Jangan Suka Menggunjing

Jangan Suka Menggunjing – Islam sebagai agama damai sangat mengutamakan dan sangat menghargai akan nilai dan eksistensi dari keberadaan manusia dipermukaan bumi ini. Allah sangat memuliakan manusia selama manusia itu tetap berada dalam jalur kebenaran yang diperintahkan-Nya. Sebakiknya, kalau manusia itu suka ingkar, merendahkan martabat sesamanya dan melakukan sikap yang mengarah pada pelecehan atau penghinaan terhadap kedudukan mulia yang telah diberikan-Nya itu.

Manusia hidup memiliki tanggungjawab, setelah ajal pun tanggungjawab itu akan dipertanyakan lagi di pengadilan Allah. Semua organ tubuh kita akan dituntut pertanggungjawabannya atas segala perbuatan yang dilakukannya, seperti mulut, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, pemikiran bahkan hati. Digunakan untuk apa saja selama diberi massa didunia oleh Allah Taalla. Al Quran mengajarkan untuk tidak mengikuti jalan sementara jalan tsb sama sekali tidak diketahui tentang benar atau salahnya, kalau dipaksakan juga maka yang akan lahir adalah kesesatan yang bersumber dari kesesatan itu sendiri.

“ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Qs Al Isra-36). Jelas, ayat diatas memberikan penjelasan bahwa seluruh anggota tubuh yang kita punyai sekarang ini akan ikut berbicara memberikan kesaksiannya.

Maka, manfaatkanlah pemberian Allah tersebut kejalan yang ditunjukan-Nya, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi amaliah bagi diri sendiri dan akan memberi manfaat pada orang lain. Bersabda Rasulullah Saw .” Khairulnas Anfauhum lilnas. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling berguna untuk sesama manusia.” (Hr. Bukhari).

Memang didalam menjalani kehidupan ini sangat rentan dengan berbagai pertentangan, persaingan, ketidak cocokkan, egois dan tidak menerima kebenaran bahkan konflikang memicu pertentangan yang semakin kuat. Namun, bagi orang beriman dan berfikir dijadikannya semua itu  suatu bentuk ujian yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya.

Sabar, konsisten dan pendirian yang teguh serta tawakal adalah jalan yang diajarkan Islam. Namun sangat kita sayangkan hal diatas menimpa orang yang masih labil dan kurang memahami arti persaudaraan. Maka kecendrungan untuk melakukan hal-hal yang kurang terpuji yang biasanya dilatar belakangi oleh sesuatu yang membuatnya tersudutkan. Seperti dalam bekerja, berdagang, rumah tangga maupun dalam masalah sosial, kemasyarakatan dan politik.

Prilaku  kurang terpuji tampa kita sadari sudah melekat kuat dalam pribadi kita. Orang ini biasanya kalau belum melakukan hal seperti ini seperti menggunjing dalam hal dan bentuk apapun terasa kesehariannya belum sempurna.

Padahal Al Quran dan hadis Rasulullah Saw telah menerangkan akibat dari prilaku menggunjing ini, salah satunya terdapat dalam Qs Al Hujarat- 12.” Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya kebanyakan dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.

Dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ?. Maka, tentulah kamu merasa jijik kepadanya, dan bertaqwalah kepada Allah.sesungguhnya Allah maha penerima tobat lagi maha penyayang.” Ayat ini secara gamblang mengatakan bahwa perbuatan menggunjing dan suka berprasangka jelek sama dengan seorang kanibal yang doyan akan daging saudaranya sendiri naudzubillah.

Dikarenakan Islam memandang keberadaan manusia itu sangat mulia dari makhluk lainnya.maka, prilaku menggunjing ini sangat dilarang keras. Membicarakan atau mengembar-gemborkan aib dengan tujuan agar kehormatan diri seseorang tercemar, itulah yang dinamakan gunjingan. Pada dasarnya penggunjing, penghasud adalah orang-orang yang tidak mampu untuk menjalankan atau mengerjakan sesuatu, sementara keinginan hatinya terus mendorong untuk mendapatkan sesuatu tersebut.

Biasanya para penggunjing, penghasud tidak sadar dengan kemampuan yang dimilikinya dan tidak mau mengakui kelemahannya dan kesalahannya. Yang akhirnya lahirlah sifat hasud, iri maupun dengki yang diakhiri dengan upatan dan caci-maki. Akibat dari memelihara prilaku ini tidak saja merugikan pada pihak lain, namun tampa disadarinya telah membuka aib dan kelemahan dirinya sendiri.

Bersabda Rasulullah Saw. ” Dari Abu Darda Ra, dari Nabi Muhammad Saw beliau bersabda.” Barang siapa yang mencemarkan kehormatan saudaranya, maka Allah akan mencampakkan kehormatan dirinya, maka Allah akan mencampakan api neraka melalui mukanya nanti pada hari kiamat.” Nah keterangan hadis Beliau Saw diatas memberikan sinyalemen betapa meruginya para penggunjing, didunia dirugikan dengan pembicaraan dan pekerjaan yang sia-sia, diakhiratpun akan dijilat api neraka.

Oleh karena itu jauhilah prilaku yang satu ini pada semua tempat dan kesempatan, perbanyaklah mengingat Allah (Dzikir) dan selalulah mencari kesibukan yang bermanfaat, bukan malah sebaliknya, menyibukkan diri dengan mengorek-ngorek kesalahan dan aib orang lain, sehingga lupa dengan aib dan kekurangan diri sendiri

Umat Islam khususnya harus mampu menerapkan prilaku terpuji, berakhlak mulia dan berusaha terus didalam mengisi pundi-pundi amal dalam semua keadaan dan waktu yang diberikan Allah. Jauhilah sifat suka menggunjing, memfitnah, hasud, mengadu domba dsb. Karena sifat-sifat ini hanya dimiliki oleh syaitan dan iblis yang merupakan musuh utama umat Islam.

Namun, sayang hal tersebut sering kali tidak disadari oleh kebanyakan manusia, sehingga tidak sediki dari manusia itu yang telah berhasil diseret syaitan dan iblis kedalam jerat dan perangkapnya. Jerat dan perangkap syaitan dan iblis tsb tidak akan terbuka selama diri tidak mau membuka pintu hati pada kebenaran, yang ada dalam Islam. Mulailah untuk mentauladani Nabi kita Muhammad Saw yang senantiasa terjaga/dijaga akan kesucian hatinya dari penyakit hati sekecil apapun.

Rasulullah Saw sendiri sangat mengecam orang yang suka menghasud dan menggunjing sebagai orang yang paling buruk prilakunya. “ Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang manusia yang paling buruk prilakunya diantara kalian?. Yaitu, orang yang berjalan di muka bumi Allah ini  dengan sombong, suka menggunjing dan menghasud, suka merusak dan memutuskan hubungan sah orang lain dan suka membeberkan aib orang yang tidak bersalah.” (Hr. Ahmad dan Hambal).

Jadi, kalau ada sifat-sifat seperti yang Beliau sabdakan diatas bersarang dalam hati kita, maka lepas dan buanglah sejauh-jauhnya, karena tidak ada manfaatnya sedikitpun pada diri, selain mengundang musuh dan pertengkaran antar sesama manusia ditambah lagi Allah sangat membenci akan keadaan ini.

Jangalah suka menggunjing atau memelihara penyakit hati karena sifat ini akan memakan habis semua amal ibadah yang kita kerjakan selama ini. Jangan terlalu berlebihan didalam mencurigai orang lain, karena kecurigaan yang berlebihan akan melahirkan fitnah, dan fitnah seperti yang kita ketahui lebih kejam dari pembunuhan (hadis).

Tanamkanlah sifat ramah dan lemah lembut apabila berbicara dengan sesama manusia, menjauhi sifat sombong dan pongah apabila berhadapan dengan orang yang dibawah kita dan jangan pernah membangga-banggakan diri atas sedikit nikmat Allah yang telah diberikan-Nya. Bila kita semua masih ingin mendapatkan rahmat, taufik, karunia serta perlindungan dari Allah dunia dan akhirat. Maka segala bentuk perbuatan buruk apapun bentuknya harus ditinggalkan camkanlah. Allah Hu A’llam. [ Penulis : Pemerhati Masalah Sosial Keagamaan ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.