Kunci Beramal Saleh

Kunci Beramal Saleh. Setiap muslim tentu saja mendambakan kebahagiaan tidak hanya bahagia di Dunia tetapi juga di akhirat. Namun hal itu harus dicapai tidak dengan mengandalkan doa tetapi dituntut dengan usaha sungguh dalam kehidupan di dunia ini yaitu dengan amal saleh yang banyak. Allah berfirman : “ barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami balas kepada mereka dengan pahala yang lebih dari apa yang mereka kerjakan”. (Al-Quran).

Pada ayat lain Allah menjelaskan : “ Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadat kepad Tuhannya”. (Q.S Al-Kahfi :110). Seseorang muslim telah melakukan amal saleh dengan sebanyak-banyaknya maka dia akan memperoleh kesempatan untuk bisa berjumpa kepada Allah nikmat nomor satu sesudah masuk surga ketegasan ayat di atas. Sangat penting dan dituntut mengerjakan amal saleh dalam menjalankan roda kehidupan ini, manusia sebaiknya berusaha jangan sampai amal yang telah dikerjakan itu jadi sia-sia tak berguna disis Alla SWT. (amal ditolak Allah).

Sesungguhnya setiap individu harus memahami prinsip dan kunci beramal saleh dan berusaha mewujudkan pada kehidupan yang dijalani. Secara ringkas ada lima amal saleh perlu mendapat perhatian sungguh:

(1). Ikhlas karena Allah.

(2). Benar cara melaksanakannya.

(3). Tujuan yang hendak dicapai adalah ridha Allah SWT.

(4). Tidak terasa sudah banyak amal saleh yang dikerjakan.

(5). Sesegera mungkin melaksanakannya.

Ikhlas karena Allah SWT… ke Ikhlasan merupakan dasar dari amal seorang muslim dan tanpa ke Ikhlasan itu amal apapun yang dikerjakan manusia meskipun baik dan banyak bukan amal-amal saleh namanya dan tidak ada nilai pahal sedikit pun dari Allah SWT. Meskipun dimata manusia di anggap telah melakukannya, amal saleh yang banyak. Karena itu ke Ikhlasan dalam beramal sangat ditekankan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya : “ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agam dengan lurus “. (Q.S. Al-Bayyinah : 5).

Benar cara melaksanakannya. Seseorang yang melaksanakan suatu kebaikan harus melaksanakannya dengan cara-cara yang benar sebagaimana yang telah di contohkan Rasulullah SAW. Shalat misalnya harus dilaksanakan sebagai contoh dari Rasulullah SAW. Sebaliknya tidak dinilai amal saleh. Didalam sebuah hadis Rasul SAW. Menegaskan : “ Barang siapa mengerjakan sesuatu amal dalam urusan (agama) seseorang yang bukan dari ajarannya maka tertolak”. (H.R. Muslim).

Tujuan yang hendak dicapai adalah ridha Allah SWT. Bukan maksud-maksud lain seperti tujuan dari manusia, harta, tahta dan sebagainya. Sangat fatal dalam amal saleh adanya riya (ingin mendapat pujian manusia) sangat tidak dibenarkan oleh Allah SWT. Berfirman : “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) dari shalatnya orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan barang berguna) “. ( Q.S. Al-Maa’uun : 4-7).

Sikap seseorang muslim terus berusaha mencari ridha Allah SWT, juga dengan pertanda senang hati, ringan berkorban meskipun dengan jiwanya sendiri (Al-Baqarah : 207).

Tidak terasa sudah banyak amal. Artinya tidak terasa sudah banyak amal shaleh yang dilakukan hal ini karena semakin banyak nilai amal shaleh yang dibawa maka manusia, seseorang akan semakin dnilai bertaqwa kepada Allah SWT. Terus menjadi orang yang paling mulia di sisi Allah. “Sesungguh-sungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang bertakwa di antara kamu “. (Q.S. Al-Hujuraat :13).

Sebaiknya seorang muslim, jangan rasakan sudah banyak amal shaleh, tindakan demikian pemacu terus memperbanyaknya, sifatnya sangat penting bagi kehidupan seorang muslim. Apalagi Allah SWT sendiri tidak menetapkan beberapa banyak nilai pahala dan amal shaleh yang harus dibawa agar bisa dimasukkan kedalam surga, artinya semakin banyak pahala tentu semakin terasa nikmat kehidupan seseorang di akhirat kelak.

Segera mungkin melaksanakannya. Yang jadi prinsip dari amal shaleh yakni sesegera mungkin melaksanakannya dalam hidup ini, berarti seseorang muslim yang sejati tidak suka menunda-nunda amal apalagi soal umur memang sungguh tidak tahu. Diantara sahabat Rasul yang tidak mau menunda-nunda amal shaleh adalah Muadz bin Jabal, ketika ditanya oleh Rasul, tentang bagaiman keadaannya pada suatu pagi Muadz menjawab : “Ya Rasul SAW, saya pagi ini betul-betul merasa menjadi orang beriman karena saya tidak yakin apakah nanti sore saya masih hidup atau tidak, dan nanti sore pun saya tidak yakin apakah besok pagi masih hidup atau tidak bahkan langkah saya yang pertama tidak tidak saya yakini bisa dilanjutkan ke langkah kedua”.

Sikap demikian seseorang muslim selalu terbayang pada kematian yang membuat dia tidak berani menunda-nunda amal shalehnya. Lima prinsip beramal shaleh tersebut diatas juga perlu dipahami lagi yakni Iman. Iman memang tidak cukup sekedar pengakuan, tetapi Iman dan amal shaleh muslim mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia akhirat. (Al-Baqarah : 201). Inilah arti peran kunci beramal shaleh ( berbagai sumber : Bakhtiar Khatib )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.