Meraih Shalawat Allah Melalui Shalawat Nabi SAW

Meraih Shalawat Allah Melalui Shalawat Nabi SAW. Membaca shalawat merupakan bentuk ibadah yang paling utama dan paling besar pahalanya. Para ulama telah sepakat atas diwajibkannya membaca shalawat dan salam untuk Baginda Nabi Muhammad SAW karena shalawat itu bisa mengantarkan pengamalnya untuk mencapai maqam ma’rifat kepada Allah walau tanpa bimbingan seorang mursyid sekalipun.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya setiap shalawat yang dibaca seseorang selalu diperlihatkan atau disampikan kepada Nabi SAW dan beliau Nabi SAW selalu membalasnya dengan doa serupa. Hal ini berbeda dengan dzikir – dzikir yang lain yang pengamalannya harus dibawah bimbingan seorang mursyid yang sudah mencapai maqam ma’rifat, jika tidak maka zikir – zikir tersebut akan dimasuki setan dan kita tidak akan mendapat manfaat apapun.

Tentang kewajiban bershalawat ini dan kapan kewajiban ini harus dilakukan ?, sesungguhnya ada perbedaan pendapat dari para ulama seperti Imam Malik mengatakan cukup satu kali dalam seumur hidup, sedangkan Imam Syafi’i mewajibkan untuk dibaca pada waktu tasyahud akhir dalam setiap shalat fardhu dan para ulama lainnya ada yang mewajibkan membaca shalawat satu kali dalam setiap majelis. Ada juga ulama yang berpendapat wajib membaca shalawat setiap kali mendengar nama Nabi SAW disebut. Sebagian ulama ada yang menganjurkan untuk membaca shalawat sekurang – kurangnya sebanyak 500 kali shalawat setiap hari. Dan ada juga yang mengatakan untuk memperbanyak shalawat tanpa dibatasi bilangan tertentu. Namun secara umum, membaca shalawat kepada Nabi SAW merupakan hal yang sangat agung dan memilki banyak keutamaan.

Shalawat adalah amalan yang pasti diterima oleh Allah, sedangkan amal yang lain mungkin saja diterima dan mungkin saja ditolak. Shalawat pasti diterima meskipun tanpa khusyuk dan hadirnya hati. Jika kita bersedekah, dan kita ingin dipuji, maka ibadah sedekah itu sia-sia. Begitu pula jika kita shalat karena ingin diperhatikan manusia, shalat itu tanpa pahala. Tapi jika kita bershalawat, walaupun disertai dengan hati yang riya, tetap akan mendapatkan pahala, karena shalawat berhubungan langsung dengan Nabi Allah yang agung. Terlebih lagi jika membaca shalawat dengan hadirnya hati pasti pahalanya sangat besar dan untuk itu biarlah Allah saja yang mengetahuinya. Bahkan dalam sebuah keterangan dikatakan bahwa, apabila kita berdoa dengan tidak dimulai dengan memuja Allah Swt dan tanpa membaca shalawat kepada Nabi SAW, kita disebut sebagai orang yang terburu-buru.

Pernah sekali waktu Nabi SAW mendengar ada seseorang yang sedang berdoa tapi tidak dibuka dengan memuja Allah SWT dan tanpa membaca shalawat, Nabi SAW bersabda, “ Orang ini terburu-buru.” Kemudian Nabi SAW mengundang orang itu, lalu ia atau orang lainnya dinasehati, “Jika diantara kalian berdoa, maka harus diberi pujian kepada Allah Swt., membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki.” ( HR : Abu Daud dan at-Tirmidzi )

Dengan membaca shalawat, seorang hamba dapat meraih keridhaan Allah SWT., memperoleh kebahagiaan dan Rahmat Allah Swt., berkah-berkah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat maqam yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati dan diampuni dosa – dosa besarnya.

Sesungguhnya, barang siapa yang tidak memiliki amalan shalat dan puasa yang banyak untuk menghadap Allah SWT di hari kiamat nanti, maka hendaknya ia memperbanyak membaca shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, karena bacaan shalawat itu merupakan kunci segala kebaikan dan pintu segala keutamaan untuk agama, dunia dan akhirat.

Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa, Rasulullah SAW bersabda, “malaikat mendatangiku seraya berkata, ‘(Tuhanmu berfirman), ‘Wahai Muhammad, ‘Bukankah kamu rela jika ada salah seorang umatmu yang membaca shalawat kepadamu satu kali, maka Aku memberikan sepuluh rahmat kepadanya, begitu juga jika ia memohonkan kesejahteraan untukmu satu kali, maka Aku memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya?’” ( HR : Nasa`i )

Jadi, apabila kita senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah SWT seumur hidup yang kita miliki, bahkan jika Allah memberikan umur semua manusia kepada kita untuk digunakan dalam ketaatan kepada Allah SWT. Sesungguhnya satu shalawat dari Allah SWT jauh lebih baik dari itu. Artinya satu shalawat dari Allah sudah cukup untuk seorang hamba, dunia dan akhirat. Amin ( Kajian Salawat )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.