Cobaan dan Kerusuhan

Cobaan dan Kerusuhan. Allah Berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta jiwa dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Q.S. Al-Baqarah:155). Cobaan diturunkan Allah bagi orang-orang beriman adalah untuk menambah kekokohan Iman, Islam dan Ihsan, dalam menghadapai berbagai tantangan yang  dihadapi. Untuk orang tidak beriman atau ke-imanannya lemah mudah goyang oleh pengaruh luar yang kurang mendidik maupun dari dalam diri sendiri akibat dorongan nafsu kurang kontrol, cobaan diturunkan Allah SWT. Disangkanya azab membuat dia jadi rusuh dan cemas.

Perlu diyakini baik buruk diturunkan Allah diterima dengan sikap sabar, Allah beserta orang-orang yang sabar Al-Quran, bukan jadi pemicu jadi manusia dikejar kerusuhan berkepanjangan. Hikmah sesuatu diturunkan Allah sesungguhnya baik dan benar, hanya manusialah yang masih lemah dalam kemampuan menangkap hikmah dibalik kejadian sesungguhnya., karenanya manusia diliputi dosa-dosa, yang tidak berampun dari Allah SWT. Artinya dosa-dosa yang belum diampuni Allah, kecuali orang-orang saleh-salehah. Sesungguhnya yang perlu dicemaskan dan jadi kerusuhan siang malam adalah yang dikatakan sahabat Rasul SAW. Ali ”. Ada tiga yang perlu dicemaskan dan dirusuhkan :

(1). Amal ditolak Allah SWT.

(2). Tanggal Iman detik-detik akan mati.

(3). Miskin di akhirat.

Amal ditolak Allah SWT, Allah menegaskan :”Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat”.(Q.S. Al-Maa’uun : 4).

Seseorang menempatkan dirinya sudah beribadah, disayangkan ibadah dikerjakan itu tanpa disadari belum sampai pada tingkat apa yang dituntut dari roh ibadah itu sendiri seperti meninggalkan riya,.dikerjakan dengan tidak ikhlas karena Allah. Ibadah semacam inilah ciri-cirinya ibadah ditolak Allah SWT. Dengan tidak membuahkan hasil diharapkan. Menurut ajaran Al-Quran dan Sunah Rasul SAW. Mengerjakannya didorong dengan Iman dikerjakan dengan suara hati yang bersih dari noda dan dosa, didahului dengan ucapan minta ampun kepada Allah SWT.

Tanggal Iman detik-detik akan mati. Abdul Muthalib seorang perkasa sangat pemberani, diatkuti masyarakat Arab zamannya. Dia selalu melindungi Muhammad Rasulullah SAW, dari gangguan orang menghalangi mengembangkan Risalah Islam. Sekian banyak lawan pada awal-awal Muhammad SAW. Mengembangkan risalah Islam karena belum menerima agama yang dikembangkan Rasulullah SAW. Tampillah Abdul Muthalib yang perkasa itu hingga ia berkata terhadap masyarakat Arab waktu itu, yakni : Siapa yang jadi penghalang Muhammad SAW, mengembangkan Risalah Islam, langkahi dulu mayat saya terlebih dahulu.

Disayangkan detik-detik akan tanggalnya imannya dia tidak mengucapkan dua kalimat syahadat sekalipun matinya dihadapan Muhammad Rasulullah SAW. Menurut mufasir, matinya Abdul Muthalib keadaan tidak mengucapkan dua kalimat Syahadat itu selama ini Abdul Muthalib dia jadi pelindung utama Muhammad SAW, dari orang-orang tidak menyukai Risalah Islam yang dikembangkannya adalah sebatas hubungan keluarga, bukan hubungan seagama se Iman dan se Islam. (bapak Muhammad SAW. Sesungguhnya Abdullah dan Ibunya ( Aminah ).

Dari kejadian diatas dapat ditarik hikmahnya ialah memeluk agama Islam ini dituntut secara sempurna, bukan setengah-setengah “Hai orang-orang beriman, masuklah kamu kedalam Islam keseluruhannya”.(Q.S. Al-Baqarah : 208).

Tidak seperti Abdul Muthalib yang mati dalam keadaan jahat karena dia memepercayai adanya Allah tapi tidak sepenuhnya meyakini Muhammad SAW. Rasulullah SAW. Juga dilapangan ada orang mengaku penuh terhadap dua kaliamah Syahadat tetapi sifat Muhammad SAW, yang benar tidak diamalkan secara penuh, kenyataan benar apabila rasa merugikan secara materi dan rohani tetap dikerjakan, tindakan demikian dapat saja merusak kepercayaan terhadap dua kalimah Syahadat itu sendiri dan tidak tertutup kemungkinan mati dalam keadaan mati yang jahat (Suud Khatimah). Seperti di alami Abdul Muthalib.

Miskin di akhirat. Seseorang didunia telah banyak beramal tetapi bunjing, dusta, pekerjaan dilarang agama Islam jalan terus. Di Masyar orang tersebut orang-orang yang jadi sasaran kejahatan selama di dunia meminta pahala bunjingnya dan kejahatan lain-lain dikerjakannya. Demi keadilan Allah. Allah memerintahkan terhadap orang-orang yang saleh yang berbunjing itu untuk memberikan pahal ibadahnya kepada orang di bunjingkannya itu. Banyak orang dirugikan selama di dunia itu dia jadi tekor pahala, bahasa Hadisnya “Muflisin”.(orang yang di akhirat).

Inilah arti dan hikmah cobaan dan keresahan perlu disikapi sedini mungkin. (berbagai sumber)….(bk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.