Al Quran ; Way Of Life

Al Quran ; Way Of Life. Berbicara mengenai berbagai bentuk kesenjangan sosial ekonomi , khususnya di negara ini, tidak akan pernah ada akhirnya. Pembicaraan akan semakin alot dan panas apabila dibicarakan dalam satu debat yang melibatkan parpol tertentu. Sejatinya, setiap pembicaraan tersebut akan menghasilkan debat yang berkepanjangan, dimana parpolnyalah yang telah berhasil mengentaskan kemiskinan. Berbagai bentuk kesenjangan khususnya dalam bidang social, ekonomi, politik dan budaya, lebih disebabkan oleh tindakan kriminalitas white collar crime ( korupsi ). Ditambah lagi dengan tindakan – tindakan yang jauh dari kitabullah dan hadis Rasul Saw sebagai landasan prilaku serta dasar dari pedoman hidup.

Padahal Allah Swt menciptakan umat manusia dan jin dengan tujuan agar keduanya selalu menghambakan diri dan hanya menyembah kepada – Nya semata. Ini adalah kewajiban diatas kewajiban yang tidak bisa ditawar – tawar lagi. ”Wama khalaktul jin wal insa illa liyakbudun.” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah – Ku.” Qs Az Zariayat ( angin yang menerbangkan ) 51:56

Dijelaskan kedudukan Al Quran didalam menjalankan segala perintah Allah adalah sebagai petunjuk. Agar perjalanan dan proses kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilakukan manusia Islam khususnya, hanya tertuju pada jalan Illahi semata.

Status Al Quran yang sesungguhnya adalah wahyu Allah, sedangkan Allah Sendiri adalah sumber nilai yang harus ditaati. Karena itulah Al Quran nul karim berfungssi penuh sebagai sumber perdana dan utama sekali dalam ajaran tauhid ini. Suluh penerang itu sudah ditangan masing – masing kita, maka sudah sepantasnyalah setiap umat Islam mendasarkan perilaku jalan dan pedoman hidupnya pada wahyu Allah ini.

Telah Berfirman Allah. ” Sungguh telah Kami turunkan kepadamu kitab dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu. Dan janganlah kamu menjadi penentang ( orang – orang yang tidak bersalah ) karena ( membela ) orang – orang yang khianat.” Qs An Nisa ( Wanita ) 4:105.

Memperlakukan manusia menurut apa yang Allah telah turunkan kepada manusia, merupakan ketegasan ayat diatas. Dalam hal ini diharapkan agar manusia dapat berperilaku dan mendasarkan jalan hidupnya pada Al Quran dan Hadis, apapun profesinya. Apakah dia seorang pemimpin, pedagang, pekerja swasta, petani, nelayan dan lain sebagainya.

Perilaku adalah tindak – tanduk dan perangai manusia sehari – hari yang penilaianya dimulai dari ia bangun tidur sampai tidur kembali. Perilaku atau perangai ini harus selalu dikombinasikan dengan jalan hidup atau cara – cara hidup seseorang. Hal ini akan memiliki peran penting didalam menentukan nasib seseorang. Alternatif akan selalu terbuka, apakah ia harus rajin dan disiplin atau tidak, apakah ia akan taat pada ajaran agama dan hukum – hukumnya atau tidak dan seterusnya. Semua tergantung niat masing – masing kita. Inamal aqmalu bil niat, kata Nabi Saw.

Tidak hanya sebatas itu semua tata cara dan hukum dalam proses ibadah ( akhirat ) dan ( berusaha / bekerja ) dunia, telah diatur sedemikian lengkapnya dalam kitab suci umat Islam ini, baik secara garis besarnya maupun secara rinci. Ini adalah untuk manusia dan jin yang sama – sama diciptakan oleh zat yang sama, yaitu Allah subhana wataalla. Khusus bagi manusia yang selalu mendambakan kebahagiaan, kedamaian dan ketenangan hidup didunia sampai keakhirat, pergunakanlah semaksimal mungkin asas – asas dalam kitab suci ini.

Rasulullah Saw juga bersabda. ” Saya tinggalkan bagi kalian dua hal, selama kalian berpegang teguh pada keduanya, dia tidak akan tersesat selama – lamanya.”

Dalam situasi ini Rasulullah sebagai utusan Allah yang terakhir untuk manusia memberi jaminan, akan segala yang dicita – citakan manusia, selama tidak melenceng dari ketentuan – ketentuan yang telah digariskan dua kitab suci tersebut.

Berpegang teguh pada keduanya, bukan hanya dipegang atau dilihat – lihat saja, perintahnya adalah. Mendasarkan segala perilaku serta jalan dan pedoman hidup sesuai dengan konsep – konsep yang ada dalam kitab suci itu.

Tidak akan tersesat untuk selama – lamamya bermakna, bahwa, segala prilaku dan jalan hidup yang telah dipayungi dan dipedomani oleh dua kitab suci diatas akan melahirkan rasa optimisme yang tinggi guna melahirkan kebahagiaan dunia. yang diinspirasikan pada kebahagiaan kehidupan akhirat yang hakiki.

Lalu bagaimana caranya membuktikan supaya Al Quran dan hadis tersebut benar – benar membawa umat pada kehidupan yang demikian ?. Caranya adalah, kenalilah kedua kitab tersebut benar – benar menjadi ruh dan sebagai indikator untuk jalan hidup kita. Hal ini dapat dilakukan dengan lebih dalam lagi menelaah dan memahami kedudukan Al Quran maupun hadis, untuk dijadikan spirit menghidupkan hati dan pikiran manusia guna melahirkan nilai – nilai kemanusiaan.

“ Dan demikian Kami wahyukan ruh kepadamu atas perintah Kami. Tiada kamu ketahui sebelumnya. Apakah Al kitab ( Al Quran ) itu, dan apakah iman itu. Tapi Kami telah menjadikannya cahaya yang Kami bimbing dengan siapa – siapa yang Kami berkenan diantara hamba – hamba Kami…” Qs As Syuara ( musyawarah ) 42:52.

Para sejarahwan Islam sangat memahami bagaimana Al Quran sebagai jalan hidup. Bahkan telah mampu melahirkan nuansa baru bagi bumi Arab. Yang dulunya mentuhankan batu – batu ( berhala ), menjadi penyembah Allah, yang mulanya sangat jahiliyah ( bodoh ) menjadi sebuah tempat pengembang ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Bahkan sejarah pernah mencatat, hanya dalam rentang waktu dua puluh lima tahun bangsa Arab telah berhasil menundukan dua Negara super power kala itu Romawi dan Persia.

Sebelum datangnya petunjuk ini bangsa Arab hidup berdasarkan nalurinya masing – masing. Lahirlah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang berkuasa. Minum – minuman keras, judi, pembunuhan, zina secara terang – terangan menjadi pemandangan biasa bahkan sudah mengcultur dalam masyarakat. Namun dibawah arahan Nabi Muhammad Saw mereka kembali pada kebenaran dan peradapan yang tinggi. Inilah yang dikatakan ruh atau spirit yang menghidupkan jiwa dan semangat umat Islam.

Al Quran ini juga berfungsi sebagai hidayah. Firman Allah. ” Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al Quran, sebagai hidayah bagi manusia, dan sebagai bukti dari hidayah itu. Dan sebagai pembeda ( antara yang haq dan yang bathil ).” Qs Al Baqarah ( Sapi betina ) 2:185. Dari firman Allah ini dapat ditemukan tiga indikator dari fungsi Al Quran tersebut. Yaitu sebagai Hidayah, Bayyinat dan sebagai Al Furqan.

Arti kata hidayah menurut ayat diatas adalah bahwa, manusia didalam proses kehidupannya akan dihadapkan pada berbagai keadaan, baik atau buruk, selamat atau celaka. Untuk antisipasi dini Al Quran berperan sebagai kompas yang memberikan arahan dan petunjuk pada arah keselamatan dan kebaikan.

Sedangkan pengertian Bayyinat min al huda adalah penjelas secara terperinci dan mendetail dari hidayah tersebut. Disamping berisi hidayah juga disertai dengan penjelasan – penjelasan dari hidayah itu. Dalam konteks ini hidayah adalah ketentuan – ketentuan universal sedangkan fungsi Bayyinat adalah perinciannya.

Nabi Muhammad Saw menjelaskan yang baik – baik itu adalah halal, sedangkan yang keji – keji dan yang kotor – kotor itu adalah haram. Ini adalah peryataan yang mempergunakan tolak ukur secara universal. Halal – haram adalah hidayah yang ditujukan terhadap bendanya secara global, sedangkan Bayyinatnya adalah perincian dari unsur materi yang membuat benda itu halal atau haram. Didalam Qs Al Maidah – 3. Disebutkan bahwa beberapa daging hewan ada yang diharamkan untuk dikonsumsi diantaranya daging babi, yang tidak melalui penyemblihan, hewan yang mati tercekik dan seterusnya. Lebih jauh ayat ini dijelaskan secara terperinci oleh Qs Al A’raf – 157 sebagai Bayyinatnya.

Sebagai Al Furqan. Al Quran dalam konteks ini harus dijadikan tolak ukur, mana yang haq mana yang bathil, mana yang benar mana yang salah. Dalam hal ini akal pikiran diperbolehkan untuk menganalisanya, dengan catatan jangan menyimpang sedikitpun dari tujuannya. Kalau Al Quran sudah mengklaim salah atau haram sesuatu hal, jangan coba – coba mencari jalan untuk membenarkannya. Begitu juga kalau ajaran Islam dengan Al Quran dan hadisnya menegaskan sesuatu itu baik, atau halal. Jangan pernah pula mencoba mencari jalan agar semua itu menjadi tidak baik atau haram. Kalau belum ada kemampuan / skill secara umum atau akademik untuk menganalisanya secara cermat, jangan pula buru – buru menyalahkan Al Quran atau Hadis. ( rupa yang jelek jangan kaca yang jadi sasaran / dipecahkan ).

Selain yang disebutkan diatas Al Quran juga berfungsi sebagai pembenar atau musaddiq, ( lihat Qs Al Maidah : 48 ). Maksudnya. Al Quran itu membenarkan atau jadi pembenar Nabi – Nabi terdahulu beserta seluruh ajaran yang dibawanya. Inilah salah satu nilai plus ajaran tauhid ini, sedangkan ajaran diluarnya seperti agama Yahudi hanya membenarkan silsilah kenabian sampai nabi Musa. Sedangkan dalam ajaran Nasrani terhenti pada nabi Isa.

Akhirnya, hanya Al Quran sebagai kitab suci yang mampu memberikan penerangan kepada umat manusia secara umum dan pada umat Islam khususnya, dia akan selalu menjadi informasi kebenaran yang hakiki.

Dengan penjelasan yang sederhana diatas dan dalam ruang tulis yang terbatas ini, penulis hanya memaparkan sebahagian kecil dari fungsi masing – masing dari kitabullah tersebut.

Namun, secara garis besarnya menjadikan wahyu Allah ini sebagai dasar dari perilaku ( behavior ) dan diarahkan sebagai jalan dan pedoman hidup hidup ( Way Of Life ). Adalah kewajiban dari segenap umat Islam, yang harus diusung sampai akhir hayat. Kalaulah setiap diri dari umat yang mayoritas ini dengan penuh kesadaran membaca, memahami serta mengamalkan isinya pastilah segala kesusahan dan krisis khususnya dibidang ekonomi sosial maupun politik akan teratasi sedikit demi sedikit.

Semoga hati masing – masing kita tersentuh banyak sedikitnya dengan penjelasan sederhana diatas. Allah Hu A’llam. [Terbit Pada Harian Umum Singgalang, Pada Tanggal 13 Februari 2009 – Penulis Adalah Pengamat Sosial Keagamaan – Tinggal di Padang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.