Haram Hukumnya Memilih Jokowi Pada Pemilihan Presiden Tahun 2014 Ini … !!!

Haram Hukumnya Memilih Jokowi Pada Pemilihan Presiden Tahun 2014 Ini – Postingan ini segaja saya tulis untuk menjawab “ Aksi Memata – Matai Masjid “ yang dilakukan oleh para pendukung Calon Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) dengan harapan semoga mereka yang sudah terlanjur berpikiran negatif terhadap ajaran Islam bisa terketuk dan terbuka hatinya untuk tidak lagi memandang Islam sebagai sebuah ajaran yang perlu ditakuti

Agar tidak dikatakan sebagai bentuk “ kampanye hitam “, perlu saya sapaikan juga bahwa saya adalah admin dan sekaligus sebagai pemilik dari blok “ Kajian Hakikat Ilmu Tauhid “ ini tidak pernah menjadi terlibat kader aktif ataupun kader pasif dari salah satu partai politik manapun apalagi sebagai juru kampanye atau tim sukses salah satu calon presiden yang akan bertarung dalam pemilu tahun 214 ini.

Semua yang akan saya sampaikan berikut ini merupakan murni dari pemahaman saya pribadi sebagai salah seorang umat Islam yang peduli dengan ajaran agamanya, sehingga tulisan dalam postingan ini semua berdasarkan ajaran Agama saya yaitu Islam dan bagi anda yang tidak atau belum siap untuk menerima perbedaan sebagai salah satu bagian dari roh demokrasi. Daripada akhirnya hanya akan melahirkan fitnah dan hujatan yang tidak baik bagi anda dan diri saya sebaiknya anda tidak usah melanjutkan membaca dan segera meninggalkan halaman ini dan datanglah lain kali atau pada pada halaman yang lain

Materi postingan ini akan saya mulai dari menjawab sebuah pertanyaan “ Bolehkah Jokowi Menjadi Presiden Republik Indonesia ? “

Tentunya tidak akan pernah tersedia alasan yang cukup untuk menolak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia ini, karena setiap warga negara berhak untuk memilih dan dipilih sesuai dengan mekanisme peraturan perundang – undangan yang ada. Atau dengan kata lain tidak ada yang salah dengan sosok Jokowi sebagai personal, namun melihat efek dan akibat yang akan ditimbulkan nantinya dengan keterpilihan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia terhadap kaidah dan tuntunan ajaran Islam dalam memilih pemimpin, maka sosok Jokowi khususnya pada Pemilu Pemilihan Presiden tahun 2014 ini menjadi sesuatu hal yang sangat menarik untuk dikaji

Sebagaimana yang diketahui, Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) sebelum terpilih dan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia, Jokowi adalah seorang penjabat Walikota Solo yang berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo sebagai Wakil Walikota. Dan sebagaimana yang diketahui FX Hadi Rudyatmo adalah seorang umat Kristen Katolik yang taat dan dia juga dikenal sebagai seorang aktivis Gereja yang aktif dan selalu berkarya dalam pelayanan Gereja.

Setelah Jokowi terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka secara otomatis kepemimpinan di kota Solo dipegang oleh FX Hadi Rudyatmo yang dalam ajaran Islam dinyatakan sebagai orang kafir atau Non Muslim

Artinya, setiap warga DKI yang telah memilih Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka sama artinya dia telah ikut serta secara langsung ataupun secara tidak langsung memilih penjabat Walikota di kota Solo yaitu dengan menjatuhkan pilihan kepada tokoh kafir FX Hadi Rudyatmo sebagai Walikota Solo

Sedangkan Allah SWT dengan tegas dan jelas telah mengatakan bahwa,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” ( QS. 005 : Al-Maa’idah : Ayat : 51 )

Karena

“Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ( QS : 002 : Al-Baqarah : Ayat : 120)

Jadi

“ Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu) “ ( QS. 003 : Ali ‘Imran : Ayat : 028 )

Dengan memperhatikan bagian yang dicetak tebal dari rangkaian ayat – ayat Al – Qur’an di atas, dapat disimpulkan bahwa, setiap warga DKI Jakarta yang telah menyalurkan aspirasi politiknya dengan memilih Jokowi sebagai Gurbernur di Ibukota Negara Republik Indonesia waktu pemilihan kepala daerah ( pemilukada ) beberapa waktu yang lalu berati telah ikut serta memilih tokoh Kristen katolik sebagai Walikota Solo dan Allah SWT telah menggolongkan mereka sebagai kelompok orang – orang yang zalim dan Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagi mereka serta Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah. Nauzubillah min zalik. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua. amin

Sekarang, pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 ini, sepertinya Jokowi kembali ingin mengulangi kesuksesannya menjadikan tokoh kafir sebagai pemimpin seperti keberhasilanya yang telah diraihnya di kota Solo. Tapi kali ini targetnya jauh lebih besar yaitu DKI Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara yang mayoritas warga beragam Islam, dengan cara maju sebagai Calon Presiden ( Capres ) dan menggandeng Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden

Apabila dalam pemilihan presiden tahun 2014 ini pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla berhasil menang, maka secara otomatis, jabatan Gubernur DKI Jakarta akan dialihkan kepada Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) yang juga bukan seorang muslim atau seorang tokoh kafir dari Kristen Protestan

Dengan melihat riwayat dan perjuangan Jokowi dalam menjadikan tokoh – tokoh kafir sebagai pemimpin di Negara yang mayoritas warga negaranya beragama Islam, maka tidaklah terlalu berlebihan rasanya sebagai umat Islam dengan pengetahuan keagamaan yang sangat sedikit ini untuk “ Mengharamkan memilih Jokowi sebagai Presdien Republik Indonesia pada tahun 2014 ini “ karena dengan memilih Jokowi sebagai Presiden tahun 2014 ini sama artinya dengan memilih Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) yang merupakan salah seorang tokoh kafir dari Kristen Protestan sebagai Gubernur di Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ini.

Dengan tidak memilih Jokowi sebagai Presiden pada pemilihan Presiden tahun 2014 ini, mudah mudahan dihitung Allah sebagai sebuah ibadah dan sebagai upaya mencegah penzahiran sebuah alasan sebagai sebab turunnya siksa Allah SWT

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)? “ ( QS. 004 : An-Nisaa’ : Ayat : 144 )

Terakhir, marilah kita semua sama berdo’a dan bertawakal kepada Allah semoga kita semua berada dalam jalur kebenaran yang lurus yang sesuai dengan perintah-Nya dan mengangkat segala musibah dan bencana dari Bagsa dan Negara Republik Indonesia yang sama – sama kita cintai ini. Amin ( kajian umum )

Comments 144

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.