berlindunglah hanya kepada Allah (Tawakal Allallah), prinsip ini harus ditanamkan dengan kokoh dalam setiap jiwa umat Islam. Hal ini tentu harus didahului dengan usaha yang maksimal tahap demi tahap. Berlindunglah hanya kepada Allah semata wahai sekalian umat Islam karena hanya Allahlah yang mendatangkan semuanya ini dan harus kita kembalikan semuanya kepada kekuasaa-Nya, Seperti yang difirmankan Allah dalam Qs Al Maidah-23, ” Dan hanya kepada Allahlah kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman, ” Ayat Diatas menegaskan bahwa bersikap tawakal sesudah berusaha merupakan gambaran nyata dari keimanan seseorang.

Dijelaskan, bahwa Allah Swt menjadikan sikap tawakal ini sebagai syarat keimanan seseorang. Dengan kata lain tampa adanya sikap tawakal maka imanpun akan menjadi sulit tumbuhnya didalam qalbu. Tawalakal tumbuhnya dalam hati karna itu sifat ini termasuk salah satu bentuk ibadah rohani (ruhiyah), yang paling disukai dan paling utama nilainya dimata Allah. Ibadah pada dasarnya bukan hanya diucapkan atau hanya menghadapkan wajah kearah kiblat dalam shalat saja. Namun, ibadah adalah pengamplikasian dalam setiap langkah dan hembusan nafas dari nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran ibadah itu sendiri. Inilah intinya ibadah yang akan melahirkan kesempurnaan iman seseorang yang terindikasi dari tingkah lakunya sehari-hari hidup dalam lingkungan masyarakat luas.

Ali Al Qari, seorang ahli tafsir terkemuka mengungkapkan secara gamlang perihal perkara ini. Beliau menjelaskan, yang dimaksud tawakal adalah. Mengetahui, menyakini serta memahami bahwa tidak ada yang berbuat dijagat raya ini kecuali Allah semata. Ditambahkan bahwa setiap yang ada, baik atau buruk, rizki, nikmat maupun musibah serta manfaat dan mudharat, bahkan hidup dan matinya makhluk hidup dst, semuanya bersumber dari iradat Allah taalla.

Dan untuk menghadapi itu semua bagi orang yang beriman harus selalu meningkatkan ketaqwaan, kesabaran dan selalu menyerahkan segala sesuatunya pada kekuasaan Allah semata. Berfirman Allah dalam Qs Hud-123. ” Dan kepunyaan Allah apa yang gaib dilangit dan dibumi dan kepada-Nyalah dikembalikan segala urusan. Maka, sembahlah dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-sekali tuhanmu tidak lalai dari apa yang kalian kerjakan.

Memang sudah suatu ketentuan Allah, bahwa manusia diciptakan dan ditempatkan dibumi ini untuk beramal, berkarya, bekerja dan selalu memakmurkan isi bumi ini dalam waktu yang telah ditentukan, Beriman dan kufur adalah salah satu dari dua pilihan yang diberikan-Nya pada manusia, dan tidak mencampuradukan kedua hal diatas, ” Dan janganlah kamu campuradukan antara yang hak dan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahui. ” (Al Baqarah-142), Namun sekarang ini apa yang kita saksikan, kelakuan manusia sudah banyak yang jauh menyimpang dari ajaran agama dan seakan sudah tidak terkontrol ditambah lagi dengan banyaknya bermunculan ajaran sesat bahkan jauh lebih sesat, Ajaran atau aliran yang sedikit saja menyimpang dari konsep Al Quran dan Hadis Saw apapun dalihnya adalah sesat, apalagi sampai tidak mewajibkan untuk melaksanakan shalat, puasa, zakat atau berhaji dsb.

Memang beginilah nasib Islam ditangan umatnya sendiri, begitu juga alam semesta yang kita diami sekarang ini semakin menyedihkan suara rintihannya, hutan yang dulunya hijau, subur kini sudah banyak yang tinggal puing-puing dedaunan kering, berbagai bentuk limbah indusrti dibuang disembarang tempat, pengerogotan sumber daya alam sudah semakin menganas, semburan lumpur yang semakin sulit dibendung ditambah lagi gempa bumi yang memancing datangnya badai besar semakin mengancam sampai detik ini,

Jelas alam ini murka, murkanya alam ini disebabkan oleh tangan-tangan jahil manusia itu sendiri yang suka mencampuradukan antara yang hak dan yang bathil serta iman dan kekufuran seringkali dibiarkan bergandengan. Kalau masyarakat biasa yang melakukan hal itu, mungkin masih ada orang-orang bijak dan pandai yang akan mengarahkannya. Tapi, kalau sudah orang-orang pintar, intelek yang katanya beriman dan bertaqwa pada tuhan yang telah melakukan kekufuran dan berbagai bentuk kerusakan terhadap tatanan dari alam ini, siapa lagi yang akan meluruskannya ? ( lah tungkek nan mambaok rabah). Memang negeri ini sejak dulunya dikungkung oleh krisis moral dan akhlak yang memicu lahirnya berbagai prilaku menyimpang walaupun penyimpangan terhadap ajaran agama sekalipun.

Sementara seruan kebenaran dari para juru da’wah hanya ibarat air yang jatuh didaun keladi tak berbekas sedikitpun dihati mereka semua, lalu apa yang terjadi. Allah yang maha perkasa murka dengan didatangkan-Nya berbagai bentuk peringatan dalam bentuk musibah (gempa, tsunami, banjir, tanah longsor, berbagai bentuk kecelakaan yang merenggut banyak nyawa). Sadarkah mereka ?, tidak malah bentuk pelanggaran kita lihat semakin banyak terjadi, korupsi semakin subur, pengusuran yang sudah sangat kebablasan terhadap kaum lemah yang hanya dapat makan dari hasil menjual makanan atau minuman ditepi-tepi jalan dsb.

Salah satu penyebab musibah yang melanda Aceh Desember 2004 lalu adalah semakin tertindasnya para fakir miskin akibat kebijaksanaan pemerintah yang dilakukan dengan sewenang-wenang. Ingat pak, mereka semua bukan untuk dibunuh dengan cara seperti ini melarang dan menindas mereka yang mencari sesuap nasi dengan berjualan, namun mereka harus dibina, diarahkan dan dihargai karena mereka juga manusia sama-sama ciptaan Allah,

Tawakal, sangat berkaitan dengan keimanan seorang muslim, bukan sebatas itu saja bahkan Allah menjadikan sifat tawakal sebagai syarat keimanan, dengan kata lain jika diri jauh dari sifat tawakal jangankan menumbuhkan keimanan menjaga sedikit iman yang telah adapun akan menjadi sulit, jika tawakal tidak ada maka dengan sendirinya keimanan itu akan sirna. “ Dan hanya kepada Allah hendaknya kalian bertawakal jika kalian benar-benar orang yang beriman, ” ( Qs Al Maidah-23), Saat ini dan entah sampai kapan bangsa dan nergara kita tengah didera oleh berbagai macam krisis dan musibah.

Krisis moral dan akhlak yang bukan saja mewabah pada generasi muda namun, telah menjalar pada tingkat pejabat dan para kaum intelektual yang rela mengadu domba rakyatnya sendiri hanya untuk kepentingan politiknya semata, sementara rakyat terus disuguhi jargon-jargon politik dan janji-janji manis para penguasa. Hal inilah yang akan melahirkan berbagai bentuk musibah dinegara ini, penganguran semakin banyak, kemiskinan semakin subur dsb. Inilah saatnya kita mengasah sikap tawakal, agar kita dapat melalui berbagai cobaan dengan penuh ketabahan dan optimistis yang tinggi agar kita dan bangsa ini tidak ditinggalkan terlalu jauh oleh Allah Swt yang maha pemberi. Allah Hu A’llam… [ Terbit Pada Harian Haluan, Pada Tanggal 02 November 2007 | Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan Tinggal di Padang ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.