PHK Momok Paling Menakutkan

PHK Momok Paling Menakutkan. “Hikmah adalah barang hilang orang mukmin, dimana ia menemukannya, maka ialah orang yang paling berhak memilikinya.” ( Hadis Rasulullah Saw )

Didalam kehidupan ini, setiap orang pasti akan selalu dihadapkan pada berbagai masalah dan persoalan. Mulai dari masalah keluarga, urusan pekerjaan, urusan perut dan masalah – masalah lainya. Namun yang perlu diingat bahwa setiap masalah yang datang bak deburan ombak sekalipun, bukan untuk dihindari, tapi adalah untuk dihadapi dan dicarikan jalan keluarnya secara sportif, adil dan bijaksana. Kunci pertama yang harus dipunyai didalam menyelesaikan suatu perkara atau masalah adalah kemauan yang kuat disamping ilmu terutama ilmu tentang masalah yang sedang dihadapi.

Kemauan yang kuat ditambah ilmu, bagaikan premium atau bahan bakarnya sebuah kendaraan, yang akan memberi dorongan menelusuri jalan menuju tempat yang diingini. Manusia bahan bakarnya ada dalam otaknya yang harus diisi dengan ilmu dan kemauan yang kuat, untuk menyelesaikan setiap persoalan hidup yang jelas akan jauh lebih rumit kedepannya. Masalah dan persoalan sosial yang sekarang ini sempat menjadi momok menakutkan bagi sebahagian orang yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan – perusahan swasta diseantero pelosok negeri ini adalah masalah pemutusan hubungan kerja atau yang lebih dikenal dengan PHK.

Kenapa tidak, dizaman yang serba sulit sekarang ini dimana kebutuhan hidup semakain meningkat harga – harga tak juga beranjak turun walaupun BBM sudah berada dilevel terendah versi pemerintah. Akan menambah rumitnya penghidupan kalau sekiranya besok atau lusa tunjuk pimpinan mengarah kediri kita untuk menerima vonis PHK.

Kita semua menyadari bahwa akibat dari krisis keuangan global yang mendera saat ini pasti berimbas pada perusahaan – perusahaan terutama milik swasta. Dimana, cost out ( biaya keluar ) dari suatu perusahaan tidak sesuai lagi dengan uang masuk ( keuntungan ) yang biasanya diambilkan dari keuntungan perusahaan tersebut untuk membayar gaji / upah para pekerja. Demikian juga dengan pesanan dari pihak konsumen sudah semakin jauh menurunya, baik konsumen lokal maupun dari luar negeri ( ekspor ).

Atas dasar inilah perusahan mengambil satu kebijakan untuk meminimalisir cost dengan mengurangi jumlah karyawan / tinya dengan jalan PHK sebagai solusinya. Tiga huruf kapital ini adalah dampak terburuk dari fenomena terkini bidang ekonomi, khususnya bagi perusahaan swasta yang lumayan banyak dinegara kita.

Persoalanya bagi yang terimbas dari keadaan ini tidak perlu terus larut dalam kekecewaan dan kesedihan akibat di PHK atasan ?, sementara disisi lain anak dan istri dirumah tidak boleh diabaikan walaupu sesaat. Sederhananya, tak ada manusia yang mau kehilangan pekerjaan apalagi sudah bertahun – tahun digelutuinya. Namun, terkadang keadaan memang lebih ber energi sehingga manusia yang lemah iman dan keyakinannya akan mudah diombang – ambingkannya, jadi korban keadaan.

Tapi, bagi mereka – mereka yang sudah menanamkan kemauan yang kuat, tidak akan mau jadi korban terkini dari kondisi itu. Ancaman krisis keuangan global yang telah berimbas langsung terhadap dirinya, di PHK dari pekerjaan tidak akan menjadi momok menakutkan lagi untuk kembali melangkah dan memulai. Dengan bermodal kemauan yang kuat, sedikit modal dari pesangon misalnya, dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja, akan dipergunakannya untuk kembali berusaha dengan penuh rasa optimis. Dia akan selalu memegang kunci yang diperolehnya yaitu kemauan yang kuat, ikhtiar, doa dan tawakal pada Allah SWT. Pesan orang bijakpun akan selalu diingatnya yaitu. “ Isilah akal pikiranmu dengan beraneka macam ilmu pengetahuan yang bermanfaat, Allah SWT tidak akan menganugerahkan pada seseorang pemberian yang lebih baik dari pada akal yang sehat, kemauan yang kuat serta peradapan yang tinggi. “

Untuk melahirkan kemauan yang kuat, harus diawali dengan satu tekad yang membaja serta kesadaran yang dalam. “Jika kemauan memang ada tentu jalan untuk mewujudkannya pasti akan terbuka ( Where there is a will There is a way ) yakinlah akan hal ini. Orang bijak akan terus membimbing.” Didalam merealisasikan kemauan pasti akan menghadapi rintangan, dan yang paling berperan disaat itu adalah ketabahan dan kesabaran. Dibalik bukit dan gunung kesulitan disanalah kemenangn iti berkibar. “ Francois de laroche foucauld menambahkan. “Bahwa yang selalu dicari manusia adalah kedamaian, kalau tidak mampu menemukannya dalam diri, mencarinya ditempat lain tidak ada gunanya. “ . Sedangkan ajaran Islam akan selalu memberi tuntunan. “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. “ ( Qs Al Insyirah : 6 )

Artinya apa, ketika kegundahgulanaan, kebinggungan dan keresahan menggerayangi hati dan pikiran akibat sesuatu hal yang sudah pasti tidak kita inginkan terjadinya. Maka, kedamaian dan ketenangan adalah penawarnya, kedamaian dan ketenangan yang dilahirkan dari dalam diri sendiri akan menjadi obat paling mujarab dari segala obat. Dimanakah bisa menemukan obat ini ?, kita tidak sangsi lagi adanya hanya dalam ajaran Islam. Bukan di mal – mal, bukan di kafe – kafe atau ditempat – tempat hiburan lainya, apalagi sampai menunggu kedamaian itu dari mulut para calon pemimpin yang sedang berkampaye.

Belajar dari pengalaman diatas, untuk mensiasati keadaan yang semakin kacau – balau ini, sangat dituntut suatu kemauan yang piq headed ( membaja ) dari setiap individu, tentu dengan melayangkan pandangan positif jauh kedepan. Dengan menanamkan sikap gigih dan budaya kerja keras penuh rasa optimis serta yakin akan hasil positif dalam setiap usaha yang positif. Sikap seperti ini sangat dianjurkan sekali dalam ajaran agama ( Islam ) bahkan termasuk dalam kategori akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.

Lagi pula keyakinan macam beginilah yang akan melahirkan sugesti ( dorongan ), percaya diri dan semakin besarnya harapan, yang pada akhirnya membawa diri pada sikap lapang dada serta, semangat untuk lebih giat lagi dalam berusahapun akan terbangun. Manusia hidup harus selalu optimis, didalam rangka mengadakan perobahan dari hal yang negatif menjadi hal positif. “ …Innallaha layuqairu maabiqaumim hatta yuqabiruu maa bianfusihim.” … Sesungguhnya ALLAH SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka mau mengubah keadaan diri mereka sendiri…” ( Qs Ar – Ra’d ayat 13 ).

Melalui firman – Nya diatas, ALLAH SWT ingin menyampaikan bentuk pertolongan pada hamba – Nya, agar setiap manusia harus mampu menghadapi dan meyelesaikan setiap persoalan / masalahnya sendiri, agar keadaanya / nasibnya itu berubah dari yang tidak baik menjadi baik dengan rasa optimis yang tinggi. Tapi kalau lari dari persoalan / masalah menghindari tanggungjawab inilah menurut Al Quran sebagai manusia yang lemah dan tidak punya tanggungjawab.

Orang yang mempunyai kemauan yang mantap jauh dari sifat ragu – ragu akan membuahkan kehidupan yang lebih baik, baik untuk dirinya, keluarganya, agamanya maupun untuk bangsa dan negaranya. Namun, perlu dijelaskan, kemauan menurut versi Islam adalah kemauan yang lahir dari hasil pemikiran yang matang penuh dengan keseriusan. Bukan kemauan yang tidak diayomi oleh pengetahuan yang mendalam dan tampa dasar ( takliq ). Kalau kemauan seperti ini sempat terealisaikan biasanya akan mudah digoyahkan oleh rintangan dan hambatan kecil sekalipun.

Dan yang sangat dikhawatirkan sikap tabah dan sabar yang sejatinya menjadi pegangan dan pijakan akan lepas dengan sendirinya, sehingga apa – apa yang diusahakan sebelumnya akan digilas oleh kegagalan demi kegagalan. Kemauan yang membaja, pemikiran yang matang, sabar dan tawakal, inilah rahasia dan pokok pangkal suatu keberhasilan. Kemauan yang telah dipertimbangkan dengan matang baik – buruknya, hendaknya harus segera direalisasikan, sebagai perwujudan dari pikiran yang sehat dan pertimbangan yang bijaksana.

Hal inilah yang menjadi gubahan para penyair Arab dulunya, guna memotivasi didalam menemukan dan memasuki pintu keberhasilan. “ Jika kamu memiliki pikiran hendaklah ada kemauan, pikiran akan rusak jika selalu dalam keraguan. Jika kamu sudah memutuskan, laksanakan segera, putusan yang baik akan gagal jika ditunda – tunda. Telur hari ini akan jauh lebih baik dari pada ayam besok pagi.

Sedangkan Islam dengan hkum – hukumnya selalu menjadi team sukses yang akan selalu pula mengawal dan memberi dukungan penuh untuk melaksanakan sesegera mungkin setiap usaha dan rencana yang ma’ruf, dengan firman – Nya “ Jika kamu sudah ada Zaimah ( putusan yang mantap jalankanlah terus ), dan bertawakallah kepada tuhan. Sesungguhnya Allah mencintai orang – orang yang bertawakal.” ( Qs Ali Imran – ayat 159 )

Menghilangkan kata ‘menyerah’ dan ‘tidak bisa’ didalam berusaha harus terlebih dahulu dihilangkan, mengantinya dengan slogan terus mencoba, pelajari dengan pemikiran yang matang. Insya Allah dengan keadaan ini segala bentuk momok yang menakutkan sebagai fenomena sosial yang tidak bisa dihindarkan oleh sebahagian orang, tidak akan pernah mampu menyeretnya kepintu kekecewaan dan kekgelisahan. ALLAH pasti selalu bersama hambanya yang hidup dengan penuh optimis. Allah Hu A’llam.

[Terbit Pada Harian Umum Singgalang, Pada Tanggal 30 Januari 2009 Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan – Tinggal di Padang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.