Memaknai Hijrah dan Taubat

Memaknai Hijrah dan Taubat. Memaknai Hijrah (rohani) sangat mendesak dilakukan. Sejarah mencatat hijrah seorang remaja Arab bernama Umar Ibnu Khatab. Dia pemuda gagah perkasa berusia tiga puluh tahun, bangunan fisiknya kuat dan tegap, hidupnya ditandai emosi dan cepata naik darah. Kesenangan harian pemuda tersebut adalah foya-foya dam minum-minuman keras yang memabukkan. Dari kalangan Quraisy dialah yang tanpa ragu memenggal batang leher pengikut Muhammad SAW, dan menyiksa keluarganya sudah dapat dikatakan waktu itu “Aku Jazirah Arab ini” semuanya harus mematuhi saya tidak terkecuali penguasa tanah Jazirah Arab.

Bermodalkan kekerasan dan keserakahan Umar Ibnu Khatab sang diktator tanpa pendidikan itu sedang disibukkan mencari yang mulia Muhammad SAW. Guna untuk dipenggal kepalanya karena dia telah berani menyerang berhala-berhala sembahan yang dinilai tinggi yang dinamakan Latta dan Uzza. Ditengah perjalanan bertemu dengan Nu’im dan Abdullah. Setelah diketahui dan faham maksudnya Nu’im berkata : “Umar engkau menipu diri sendiri. Kau kira keluarga Muhammad SAW membiarkna kau meraja lela begini? Sudah engkau bunuh Muhammad SAW? Tidak lebih baik kau pulang saja kerumah dan perbaiki keluargamu sendiri?” (Muhammad Husin Haikal).

Didapati di rumah Fatimah saudara kandung sendiri beserta Zaid suaminya Fatimah sudah dulu masuk Islam. Diketahuinya Islam Fatimah yang sedang membaca Al-Quran. Umar Ibnu Khatab menegur secara kasar telah jadi kebiasaannya hingga menghantam Zaid juga adiknya Fatimah sampai mengeluarkan darah segar. Demi kemuliaan Kitab suci Al-Quran sedang dibaca Fatimah, Allah SWT berkehendak lain, karena bacaan itu langsung didengar Umar Ibnu Khatab bergetar dirasakan hatinya. Ada sesuatau luar biasa dan Agung belum pernah diterimanya selama ini yakni petunjuk turun dari Allah SWT. Iman Islam dan Ihsan.

Umar Ibnu Khatab seketika itu merasakan manisnya ajaran Al-Quran dan Islam telah diterimanya membawanya kepada suatu perubahan dalam hatinya begitu luhur dan agung langsung dia menuju ketempat yang mulia Muhammad SAW, di Shafa, menyatakan dirinya masuk Islam (hijrah rohani) dan bertaubat dari agama lamanya menyembah Latta dan Uzza kepada mengucapkan dua kalimat Syahadat dan sekaligus menetapkan dalam hatinya Allah Tuhanku Muhammad SAW Nabi ku dan aku redha agama ku Islam. Menyimak sejarah Umar Ibnu Khatab telah hijrah rohani dan bertaubat menetapkan hanya Islam agamaku dihadapan yang mulia Muhammad SAW. Sebagai utusan Allah SWT.

Yang selama ini rohaninya memusuhi secara gencar Islam berbalik arah pengikut Muhammad SAW. Dalam perjalanan hidup kedepan Umar Ibnu Khatab jadi Khalifah sangat dikagumi Umat Islam. Taubat Uamr Ibnu Khatab selama ini musuh Islam sangat keras dan musuh utama Rasul SAW, dia benar-benar bertaubat dari kesalahan selama ini : “Maka jika mau bertaubat itu adalah lebih baik bagi mereka dan jika mereka berpaling niscaya Allah akan mengazab mereka dengan yang pedih diduniadan di akhirat dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi”. (Q.S. At-Taubah : 74)

Pada suatu pertemuan Umar Ibnu Khatab sesame sahabat dan lainnya diwaktu itulah Khalifah Umar Ibnu Khatab secara musyawarah menetapkan pertama tahun baru hijra, yakni dihitungnya dari hijrahnya Rasul SAW, ke Madinah. Sudah hitungan empat belas abad sampai sekarang, (1429 Hijriah) 2008 M. hikmah perjalanan kisah pemuda padang pasir Umar Ibnu Khatab itu dia telah berhijrah dan taubat dari perbuatan selama ini menyesatkan dirinya sendiri selanjutnya pegangan hidupnya adalah Iman, Islam dan Ihsan.

Bila mau menyimak dilapangan yang terjadi ditengah kehidupan masyarakat sekian banyaknya kekejaman penipuan kurang mengamalkan moral mulia yang di ajarkan Al-Quran seakan-akan hidup tanpa hukum yang benar semakin terpinggir Allah menegaskan :” Telah lahir kebinasaan di laut dan di darat”. (Q.S. Ar-Ruum : 41). Sebaiknya belum terlambat merasa berdosa secepatnya mengamalkan apa yang di amalkan Khalifah Umar bin Khatab yakni berhijrahdari menyembah berhala kepada menyembah Allah SWT, dan mentaati Rasul SAW. Juga bertaubat dari dosa dan noda diperbuat selama ini.

Inilah arti memaknai hijrah dan taubat kepada Allah SWT. Dan mentaati Rasulullah SAW…( berbagai sumber : Bakhtiar Khatib )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.