Hati Cahaya Pada Kehidupan

Hati Cahaya Terang pada Kehidupan Manusia. Hadis rasulullah SAW. ; “Ingatlah bahwa dalam tubuh itu ada sekeping hati, apabila daging itu baik, baiklah seluruh tubuh itu. Dan apabila ia rusak, tusaklah semua tubuh itu. Daging itu adalah hati “. Dilapangan ditemui ada orang baik-baik ada juga orang-orang jahat. Orang yang berlaku baik itu adalah pertanda hatinya suka menolong orang terlebih dalam kesusahan. Bila orang berhati baik itu sempat jadi pimpinan dia selalu memikirkan untuk perbaikan nasib menimpa rakyatnya secara benar dan jujur dengan nawaitu ikhlas kerja adalah ibadah.

Khalifah umar berkata : “ Sekiranya rakyat saya kelaparan saya terlebih dahulu merasakan lapar. Apabila rakyat saya kenyang saya yang paling terakhir menikmatinya”. “Orang yang baik itu ada manfaatnya terhadap orang lain “. (Hadis). Tindakan orang yang mempunyai hati jahat kesenanganya menang sendiri, orang lain tak ambil peduli yang jelas dia selamat secara sendirian. Lebih jahatnya lagi tindakannya orang berhati jahat itu adalah tidak mempedulikan orang miskin dan bergembira riya diatas penderitaan orang lain. Menurut orang tasauf. Ada nurullah (cahaya) Allah yang di izinkan sampai ke hati dan cahaya Allah yang di izinkan masuk menempati hati. Sesungguhnya cahaya Allah menempel pada bagian luar hati adalah sifat manusia yang telah menjadi muslim yang belum konsentrasi sepenuhnya kepada Allah. Pikirannya belum utuh tertuju kepada Allah masih mudah terpengaruh oleh lingkungan dan alam sekitar. Dan tindakan kesehariannya kelihatan jahat menyimpang dari ajaran kebenaran Al-Quran dan Sunnah Rasul SAW.

Orang Minang mengatakan tegaklah nan data, bajalanlah di nana lurus mahukumlah di nan adil, shalat jangan ditinggalkan. Artinya jujur dalam semua tindakan dan perilaku sehari-hari. Cahaya Allah yang menempati di hati itulah Islam. Yang berada dalam hati dan itu adalah Iman. Ulama berpendapat Iman itu berada di luar hati maka seseorang adalah cinta seimbang dunia akhirat, akan tetapi Iman menembus lubuk hati dunianya akan melemah serta menolak panggilan nafsu jahatnya artinya akhirat di hati dunia di lidah. Bukti dirasakan seseorang beriman ialah datang cahaya Illahi akan tetapi cahaya Allah menemukan hatinya penuh dengan masalah-masalah duniawi lalu cahaya kembali ketempat dari mana ia turun.

Sebaiknya dapat dikosongkan hati dari segala sesuatu “ selain Allah SWT “ demikian Allah memenuhi kehendak dengan makrifat dan kerahasiaan-Nya. Cahaya-cahaya Illahiah telah masuk kedalam hati bila tidak menemukan tempat sesuai dengan kedudukannya (suci) dia kembali kepada pemiliknya Allah SWT. Karena seseorang yang menghendaki Nurullah itu masuk kedalam hati hendaknya ia bersihkan hatinya dari kotoran yang melekat di dalamnya. Kalbu seharusnya tetap dalam situasi kesucian, barulah Nurullah itu masuk dan bersemi dengan utuh di dalam hati sanubari.

Sesungguhnya dasar hati manusia bersih dan suci. Ketika manusia lahir ke dunia ia telah dihiasi oleh Allah dengan kalbu sakinah yang di kokohkan oleh nafsu mutmainnah (nafsu yang tenang). Nurullah atau cahaya Illahiyang ada di dalam ini memancar secara lahir dan secara batin. Pancaran lahiriah itu di tebarkan kepada semesta alam sehingga seluruh makhluk di dalamnya (tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda lainnya) terutama manusia mendapat cahay Illahi itu secara merata. Pancaran Nurullah itu berada pada maujud ciptaan-Nya menjelma pada benda-benda langit matahari bintang semuanya membuat kehidupan bagi makhluk dan benda-benda bumi. Tanpa sinar matahari tidak ada kehidupan . bumi akan mati dan menjadi tidak berarti.

Demikian halnya hati nurani manusia akan gersang dan mati tanpa matahari rohani atau sinar Illahiah yang bersifat batin. Cahaya batin membentuk kesucian ruh guna mengahadap godaan setan dan pengaruh hawa nafsu maksiat. Allah berfirman :” Dan memancarlah cahaya bumi dengan nur Tuhannya”. (Q.S. Az-Zumar : 69). Pada ayat lain firman Allah SWT. : “ adapun orang yang telah Allah bukakan dadanya dengan Islam, maka ia telah mendapatkan cahaya dari Tuhannya “. Sebaiknya hidup tetap mendapat cahaya dari Illahi Raqbbi jadi petunjuk kepada hati untuk berlaku, berbuat baik artinya mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang dilarang agama dalam arti hati cahaya terang pada kehidupan perlu hati yang akan menerima cahay turun dari Allah SWT. Di jaga kebersihannya dari maksiat dan perbanyak amal saleh dan salehat. (Berbagai Sumber)….(bk). (Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 04 Juli 2008)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.