Bencana Pengingkaran Terhadap Petunjuk Allah SWT

Bencana Pengingkaran Terhadap Petunjuk Allah SWT. Bencana senantiasa menghadang, ia datang tanpa diduga-duga. Bencana dapat menimpa individu seperti kecelakaan lalu lintas, bersifat lokal gempa bumi dan lain-lain dan bersifat internasional mewabahnya penyakit AIDS dan Narkoba disebut pil setan, membikin seseorang menjadi pengkhayal mengantang asap menghitunh bintang dilangit, kehilangan arah hidup sesungguhnya, sebagai hamba Allah SWT. Menurut ajaran Islam bencana terjadi bila manusia tidak lagi mengindahkan peraturan dan petunjuk Allah SWT. Bentuk pengingkaran manusia terhadap petunjuk Allah SWT itu bermacam-macam ,Pertama, nafsu serakah, kedua gemar berbuat maksiat dan dosa. Ketiga, menyelewengkan amanat. Keempat mejauhkan diri dari ulama. Kelima mencintai dunia di atas segala-galanya. Nafsu serakah dalam mengeksploitasi alam. Hutan-hutan ditebang secara berlebihan. Gunumg-gunung digunduli. Binatang-binatang dibunuh untuk diambil kulitnya atau anggota tubuh lainnya. Pabrik-pabrik dibangun tanpa dilengkapi dengan pengolahan limbah yang memadai.Akibatnya udara tercemar, laut menjadi kotor dan seungai jadi kotor keruh. Banjir melanda ketika musim hujan. Musim kemarau terasa lebih menyengat. Berbagai penyakit pun bermunculan. Allah menjelaskan : “ Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut dari sebab perbuatan tangan manusia “. (Q.S. Ar-Rum : 41).

Gemar berbuat maksiat dan dosa. Perzinaan, perjudian, narkotik, dan berbagai maksiat lainnya semakin digemari manusia. Mereka lalai tidak menyembah Allah SWT. Tetapi menyembah hawa nafsunya. Akibatnya manusia menjadi stress dan bingung karena tidak mempunyai arah hidup yang jelas. Mereka-mereka dicekam rasa takut, susah dan gelisah. “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa itu berada dalam kesesatan dan gelisah “. (Q.S. Al-Qalam : 47). Karena selalu gelisahmereka mudah terserang berbagai penyakit seperti jantung dan stroke. Menyelewengkan amanat. Menyelewengkan amanat baik amanat keluarga maupun amanat atas kepemimpinan. Rasulullah SAW, bersabda : “ Apabila amanat telah disia-siakan maka tunggulah kebinasaannya”. (Al-Hadis). Bila amanat tidak dipelihara maka kecurangan merajalela. Kolusi pun kian subur sementara keadilan di injak-injak dan hak asasi manusia diperkosa. Jika demikian betapa pun melaksanakan pembangunan yang meraut untung hanya segelintir orang. Banyak masyarakat yang dijadikan korban. Mereka menyelewengkan amanat tersebut lambat laun akan binasa.

Menjauhkan diri dari para ulama, dan ahli agama : akan datang suatu zaman atas umatku, mereka menjauhkan diri dari para ulama dan ahli agama. Maka Allah menimpakan atas mereka tiga bencana, pertama akan dicabut keberkahan dari segala hasil usaha mereka, akan berkuasa dikalangan mereka pemimpin yang zalim, dan mereka akan meninggalkan dunia tanpa membawa iman “. (Al-Hadis). Sikap membenci para ulama umat Islam jauh dari petunjuk dan nasihat yang benar, berakibat fatal yang jahil tetap jadi jahil yang telah sesat semakin jauh tersesat jalan dan yang berkuasa semakin leluasa bertindak sewenang-wenang. Mereka semakin jauh dari nilai-nilai Islam sehingga Allah mencabut iamn dari hati mereka. Mencintai dunia diatas segala-galanya. Sifat ini membuat manusia jadi rakus, kejam, curang dan licik. Kikir yang pikirkannya untumg rugi bila bersedekah, infak artinya rugi jumlah harta. Mereka jadi penipu rampok dan menghalalkan segala cara semata-mata meraih dunia. Akibatnya masyarakat kacau dan ketakutan. Rasulullah SAW bersabda :” Hancurnya umatku karena cinta dunia dan benci kepada mati”. (Al-Hadis).

Bila umat Islam terjangkit dua penyakit ini setiap yang tidak senang terhadap ajaran Islam akan dapat menguasai dan menghancurkannya. Bencana akan turun apabila manuisa tidak memperdulikan keadaan disekelilingny. Mereka membiarkan perkembangan masyarakat menuju kehancuran total. Masing-masing acuh tak acuh dengan apa yang dilakukan orang lain. Bencana pun tidak hanya menimpa orang zalim tetapi para ulama dan orang-orang saleh dan salehat. Allah SWT, memperingatkan :” Takutlah kamu akan bencana yang tidak hanya menimpa orang-orang zalim diantara kamu saja “.((Q.S. Al-Anfal : 25). Agar bencana tidak berlarut-larut, dituntut manusia menyadari diri dan kembali ke jalan yang benar menurut Al-Quran dan Sunnah SAW.

Setiap anggota masyarakat hendaknya memenuhi kewajiban masing-masing pemimpin berlaku adil, ulamamengamalkan dan mengajarkan ilmu para hartawan membayarkan zakat dan sedekah dan fakir miskin mau bersabar dan berdo’a. Tegaknya masyarakat karena ada empat macam yaitu dengan hartanya orang-orang kaya dan do’anya fakir miskin”. “seandainya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertakwa niscaya akan kami bukakan bagi mereka pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi “.(Q.S. Al-A’raf : 96 ). (Berbagai Sumber)…… (bk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.