Islam Jembatan Kebaikan Abadi

Islam Jembatan Kebaikan Abadi. Seseorang dapat dikatakan baik bila menjadikan Islam jembatan kebaikan abadi, tingkah laku dan perbuatannya dapat dimanfaatkan dan ditauladani orang lain, bukan sebaliknya merugikan dan menyengsarakan orang lain, ibarat jelatang buahnya bermiyang, mengata menyusahkan untuk siapa yang menyentuhnya artinya fitnah dimasyarakat.Rasulullah SAW Bersabda: “ Orang Islam ialah orang yang selamat dengan perbuatan dan perkataannya “.(H.R. Bukhari).

Hadis diatas seseorang Muslim harus melakukan perbuatan baik atau karya baik yang bermanfaat bagi orang lain. Kata-kata yang keluar dari mulutnya menimbulkan kesejukan dan ketentraman bagi yang mendengarnya. Dan sangat membenci kata-kata yang berbentuk fitnah, apalagi mengadu domba orang lain, sehingga menimbulakn bencana. Sebagai Muslim dia tetap menjaga hubungan baik antar dia dengan Sang Maha Pencpta dan antara dia dan sesama umat, apapun yang dia kerjakan dan apapun ungkapannya menimbulkan ketentraman bagi orang banyak. Inilah tipe manusia Muslim yang diharapkan masyarakat. Selaku Muslim yang baik dia selalu meningkatkan keimanannya serta ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan mantapnya keimanan dan ketakwaan kepad Allah SWT. Dia akan lebih sabar akan fungsinya sebagai makhluk sosial yang tidak hanya memikirkan dieri sendiri, melainkan juga untuk masyarakatnya. Sebagai Muslim dia juga harus mampu menjaga dan memupuk persatuan sesama dan menjaga silaturahmi dengan siapapun juga karena hal itu esuai dengan tuntutan agama yang diperintahkan agar dia meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Firman Allah SWT, dalam surat An-Nisa’ ayat 1 menyatakan :

” Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari seorang diri dan daripadanya Allah ciptakan pasangannya (istri) dan dari keduanya Allah memperkembangkan laki-laki dan perempuan yang banyak . dan bertakwalah kepada Allah dengan menyebut nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Dari ayat diatas jelas Allah SWT. Memerintahkan umat menjaga silaturahmi dan menjaga persatuan sesama manusia dan tetap meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam kondisi dunia saat ini, umat sudah mulai terpecah belah dan tidak lagi menjaga hubungan silturahmi dengan baik, bahkan sudah saling menghujat dan juga sudah ada saling membunuh.

Persatuan umat yang selama ini dibanggakan kini mulai menampakkan porak-poranda. Hal itu disebabkan tingkat keimanan dan ketakwaan mulai menurun. Bahkan pada beberapa kelompok masyarakat sudah terjadi adanya kerusakan moral dan etika yang sangat menggangu silaturahmi yang dipelihara selama ini.

Dalam surat Al-Araf ayat 96 Allah SWT, mengingatkan. ” jika sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi”.

Firman-Nya itu memberikan peringatan agar sebagai umat Islam yang beriman dan bertakwa dimana pun berada tetap melaksanakan perintah dan menghentikan larangan-Nya jika tidak ingin di murkai-Nya.

Perpecahan dan perumusan antar umat bahkan krisis ekonomi dan mungkin sebentar lagi krisis pangan merupakan ”lampu kuning” dari Allah SWT.Untuk itu sebagai umat muslim segera kembali kejalan yang benar yaitu yang diridhai-Nya seehingga sebagai orang Islam harus menjadi orang yang mampu menjadikan Islam jembatan kebaikan abadi baik didunia maupun di akhirat kelak ” Dan diantara mereka ada orang yang mendo’a :

” Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (Q.S. Al-Baqarah :201).

Kebaikan didunia. Seseorang bila dalam bertindak dan berbuat selalu menyadari dia adalah pelaksana dari dorongan Iman dan Amal di anuggrahkan Allah SWT. Terhadapnya bukan bertindak atas kehendak nafsu yang selalu condong untuk mengiring ke jurang kejahilan atau ke sesatan dan celakaan hingga mengingkari kebenaran, maunya menang sendiri, gembira di atas penderitaan orang lain, artinya jangankan membantu orang miskin, malah dia bergembira ria, itulah gambaran kehendak hawa nafsu.

Kebaikan di akhirat. Jelas ditentukan oleh iman dan amal selama hidup di dunia dalam arti iman dan amal semasa di dunia melaksanakan ecara ikhlas bukan karena kehendak yang lain (riya), sombong dan lain sebagainya. Iman dan amal ikhlas inilah jadi jembatan ke Surga Allah SWT. Abadi di dalamnya. Semoga. (berbagai sumber)…(bk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.