Nabi Muhammad SAW Is The Best

Nabi Muhammad SAW Is The Best – Michael H. Hart Dalam tulisannya menuliskan The 100 a rangking of the most influential person in history (seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ) Menempatkan Nabi Muhammad SAW dalam urutan tokoh yang paling utama. Pendapat ini berdasrkan dari keberhasilan Beliau SAW dengan baik  dalam meraih kesuksesan luar biasa,baik dilihat dari ukuran agama (akhirat) maupun dalam ruang lingkup duniawi. Sedangkan dalam keyakinan Islam, Nabi Muhammad adalah seorang Nabi sekaligus Rasul pamungkas ( la nabiyya ba’dah ) ,ini sifatnya mutlak yang mengandung unsur kewajiban dasar umat Islam yang disebut iman.

Iman ini akan menjadi batal jikalau mengesampingkan eksistensial Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah.” “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu”. ( Qs Al Ahzab-21)

Nabi Muhammad SAW  dilahirkan pada hari senin 12 Rabiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M. Ibunya bernama Siti Aminah binti Wahab, sedangkan ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib, meninggal dunia 6 bulan pra Beliau SAW lahir. Sampai hari ini Beliau telah hidup dalam hati umat Islam dalam rentang waktu 1430 tahun. Sedangkan Beliau hanya berumur 64 tahun.

Nabi Muhammad SAW berasal dari keluarga yang sangat sederhana, namun keadaan  yang demikian tidak menyurutkan langkahnya didalam menjalankan perintah Allah SWT,untuk menyerukan Islam sampai hari ini diseluruh pelosok dunia. Guna memperingati hari kelahiran Beliau yang jatuh pada bulan ini, ada baiknya setiap pribadi muslim merenung kembali dan mempertanyakan, sudah sejauh mana diri kita mampu meneruskan perjuangan dari Nabi akhir zaman ini.

Masyarakat Arab, khususnya Mekah pada masa Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul adalah sebuah masyarakat jahiliyah yang memiliki kebiasaan dan kegemaran yang jauh dari ajaran Allah SWT,antara lain.

Menyembah berhala. Saat itu Mekah merupakan pusat perdagangan dan peribadatan orang Arab. Mereka memuja dan menyembah patung (berhala) sebagai tuhan,ratusan patung dan berhala mereka buat dekat kakbah. Diantara berhala yang terbesar dan paling mereka agungkan bernama Latta,Uzza dan Manat. Munurut kepercayaan mereka ketiga patung tersebut merupakan anak tuhan yang berkuasa mendatangkan pertolongan dan perlindungan.

Selain itu masyarakat Mekah sangat memperhatikan kedudukan tata nilai yang tinggi dan istimewa. Mereka berpendapat hanya dengan keadaan semacam inilah yang dapat mendatangkan kemakmuran dan kemewahan,sehingga mereka telah lupa pada sang pencipta. Ditambah lagi dengan kebiasaan buruk memperjualbelikan budak dan para wanita.

Masyarakat Mekah suka minum-minuman keras,berjudi dan berzina sudah menjadi kebiasaan serta belomba-lomba didalam mencari kedudukan dan harta benda. Mereka telah dilenakan oleh kehidupan duniawi tampa ambil pusing soal kehidupan akhirat.

Bangsa Arab pada saat itu terpecah menjadi suku-suku (kabilah) yang saling membanggakan diri dengan suku mereka masing-masing (fanatik kesukuan). Suku-suku ini hidup secara bebas dan mempunyai aturan sendiri-sendiri. Sering terjadi pertikaian,berselisih paham sampai pada peperangan,yang disebabkan oleh hal-hal yang kecil. Akibatnya mereka tidak pernah memiliki kekuatan sampai sekarang,yang sebenarnya sangat besar kalau mereka bersatu dalam wadah Ukhuwah Islamiyah.

Bangsa Arab khususnya kaum Quraisy memandang diri mereka lebih mulia dan terhormat dari bangsa lainnya. Dalam suku Quraisy terdapat golongan yang juga saling bersaing untuk merebut pengaruh dan kekuasaan. Hal inilah yang membuat kaum Quraisy itu tidak mau tunduk dan patuh pada keluarga  Muhammad,yaitu dari bani Abdul Muthalib. Dengan hal ini pula kaum Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan.

Muhammad menjadi utusan Allah menginjak usia 40 tahun. Pada malam 17 Ramadhan (6 Agustus 610 M) diwaktu Beliau sedang berkontemplasi digua Hira’,Malaikat Jibril atas izin Allah datang membawa wahyu,dan menyuruh Beliau untuk melafazkan surat Al A’laq ayat 1-5 “ Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah dan tuhanmulah yang paling pemurah.Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak diketahuinya”.

Inilah wahyu pertama yang diturunkan kepada Muhammad SAW,yang juga ditandai penobatan Beliau menjadi Nabi sekaligus Rasul bagi seluruh umat manusia guna menyebarkan ajaran tauhid. Kejadian ini langsung diceritakan pada istrinya, Khadijah dan saat itu juga Khadijah mengimaninya. Dalam sejarah dialah orang pertama yang langsung menerima dan masuk Islam. Penobatan Muhammad menjadi Nabi dan Rasul juga dibenarkan oleh pendeta Nasrani yaitu Waragah bin Naufal.

Dua setengah tahun sejak pengangkatan Beliau menjadi Rasul turun wahyu kedua yang isinya terdapat dalam Qs Al Mudassir 1-7.” Hai orang-orang yang bergemul (berselimut),bangunlah,lalu berilah peringatan. Dan tuhanmu agungkanlah. Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh balasan yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah tuhanmu) bersabarlah”.

Dengan turunya wahyu kedua ini,maka menjadi jelaslah misi yang harus beliau laksanakan diantaranya. Mengajarkan kepada manusia tentang aqidah dan larangan menyembah selain Allah (berhala) dengan selalu memurnikan ketaatan tersebut, memberi kabar kembira kepada manusia yang selalu mentaati perintah Allah plus kabar duka kepada yang mengingkarinya. Selain itu mengajarkan pada segenap lapisan masyarakat tentang akhlak terpuji dan melarang membuat kemungkaran,mengajarkan hal-hal yang berkonotasi dengan amal ibadah,serta mengajarkan persamaan derajat sesama manusia dihadapan Allah SWT.

Kalau dilihat dari karakter dakwah Rasulullah waktu itu selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisi dalam lingkungan masyarakat Mekah,yaitu dengan sembunyi-sembunyi dan terbuka. Secara sembunyi-sembuyi diprioritaskan pada keluarga yang terdekat dibujuk untuk meninggalkan berhala. Diantara nama-nama yang lansung merespon dengan bijak adalah Siti Khadijah (istri Beliau), Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Harisah dan Abu Bakar Siddik.

Dijelaskan via Abu Bakar banyak orang yang memeluk Islam sehingga mereka mendapat gelar As Sabiqunal Awwalun,yaitu orang yang pertam-tama masuk Islam. Mereka semua langsung mendapatkan pengajaran dari Rasulullah secara sembunyi-sembunyi dirumah Arqam bin Abil Arqam dikota Mekah.

Melakukan dakwah dengan sembunyi-sembunyi berjalan selama tiga tahun,sampai turun wahyu berikutnya untuk menyiarkannya secara terang-terangan dan terbuka. Kisah ini terdapat didalam Qs Al Hijr – 94.” Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”. Atas dasar ayat inilah Beliau SAW mulai mendakwahkan Islam secara terbuka yang ditujukan kepada. Kerabat-kerabatnya,para penduduk Mekah baik yang bangsawan,hartawan,penguasa bangsa Quraisy sampai pada hamba sahaya.

Pada mulanya mereka beranggapan bahwa dakwah yang dilakukannya sebagai gerakan yang tidak memiliki dasar dan tujuan sehingga tidak akan bertahan lama sehingga tidak terlalu direspon,malah mereka semua menuduh Muhammad sebagai orang gila.

Pada masa perjuangan Rasulullah di Mekah banyak dari tokoh Quraisy yang menentangnya,sebut saja Abu Lahab dan istri serta para pengikutnya. Penghinaan, caci – maki, sumpah serapah sampai menyakiti secara fisik pun dialami Rasulullah SAW. Namun,Beliau tetap sabar dan tabah penuh konsistensi berada pada jalur kebenaran dan kejujuran,dengan terus memberikan tauladan dengan akhlaknya yang santun dan mulia.

Sikap inilah yang telah memberikan nilai lebih dan terbaik (is the best) pada beliau yang sangat mempengaruhi keyakinan orang-orang yang awalnya sangat antipati, menentang, mengintimidasi serta menteror,yang pada akhirnya berbalik dan tertarik pada ajaran yang beliau usung (ajaran tauhid).

Pertanyaanya,ditengah dekadensi moral dan akhlak yang tengah melanda negeri kita dari berbagai sisi kehidupan. Masihkah ada dalam sanubari kita niat untuk meneruskan perjuangan beliau SAW didalam segala lini kehidupan kita ? dengan senantiasa mempedomani dua pusaka yang ditinggalkanya ?. Atau,hanya menjadikan nama besar Beliau untuk kepentingan-kepentingan yang tidak jelas (politik misalnya).

Yang pasti profil Is The Best yang disandang Nabi akhir zaman ini tidak akan menginspirasi pada manusia-manusia yang jauh dari sifat akhlakul karimah yang telah dirintisnya. Personifikasi yang saban hari kita lihat adalah wajah-wajah yang penuh kepura-puraan yang dibungkus awan hitam kemunafikan dan kebohongan yang telah mereduksi nilai kemanusiaan,sosial dan kemasyarakatan selama ini.

Semoga Allah yang maha kuasa senantiasa memberikan rahmatnya kepada junjungan kita Rasulullah SAW dan selalu melindungi diri kita dan ajaran tauhid ini dari rongrongan setan-setan rakus bin serakah yang berwujud manusia. Amin ..

Penulis : Penggiat BKMT dan Pemerhati Masalah Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.