Ia Akan Datang Tiba–Tiba. Apakah itu ?

Ia Akan Datang Tiba–Tiba. Apakah itu ?. Itulah hari kiamat. Bagaimana keadaan manusia waktu itu ?. Qs Al Hajj :1-2 memberi penjelasan “ Hai manusia bertaqwalah kepada tuhanmu, sesungguhnya hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat goncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah segala kandungan segala wanita yasng hamil. Dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras “.

Goncangan hari kiamat, di jelaskan akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat yang disandarkan pada kejadianya, yang juga merupakan salah satu bukti akan terjadinya. Setiap manusia tidak bakal aman dan terlindungi terutama saat datangnya hari yang menakutkan dan mengerikan itu, kecuali mereka yang senantiasa mengenakan pakaian taqwa. Dengan pakaian taqwa tersebut berarti mereka mengasihi dan menyayangi dirinya . Dan dijelaskan pula setiap wanita yang menyusui anaknya ditinggalkan adalah, suatu gambaran adanya sesuatu yang sangat besar, begitu juga umat manusia seluruhnya dalam keadaan mabuk padahal mereka tidak mabuk. Hal ini terjadi akibat azab Allah yang sangat dahsyat, yang berimbas pada kehilangan daya pikir, ingatan dan akalnya sendiri tidak berfungsi sama sekali. (Qadly Baidlawi). Pada prinsipnya hanya Allah yang maha mengetahui tentang hal-hal yang gaib dan soal kehidupan alam akhirat, termasuk hal ikwal hari kiamat ini. Hal ini diterangkan melalui hadis Rasulullah Saw. “ Bagi Allah kunci perkara yang gaib itu ada lima. Pengetahuan tentang hari kiamat, menurunkan hujan, mengetahui apa yang terdapat didalam rahim, seseorang yang tidak tahu apa yang diperbuatnya esok hari dan mengetahui dibumi mana seseorang itu akan menemui ajalnya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mendengar “. ( HR. Bukhari ).

Bagi umat Islam yang memiliki dasar agama sudah seharusnya memahami bahwa yang ada di bumi ini suatu saat pasti akan binasa, dan yang akan tetap kekal abadi hanyalah zat Allah. Bahkan malaikat maut yang diberi amanah mencabut nyawa, akan mencabut nyawanya sendiri setelah semua yang diamanahkan Allah kedia selesai. Namun, kenapa dari kebanyakan umat manusia selalu lalai bahkan tidak menghiraukan apa-apa yang menjadi perintah Allah Ta’alla. Bahkan ada beberapa kenikmatan yang dilimpahkan-Nya kepada makhluk yang bernama manusia itu yang sering disia-siakan dalam keseharian. Diantaranya nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan waktu. Manusia selalu lupa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, lalai dan tidak berkeinginan sama sekali untuk meningkatkan amal ibadah setinggi mungkin dalam kelapangan yang diberikan-Nya. Padahal telinga yang berfungsi untuk mendengar sangat sering sekali diperdengarkan dari berbagai sumber informasi keagamaan, bahwa hidup ini adalah ladang untuk menanam&mengumpulkan amaliah sebanyak-banyaknya sebagai modal untuk kehidupan akhirat nan abadi.

Setiap muslim harus meyakini bahwa kiamat itu akan datang secara tiba-tiba, tempat untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan akan dibentangkan tiupan sangkakala akan diperdengarkan, segala bentuk perbuatan baik&buruk akan di perlihatkan. Dan sebelum itu ada kematian yang pasti akan datang menjemput setiap jiwa ia juga bakal datang secara tiba-tiba. Jelasnya, salah satu fase menuju alam akhirat adalah terjadinya kiamat suqra (kematian perindividu&kelompok) maupun kiamat kubra (kematian masal) yang kedatangannya secara mendadak, ditandai dengan tiupan sangkakala yang merupakan tugas dari Malaikat Israfil pertanda hancur leburnya alam semesta ini. Kalau kita kembali merenungi sudah tidak terhitung lagi jumlahnya mulai dari Nabi Adam As sampai hari ini, jiwa manusia yang melayang dengan berbagai macam sebab musababnya, mulai dari banyaknya bentuk kecelakaan (laut, darat maupun kecelakaan udara yang sampai kini masih belum terselesaikan) sampai pada bentuk yang kecil bahkan diluar logika, itulah maut tidak memandang tempat dan waktu, sebahagian isi perut bumi ini darat dan lautan sudah menjadi kuburan buat mereka.

Mengerikan dan menakutkan itulah gambaran kematian, sebuah syair yang dikutib dari Al Hafizh Al Hakamiy yang terkenal menyatakan. “Aku sadar betul kematian dan peristiwa-peristiwa dibelakangnya. Siapapun tidak akan bisa berlepas darinya pasti akan melaluinya, kematian akan menyingkap semua tabir hingga tak satupun menjadi samar. Kubur bisa jadi sebuah taman Sorga, dan bisa juga sebagai galian Neraka. Jika ia baik, maka setelahnya ada kenikmatan yang tiada tara dari Allah. Namun, jika ia jahat maka setelahnya adalah kesengsaraan yang jauh lebih dahsyat dan menakutkan.

Dalam syairnya diatas Al hafizh Al Hakamy menuturkan pesan bahwa semua umat manusia sedang berjalan, mengendarai kendaraan kematian menuju kepada kematian itu sendiri. Dengan selalu mengingat Allah para pendosa bisa insaf dan mau bertaubat, sayangnya dengan iktibar kematian dengan berbagai bentuk ini, masih banyak yang berlaku tidak peduli sehingga mereka terus larut dalam laku maksiatnya. Yang pasti ia akan datang secara tiba-tiba, itulah kematian dan hari kiamat, dan hal ini bukan sekedar wacana. Orang-orang yang selalu ingkar dan kufur terhadap seruan Allah sering kali mengangap dua kejadian diatas hanya sebagai fenomena alam semata. Malah mereka berfikir peristiwa maha dahsyat dan menakutkan itu bisa disaksikan dan dilalui begitu saja, dan akan tetap pada kekafiran dan kekufurannya.

Padahal Allah yang maha pandai telah mengambarkan tentang kejadian itu yang dipaparkan dalam ayat-ayatnya Al Quran, diantaranya Qs Al Qariah ayat 1-11 “ Al Qariah (hari kiamat) apakah hari kiamat itu ?. Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang berterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu-bulu yang dihamburkan. Dan adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu ? (yaitu) api yang sangat panas “. Sedangkan didalam Qs Yasin ayat 49-50 dijelaskan lagi “ Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak kuasa membuat satu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali pada keluarganya “. Tafsir memberi penjelasan bahwa suara tiupan sangkakala yang perdana yang menghancurkan bumi ini dan seterusnya diikuti dengan tiupan yang kedua untuk membangkitkan manusia yang telah meninggal dari alam kuburnya masing-masing.

Allah Swt menginformasikan bahwa hari kiamat itu akan menyeruak secara tiba-tiba tidak akan diungkapkan hari, tanggal dan jam berapa terjadinya. Oleh karena itu janganlah menunggu datangnya hari tua, baru menyibukan diri untuk mempersiapkan bekal ke akhirat ( Lah gaek nan kok takana jo surau). Dan jangan mempersembahkan sesuatu yang sisa untuk Allah. Sisa waktu, sisa umur, sisa uang, sisa tenaga dsb. Sangat merugi kalau kita menghadap Allah Aza Wajalla dalam situasi dan kondisi seperti itu.

Dan lebih menakutkan lagi ketika kita sedang enak-enakan santai, berfoya-foya, hura-hura dengan segala kemewahan dunia, dan mungkin tampa kita sadari kiamat itu datang, dan jelas penyesalan ketika itu tidak ada artinya sama sekali. Jelas yang membedakan antara mukmin dengan kafir adalah soal keyakinan, mereka orang kafir memang sependapat bahwa dunia ini akan hancur, namun mereka akan tetap pada kekafiran dan kekufuran. Sedangkan orang mukmin sejati akan selalu mempersiapkan segala bentuk amalan sebagai bungkusan untuk dibawa kepada kehidupan yang hakiki ( akhirat). Malah Rasulullah Saw memerintahkan kita sebagai umatnya untuk selalu berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, yang akan banyak membantu dalam proses berhisab nantinya.

Beliau Saw bersabda “ Kelak dihari kiamat ada empat jamaah diantar langsung kedepan pintu sorga tampa melalui proses hisab apalagi siksa.

  • Orang alim yang mengamalkan ilmunya.
  • Haji mabrur yang tidak berbuat kerusakan atas ibadah hajinya.
  • Pejuang syahid yang tewas dimedan perang membela agama Allah.
  • Dermawan yang memperoleh hartanya dengan usaha halal dan membelanjakannya untuk kepentingan syiar agama Allah (Fisabilillah) tampa ada rasa ria (ikhlas).”

Serta sebuah ungkapan dari Al Hasan Ra dia mengatakan “ Kelak di hari kiamat tinta ulama bersaing dengan darah syuhada dalam hal timbangan, ternyata tinta ulama mengungguli darah para syuhada “. Lalu bagaimana dengan tinta para penulis yang banyak mengupas masalah sosial keagamaan dsb ? Hanya Allah Yang tahu.

Dikarenakan kedatangan maut dan hari kiamat itu secara tiba-tiba, sementara kebanyakan dari umat manusia tidak sedikit yang memiliki keyakinan yang masih goyah dan rapuh. Maka, Allah Yang maha tahu menurunkan syariat Islam guna mewujudkan nilai-nilai sosial, agama dan kemasyarakatan yang mulia, dengan harapan akan melahirkan rasa keadilan, ukhuwah, rasa solidaritas yang tinggi, kasih sayang dsb. Dengan terus mengupayakan meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah pada Allah, dan pergi meninggalkan dunia dengan segala kesumpekannya ini dengan khusnul khatimah. Allahu A’llam. [ Terbit Pada Harian Haluan, Pada Tanggal 19 Januari 2007 Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan Tinggal di Padang ]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.