Kajian Makrifat Zikir

Kajian Tentang Makrifat ZikirAntara Berzikir dan Mengingat Berhala – Zikir adalah satu kata yang mempunyai banyak makna, diantaranya zikir itu bermakna ilmu, shalat, al Qur’an dan lain sebaginya. Untuk menghindari terjadinya pelebaran makna dan pemahaman yang kemudian diikuti dengan aneka perdebatan yang tak ada ujungnya, maka dalam kajian ini, kita akan membatasi makna zikir dalam pengetian makna yang umum difahami dalam kebiasaan yaitu “ zikir artinya ingat “, sehingga tidak ada pemahaman dan atau makna lain dari kata “ zikir “ yang dimaksud selain dari ” ingat  “, atau “  tidak lupa dan selalu berada dalam pikiran “.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram ”. ( QS : 013 : Ar-Ra’d : ayat : 28 )

Sesuai dengan kajian yang sudah disampikan sebelumnya, “ Allah “ itu merupakan Nama sifat dari Zat Tuhan yang “ Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat “. ( QS : 042 : Asy Syuura : ayat : 11)

Sebagai sifat dari Zat Tuhan, maka “ Allah ” merupakan tempat berhimpunnya sekalian sifat, sehingga ketika Allah disebut, maka itu sudah termasuk Ar-Rahman dan Ar-Rahim didalamnya dan Allah sebagai sifat yang utama bagi Tuhan, maka tidak ada makna yang lainnya ketika Allah disebut selain menunjuk kepada Zat yang Wajib Ujud saja. yaitu Tuhan Rabb al ‘Alamin.

Melalui makna ayat di atas dapat difahami bahwa, sasaran utama dari zikir itu adalah hati, sedangkan hati sebagaimana kajian sebelumnya telah disampaikan bahwa hati adalah tempat nyatanya sifat Allah yang bernama ilmu yaitu nyatanya ilmu Allah Ta’ala itu pada hati kita, kalau tidak ada hati kita itu, maka tidak nyata ilmu-Nya Allah Ta’ala, karena tahunya hati kita itu dengan ilmu-Nya Allah Ta’ala dan selanjutnya difahami bahwa nyatanya Ilmu Allah Ta’ala itu pada Tahunya Muhammad, dan nyatanya tahunya Muhammad itu pada hati kita

Zat-Nya bernama Allah yang merupakan sifat pada Muhammad dan Rupa pada Adam selanjutnya menjadi Rahasia dalam alam batang tubuh kita

dan Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan kepadanya Ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur ”. ( QS : 032 : As Sajdah : Ayat : 09 )

Sehingga ketika makna zikir difahami sebagai mengingat Tuhan yang bernama Allah dengan membayangkan Zat-Nya dengan rupa tertentu dan atau di suatu tempat tertentu seperti di atas langit misalnya, maka itu sama saja dengan berzikir terhadap berhala, karena sesungguhnya Zat Allah itu adalah sesuatu yang berada diluar batas jangakauan manusia sebagai makhluk. Zat Tuhan itu tidak akan pernah mampu dilihat, dibayang dan digambarkan oleh akal dan pikiran manusia, sehingga setiap yang tergambarkan dan terbayangkan oleh akal dan pikiran itu pasti bukan Tuhan.

Karena zikir yang dilakukan bukan kepada Tuhan Rabb al ‘Alamin, maka zikir yang di ucapkan lidah dan dibenarkan oleh hati yang terdiri dari rangkaian kalimat – kalimat tauhid yang suci dengan tujuan untuk mengagungkan ke-Maha Besaran Allah SWT, menjadi kosong dan hampa tanpa makna serta tidak meninggalkan bekas sedikit pun pada hati apalagi pada perbuatan, tetapi hanya sekedar menjadi pemuas nafsu belaka dan alat permaian iblis dan syetan semata

Ketahuilah bahwa hakikat makna dari kalimat Laa ilaaha ilallah, Muhammad Rasulullah itu adalah “ ingat hati kepada zat yang wajib ujud yang Laisa kamitslihi syai’un “ artinya tidak semisal Allah dengan segala sesuatu apa pun juga dan tidak berhadap hati kepada sesuatu yang lain dan tidak juga kepada diri kita melainkan kepada zat yang wajib ujud saja

Jadi pada tahapan ini harus difahami bahwa , makna zikir itu adalah ingat akan Nur Allah dengan cara memaksa ( melecut ) hati melalui lisan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah secara berulang – ulang dan terus menerus sehingga tercapai suatu kondisi ketertundukan hati kepada Asma Allah dan terbitnya Nur Ilahiyah pada hati yang memancar menerangi Muhammad diri sebagi jalan menuju makrifat atau penyaksian ke-Maha-an Allah Tuhan Rabb al ‘Alamin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.