Bencana Besar Amal di Tolak Allah SWT

Bencana Besar Amal di Tolak Allah SWT. Bumi beserta isinya, gempa bumi dan manusia semakin akrab dengan bencana, bencana yang menghadang, ia datang tanpa diduga-duga. Bencana dapat menimpa individu kecelakaan lalu lintas, local gempa bumi, dan bersifat internasional mewabah penyakit AIDS dan lain-lain. Menurut Islam bencana besar adalah apabila amal ditolak oleh Allah SWT. Tanggal Iman seketika akan mati, dan miskin di akhirat. Amal ditolak Allah SWT, diyakini setiap umat Islam cinta amal dan melaksanakan amal sepanjang hayat dijalani hingga sekecil nilai amal membunag duri dijalan dan amal tanpa berudhuk terlebih dahulu mengucapkan salam sesame kapan bertemu dan lain-lain sebagainya. “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku “. (Q.S. Adz-Dzaariyat : 56).

Pelaksanaan ibadah terhadap Allah SWT. Bila tidak menuruti aturan Qurani dan Sunnah Rasulullah SAW. Jelas amal ditolak Allah SWT. Contohnya pelaksanaan amal disertai dengan riya. Riya menurut ulama tasauf adalah cinta pujian takut dicela dan terhina di dunia, tamak apa yang ada pada orang lain. Sesungguhnya hakikat ibadah riya dan tanda-tanda yakni, pernah seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW. “ Wahai Rasul SAW, dalam apa letaknya keselamatan ? Rasul menjawab jangan kamu mengerjakan yang diperintahkan Allah dengan tujuan karena (untuk dipuji) manusia. Laki-laki menanyakan tentang keselamatan amalnya, maka Rasul SAW, mengabarkan bahwa keselamatan terdapat didalam meninggalkan riya “. (H.R. Bukhari).

Hikmah hadis ini adalah, Allah tidak akan menerima amal kecuali yang murni dan bersih yang bertujuannya untuk mendapatkan keridhaan-Nya bukan pujian sesama. Di pahami riya ini kajian secara dalam yang jadi perusak amal hingga ditolak Allah SWT. Menurut seorang tasauf Al-Harits bin Asad al-Muhasibi dalam buku atau kitabnya sebuah karya klasik tasauf memelihara hak-hak Allah, menyebutkan ada limapuluh amal riya dn tanda-tandanya. Satu diantaranya adalah beramal untuk mendapatkan pujian sesame manusia bukan karena Allah SWT. Amal bila sudah ditolak oleh Allah bencana besar. Bahayanya bencana tersebut secara berantai yakni tanggal Iman seketika akan mati, dan miskin di akhirat artinya hidup tanpa amal, Allah SWT menegaskan manusia dijadikan bersama jin untuk menyembah Allah.

Tanggal Iman seketika akan mati. Siapa yang tidak mengucapkan kalimah tauhid diakhir detik-detik kematian menghadang, matinya mati sesat disebut sejahat-jahatnya kematian. Miskin di akhirat. Sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, siapa orang yang muflisin (miskin) di akhirat. Rasulullah SAW, menjawab yakni seseorang yang beramal yang suka bergunjing, memfitnah lain dimulut lain dihati. Selama di dunia. Amal dikerjakan itu nanti diberikan terhadap orang yang jadi sasaran gunjing dan fitnahnya itu. Sehabis-habisnya kesemuanya tanpa tertinggal sedikitpun, akibatnya si ahli gunjing jadi miskin di akhirat, artinya miskin selama-lamanya orang demikian dineraka bersama iblis dan orang yang kerjanya menyerupai iblis tindakan sehari-hari. Sebaiknya mengindari bencana besar sebelum datang yakni amal di tolak Allah, tanggal Iman sebelum mati, dan miskin di akhirat. Mengundang bencana besar pula disebabkan :

  • (1). Nafsu serakah
  • (2). Gemar berbuat maksiat
  • (3). Menyelewengkan amanah
  • (4). Menjauhkan diri dari para ulama
  • (5). Mencintai dunia diatas segala-galanya.

MENCINTAI DUNIA DI ATAS SEGALANYA.

Mencintai dunia di atas segala-galanya. Sifat ini membuat manusia jadi rakus, kejam, curang, dan licik semata-mata untuk meraih dunia. Rasulullah SAW bersabda : “ Hancurnya umatku karena cinta dunia dan benci kepada kematian :. (Al-Hadis). Juga akan diturunkan Allah bencana beserta isinya apabila manusia tidak peduli keadaan sekelilingnya, membiarkan tindakan masyarakat langgar aturan hokum, ditakuti bencanapun tidak hanya menimpa orang-orang dzalim tetapi juga para ulama dan orang-orang yang saleh. Allah menjelaskan : “ Takutlah kemurkaan bencana yang tidak hanya menimpa orang-orang zalim diantara kamu saja”. ( Q.S. Al-Anfal : 25).

Sebaiknya umat manusia sadar dan kembali ke jalan yang benar secara keseluruhan dimana dan apa saja profesi di emban. Sudah satu niat dan bahasa memnerantas kemungkaran dan menegakkan kebenaran lahir maupun batin, Ibsya Allah amal diterima Allah kuat Iman sebelum mati, dan kaya amal diakhirat, terhindar dari bencana besar, amal ditolak Allah SWT. “Seandainya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertakwa niscaya akan kami bukakan bagi mereka pintu-pintu keberkatan dari langit dan bumi “. (Q.S. Al-Araf :96). (Berbagai sumber)….. (bk). [Terbit Pada Harian Haluan Pada Hari Jumat Tanggal 12 September 2008 ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.