Salawat Memuliakan Ibadah Wajib

Hakikat Salawat. Salawat Memuliakan Ibadah Wajib. Salawat. Imam al-Majidu menerangkan bahwa kata salawat terdiri dari tiga suku kata yaitu shad, lam dan waw atau shad, lam dan ya yang sebenarnya berasal dari satu arti yaitu berkumpul dan berserikat. Dengan pengertian bahwa dalam salawat terkandung dua makna secara bersamaan yaitu makna lahir dan makna batin yang mencakup segala kebaikan seluas nilai kebaikan itu sendiri.

Pergeseran dan perubahan makna dari kata salawat tersebut lebih disebabkan karena perbedaan pemakaian dalam kalimat saja, sehingga pendapat yang menyatakan bahwa, kata salawat berasal dari kata mushalli gugur dengan sendirinya. Selanjutnya menurut imam al-Majidu, kata mushalli berati melanjutkan atau melestarikan tradisi lama yang ditiru dari orang lain.

Pada hakekatnya walau orang yang bersalawat memang meniru seorang pemimpin, tapi meniru seorang pemimpin bukan suatu keharusan, sedang salawat merupakan suatu keharusan. Makna kata salawat dalam konteks yang lain dalam bahasa arab adalah, salawat merupakan bentuk plural atau jamak dari kata ” shalah ” yang berarti doa atau istighfar. Kemudian kata ” shalah ” setelah menjadi istilah, bermakna ibadah shalat seperti yang dikenal sekarang. Sedangkan kata salawat kepada nabi merupakan kata yang sudah umum dipakai dan tidak memerlukan penafsiran-penafsiran lagi.

Kaum muslimin tidak pernah memakai kata salawat dalam konteks yang berlebihan. Mayoritas kata salawat digunakan untuk megapresiasikan doa penghormatan dan doa puji-pujian kepada Rasulullah Muhammad saw. Kata salawat sendiri diperkenalkan dan dipakai oleh Allah swt dalam Al-Quran diantaranya dalam surat al-Ahzab ayar 56 yaitu

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk nabi, Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya

Dari ayat tersebut juga secara jelas Allah swt juga telah memberikan penjelasan makna dari kata salawat yaitu salam penghormatan ” Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya “. Sehingga, terlepas dari penafsiran-penafsiran yang diberikan oleh para ahli bahasa, kata salawat mempunyai implikasi makna yang berbeda, tergantung siapa yang bersalawat.

  1. Salawat untuk Rasulullah saw yang berasal dari Allah swt berarti rahmat yang diberikan Allah swt untuk Rasulullah Muhammad saw
  2. Salawat yang yang disampaikan dari para malaikat berarti doa ; permohonan ampunan dari para malaikat kepada Allah untuk Rasulullah Muhammad saw
  3. Dan salawat dari manusia untuk Rasulullah Muhammad saw berarti doa ; permohonan rahmat kepada Allah untuk Rasulullah Muhammad saw dan mengharapkan berkah dan syafaat.

Dari ayat Al-Quran surat al-Ahzab ayar 56 tersebut di atas terlihat bahwa salawat atau bersalawat untuk nabi besar Muhammad saw merupakan suatu perintah langsung yang datang dari Allah swt yang sangat unik atau spesifik yaitu, disamping memerintahkan kepada umat manusia untuk bersalawat, Allah sendiri dan para malaikat juga ikut bersalawat kepada Rasulullah Muhammad saw. Atau dengan kata lain salawat merupakan satu-satunya perintah Allah swt untuk umat manusia yang juga dilaksanakan Allah swt. Bersalawat kepada Rasulullah Muhammad saw adalah kewajiban dari setiap manusia yang sudah akhil baligh.

Pelaksanaan kewajiban bersalawat kepada nabi tersebut sekurang-kurangnya diimplementasikan melalui ibadah shalat wajib dan ibadah shalat sunat sebagai salah satu rukun shalat.

Shalat itu dari segi bahasa juga berarti doa dan Salawat merupakan salah satu syarat untuk diterimanya doa. Sehingga, barang siapa yang dalam seharinya tidak pernah bersalawat kepada nabi Muhammad saw atau dengan sengaja meninggalkan shalat wajib sudah bisa dinyatakan kafir dan diancam dengan hukuman kekal di dalam neraka selama-lamanya.

Jadi, salawat merupakan suatu ibadah wajib yang sangat mulia yang apabila difahami lebih jauh merupakan suatu kehormatan yang sangat luar biasa besar yang diberikan Allah swt kepada umat manusia yang beriman yang mengakui dan tunduk dibawah naungan ajaran agama islam sebagai ajaran tauhid terakhir, karena dengan bersalawat kepada Rasulullah Muhammad saw, berarti melaksanakan sebuah ibadah bersama-sama dengan para malaikat yang dimuliakan Allah dan Allah swt sendiri terlibat didalamnya. Mau . ??? [ Kajian Salawat ]

Comments 1

  • Quote:
    “disamping memerintahkan kepada umat manusia untuk bersalawat, Allah sendiri dan para malaikat juga ikut bersalawat kepada Rasulullah Muhammad saw. Atau dengan kata lain salawat merupakan satu-satunya perintah Allah swt untuk umat manusia yang juga dilaksanakan Allah swt”

    Pertanyaan:
    Saya ada pertanyaan. Jadi mana yg lebih tinggi kedudukannya, Allah atau Muhammad saw? mohon pencerahannya. saya agak rancu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.