Seluruh Makhluk Adalah Muslim, Kecuali Manusia

Seluruh Makhluk Adalah Muslim, Kecuali Manusia. Islam merupakan kata benda yang berasal dari kata kerja salima yang bermakna kedamaian, kesejahteraan, penyerahan diri dan kepatuhan, sedangkan muslim adalah orang yang secara bebas telah memilih dengan ketetapan hatinya untuk patuh, tunduk dan menyerahkan diri serta menyesuaikan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Sehingga muslim itu adalah seseorang yang melalui penggunaan akal dan kebebebasan yang dimilikinya, secara sadar menerima dan memenuhi semua petunjuk dan kehendak Tuhan.

Penerimaan kehendak Tuhan ini atau yang dikenal dengan Sunatullah, secara lebih luas tentunya tidak saja berlaku bagi manusia, tetapi juga berlaku bagi semua makhluk di alam ini, seperti seekor sapi selamanya akan tetap menjadi seekor sapi, karena sesuai dengan kehendak Tuhan, dia adalah seekor sapi, demikian juga hewan – hewan yang lain, tumbuh – tumbuhan, bebatuan, air, api, tanah, udara dan lain – lain.

Karena semua makhluk di alam ini tunduk dan patuh terhadap hukum Tuhan yang tidak terbantahkan ini, maka melalui pengertian dan pemahaman hakikat muslim dalam makna yang luas tersebut dapat dinyatakan bahwa seluruh makhluk ciptaan Tuhan adalah muslim yang utuh dan sempurna selama- lamanya, kecuali manusia

“ Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, “ ( QS : 007 : ayat : 172 )

Selanjutnya, manusia melalui tahapan perkembangan dan kebebasan akal budi yang diberikan Tuhan terhadapnya dapat tetap menerima fitrah kemusliman dirinya dan juga dapat menolak fitrah kemusliman itu.

Untuk manusia yang telah memutuskan, dirinya untuk tetap menerima kehendak Tuhan dan tetap menjadi muslim adalah termasuk orang – orang yang beruntung. Kepadanya diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk mencapai derajat kemuliaan setinggi – tingginya,

Sedangkan untuk manusia yang melalui kebebasan akal budinya telah memutuskan untuk menolak dan melepaskan fitrah kemusliman dirinya, maka Tuhan menurunkan derajat kemuliaannya sampai ke tingkat yang serendah rendahnya. Itulah salah satu dari banyak keistimewaan dan kelebihan manusia dibanding makhluk – makhluk Tuhan lainnya

Ketinggian derajat kemuliaan manusia sebagai seorang muslim yang tunduk dan patuh terhadap kehendak Tuhan atau sunatullah adalah ketika dia mampu menempatkan dirinya sebagai ujud dari sunatullah itu sendiri, yaitu menjadikan dirinya sebagai rahmat bagi seluruh isi alam ( ramatan lil alamin ) dalam pengertian dia tidak saja menjadi rahmat bagi dirnya sendiri tetapi juga rahmat bagi lingkungan disekitarnya. Sehingga “ tidak ada kebaikan yang terjadi di alam ini melainkan muslim ada diantaranya “

Diturunkannya derajat manusia sampai ketingkat yang serendah – rendahnya yang diakibatkan oleh kebebasan akal budi yang dimikinya telah menolak ketertundukan dirinya terhadap kehendak Tuhan atau sunatullah atau dengan sadar telah menolak dan menanggalkan fitrah kemusliman yang ada pada dirinya. Oleh Tuhan ditandai dengan menjadikan orang tersebut menjadi bagian dan penyebab dari segala kerusakan dan kehancuran di muka bumi ini, sehingga “ tidak ada kerusakan dan kehancuran yang terjadi di alam ini melainkan dia berada diantaranya “

“ sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya “ ( QS : 095 : At Tiin : Ayat : 4 – 5 )

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa tetap menjadi seorang muslim atau melepaskan fitrah kemusliman adalah sebuah pilihan. Pilihan tersebut tidak diberikan Tuhan kepada makhluk selain manusia. Sehingga seluruh makhluk selain manusia adalah muslim. Manusia melalui kebebasan akal budi yang diberikan Tuhan kepadanya bebas untuk memilih apakah dia akan tetap menjadi seorang muslim atau tidak, semua terserah kepada manusia itu sendiri.

“ Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. “ (QS : 18 : AL – Kahfi : Ayat : 029 )

Beruntunglah orang – orang yang masih mampu dan mau mempergunakan kebebasan akal budi yang diberikan Tuhan kepadanya sesuai dengan tujuan dari penciptaan akal itu sendiri dan tidak ada lagi pilihan bagi orang – orang yang telah terlanjur diperbudak dan diperkosa oleh nafsu syetan melalui akal budinya sendiri selain kembali kepada fitrah dari sebab apa dia diciptakan yaitu kemuliaan ( kajian umum )

Comments 1

  • KEMULIAAN MANUSIA DIKURNIAKAN AKAL… Walau pun seluruh Makhlok ciptaan Allah itu dasarnya kejadian yang akur dan patuh pada Hukum-Hukum Tabienya / Sunahtullah, namun kemuncak ciptaan-Nya yang paling sempurna adalah Manusia, karna kelebehan Manusia itu dikurniakan Akal. Maka maksod Akal yang dinilai disisi-Nya adalah “Akal Latiffahtul Rabbaniah”, yang telah mengenali tatakala di “Alam Antah Berantah” itu lagi…

    Dikatakan sebelumnya Allah telah mentajallikan “Amanah Rahsia”-Nya kepada Makhlok-Nya yang laen dsbnya, namun tidak ada satu Makhlok pun yang mampu memikul menanggong Amanah Rahsia-Nya dengan sempurna. Sehingga apabila Allah Rabbul Jalal perintahkan Malaikat Jibrail untuk bertempa “Lembaga Adam Pertama”, maka tatakala itu juga sudah ada Makhlok laen yang membangkang mula menentang. Apakah sebabnya…???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.