Menjauhi Sumber Permusuhan

Menjauhi Sumber Permusuhan. Rasulullah Saw pernah bertanya pada para sahabat. Tahukah kalian siapa orang yang muflis (bangkrut) dari umatku ?.Para sahabat menjawab ” mereka adalah orang yang tidak berharta. Rasulullah Saw meluruskan jawaban tersebut dengan bersabda. ” Orang yang bangkrut dari umatku adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala, shalat, puasa, zakat, haji dsb, namun dia juga datang dengan membawa dosa-dosa, karena ia pernah menghina orang lain.Suka menggunjing, mengadu domba, menyebar fitnah bahkan suka memakan harta orang lain secara bathil. Lantas pahala kebaikan yang ia miliki akan dialihkan kepada orang yang pernah disakitinya. Dan bila pahalanya telah musnah dan kesalahannya masih menumpuk, maka dosa orang-orang yang ia sakiti akan dibebankan kepadanya, hingga akhirnya ia dilemparkan keneraka jahanam.” ( Hr. Muslim ).

Hadis beliau Saw diatas menginformasikan pada kita umatnya untuk tidak mengsia-siakan amal ibadah dalam bentuk apa saja, biasanya hal ini akibat dari keburukan maupun prilaku tercela juga dalam bentuk apapun terus juga dilakukan. Ini jelas suatu perbuatan yang sia-sia bahkan bisa mencelakakan diri sendiri yang ujung-ujungnya adalah neraka didunia dan neraka diakhirat. Benar adanya, apa yang difirmankan Allah Saw dalam Qs Al Ashr ayat 1-3 yang menyatakan dengan sumpah-Nya (Demi masa, waktu), bahwa manusia itu selalu berada dalam kerugian, kesia-siaan bahkan kebodohan sampai pada ketololan, kecuali orang-orang yang selalu bercermin dan menghiasi dirinya dengan kekuatan iman dan amal shaleh dalam menciptakan habluminallah serta selalu melanggengkan saling menasehati (walaupun yang dinasehati itu tetap saja ingkar), tentang kebenaran dan kesabaran dalam berinteraksi dengan sesama umat manusia.

Dengan benar-benar memahami sepotong hadis Beliau Saw diatas, hendaknya setiap pribadi muslim harus bersedia menjauhi segala perbuatan yang melahirkan dosa diantaranya yang banyak berkembang sekarang ini adalah prilaku menggunjing, menyebar fitnah, bahkan sampai pada tingkat mengadu domba.Sifat ini adalah sifat yang dilatar belakangi Syaitan dan Iblis sebagai musuh yang nyata bagi umat Islam. Namun sayang peryataan inilah yang tidak dihiraukan oleh sebahagian manusia, suka memperturutkan hawa nafsu bahkan senang menciptakan berbagai sumber permusuhan. Jika didalam suatu majelis kelompok atau komunitas tertentu, apabila membicarakan sesuatu yang menguntungkan, maka suasana akan terasa asyik, itu adalah hal yang wajar dari setiap insan. Namun, ironisnya badan tiba-tiba terasa panas, kepala langsung tertunduk seakan-akan terpojokan tampa ada yang memojokkan, apabila pembicaraan mengarah pada persoalan sikap, akhlak, moral dan etika yang kian terkikis oleh gelombang ketamakan, egoisme, hedonis, sombong, suka, menggunjing, memfitnah, mengadu, domba, saling menuding diantara teman, (odong aia odong dadak, kawan tagalincia awak tagak, taeriang-eriang basipakkan banak). Ini jelas bahwa dalam hati, bahkan telah menjalar kepikiran, yang awalnya sebening kaca itu kini telah dikotori oleh debu dosa yang kian berkarat tampa ada sedikitpun usaha untuk membersihkannya atau mengevaluasinya.

Islam adalah ajaran yang bersumber dari keyakinan yang menuntut kejujuran hati dan pikiran yang bersih dari setiap pemeluknya. Islam bukan ajaran lain dimulut lain pula dihati (munafik), Islam adalah agama suci lahir dan bathin. Maka, orang-orang yang suci hatilah yang akan diberi nilai pahala dari Allah Swt. Prilaku yang sebenarnya dilatarbelakangi Syaitan dengan memanfaatkan hati dan pikiran manusia yang akhir-akhir ini sudah menjadi budaya. baik dirumah, dikantoran apalagi dipasar-pasar dan ditempat-tempat strategis lainya adalah prilaku suka menggunjing. Sifat ini selalu menunjuk keadaan terkini orang lain, dengan membicarakan dan mempersoalkan aib, cela atau keburukannya. Berggunjing atau gibah sangat dilarang keras dalam Islam, Sifat ini diibaratkan seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Begitu isi firman Allah didalam Qs. Al Hujarat ayat 12.

” Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ?. Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi maha penyayang. “

Bahkan Rasulullah Saw juga telah memperingatkan bahaya menggunjing ini melalui sabdanya ” Dari Abu Hurairah r.a dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda ” Barang siapa mencemarkan kehormatan saudaranya, maka Allah akan mencampakan kehormatan dirinya. Maka, Allah akan mencampakan api neraka melalui mukanya kelak pada hari kiamat “. (Hr.Tarmizi). Pada dasarnya orang yang suka menggunjingkan saudaranya adalah orang yang dalam hatinya telah diselubungi oleh prilaku syaitan dan merupakan penyakit hati yang paling berbahaya, bahkan nilai ibadahnya tidak ada sama sekali dimata Allah. Perbuatan menggunjing, gibah, hasad, iri dsb adalah perbuatan yang sangat dilarang keras dalam Islam, oleh karena itu hindarilah perbuatan ini pada semua kesempatan. Dan isilah waktu-waktu senggang dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, seperti memperdalam ilmu tentang keagamaan, mengoreksi diri sendiri, saling nasehat-menasehati dan bukan saling mencemoohkan diantara sesama. Prilaku menggunjing kalau terus dibiarkan berkembang dikhawatirkan akan menimbulkan dosa yang lebih berat lagi yaitu menyebar fitnah, dan inilah sumber permusuhan yang telah menyeret bangsa ini pada krisis moral dan etika..

Selain sifat diatas menyebar fitnah juga sangat dilarang keras dalam ajaran Islam. Berita/memberitakan kebohongan, desas-desus tentang seseorang yang dilatarbelakanggi oleh tujuan tertentu yang tidak baik dari seseorang kepada orang lain, kelompok yang satu pada kelompok yang lain dsb. Inilah fitnah, dosanya lebih besar dari pembunuhan (Qs Al Baqarah-217), . Fitnah atau menyebarkan fitnah hanya akan menimbulkan kekacauan dan sumber permusuhan yang telah banyak menghancurkan orang-orang terdahulu, bahkan sampai sekarangpun fitnah seakan sudah mendarah daging dalam diri kebanyakan manusia. Allah sangat marah dan benci terhadap orang yang suka memyebarkan fitnah, nerakalah yang pantas untuk orang-orang seperti ini. ” Dari Huzaifah r.a ia berkata Rasulullah Saw bersabda tidak akan masuk sorga orang yang suka menyebar fitnah. “(Hr Bukhari & Muslim).

Akhirnya, didalam usaha mencegah perbuatan-perbuatan yang melahirkan permusuhan terutama dalam diri umat Islam (Menggunjung, Menyebar fitnah, Mengadu domba dsb). Lebih dulu perlu dipelajari sumber dari ketiga prilaku syaitan tsb, karena prilaku ini dapat saja berkembang dengan mudah kalau penyakit hati seperti angkuh, dengki, kikir, syirik, sombong serta berbagai penyakit hati dan penyakit masyarakat lainnya masih juga bercokol dalam sanubari setiap manusia. Hal ini sangat urgent untuk ditelaah ulang, karena sering kali ucapan dan tingkah laku yang seperti ini menyeret manusia kejalan yang salah, ucapan-ucapan yang sembrono dan menyinggung perasaan orang lain. Rasul Saw bersabda ” Bahwa menyebar fitnah, mengadu domba maupun, menggunjing itu juga dapat timbul karena kebodohan sudah merajalela, ilmu pengetahuan telah dicabut, karena tidak menghargai ilmu pengetahuan itu sendiri dan akhirnya banyak terjadi kekacauan yang bersumber dari permusuhan yang tidak berkesudahan. “

Semoga Allah selalu membimbing kita kejalan yang diridhainya dengan selalu berusaha untuk menjauhi segala perbuatan yang melahirkan permusuhan. Insya Allah. [ Terbit Pada Harian Haluan, Pada Tanggal 29 Julil 2007 ]

Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan Tinggal di Padang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.