Kemahaluasan Ilmu Allah

Kemahaluasan Ilmu Allah ”Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (Q.S. At-Taubah : 115). Salah satu sifat Allah yang termasuk kedalam sifat Allah yang dua puluh yang disusun ulama tauhid dan Asmaul Husna adalah ilmu. Bermakna Allah mengetahui keseluruhan aam ini dari yang palin kecil sampai pada yang paling besar, juga dari ang paling tersembunyi, sampai pada yang terang dan jelas, artinya keseluruhan yang ada ini Allah mengetahuinya, tiada terbatas

Allah Maha ilmu tidak terbatas, meliputi semua yang ada di langit maupun yang ada dibumi. Allah Maha luas keagungannya sehingga Allah berkuasa mengetahui siapa saja, apa saja yang Allah kehendaki. Ilmu Allah berbeda dengan ilmu manusia karena Allah ilmu-Nya Laisa kamislihi Syai’un (tidak serupa dengan yang baru) alam. Allah tidak bisa diserupai makhluk-Nya. Segala sesuatu yang ada dialam ini adalah ilmu Allah SWT. Hadist Qudsi menjelaskan : ” Seoranng hamba akan mendekatkan diri kepada-Ku hingga Aku mencintainya dan bila Aku mencintainya, menjadilah pendengaran-Ku yang dipergunakan untuk mendengar, penglihatan-Ku yang digunakan untuk melihat, tangan-Ku yang digunakan untuk bertindak, serta kaki-Ku yang digunakan untuk berjalan”. (Hadist Qudsi).

Diyakini Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di alam ini, termasuk mengetahui apa dan bagaiman diri manusia, yang terkecil hingga yang terbesar, dari yang paling tampak hingga yang paling tersembunyi. Allah menciptakan manusia dengan struktur rambut yang ukurannya nyaris sama tetapi alias tidak, kumis pun tidak sama dengan rambut. Padahal kesemuanya itu ada di kepala. Karena itu, sekuat apapun manusia ia ada dalam genggaman ilmu Allah SWT.

Hikmah apa yang dapat di ambil ilmu Allah ini ? Seorang di wajibkan menuntut ilmu, sebuah hadist Rasulullah SAW, menyatakan : Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai keliang kubur”. Artinnya mencari ilmu ini wajib selama umur, dimana saja ilmu itu berada baik dalam maupun diluar negeri seperti di China sekalipun. (bahasa hadist).

Sesungguhnya hidup dan kehidupan dilakoni oleh orang berilmu, dengan tidak berilmu hasilnya jauh berbeda. Untuk orang berilmu sebelum berbuat dan bertindak ia memikirkan, memiliki planningperencanaan sangat matan, mana yang perlu diprioritaskan hingga menikmati hasil diharapkan secara individu dan bermasyarakat, juga orang berilmu menyadari betul, dia dijadikan Allah adalah untuk beribadah kepada-Nya, kerja adalah ibadah. Dalam sebuah hadist Rasul SAW, menyatakan :”Tidurnya orang berilmu lebih ditakuti iblis dari orang bodoh sedang beribadah.

Istimewanya orang berilmu, kapan dia memberikan ilmunya itu kepada orang lain, semakin bertambah, kalau harta materi diberikan terhadap orang lain semakin berkurang, orang berilmu dipanggil mulia, sedangkan orang kaya dipanggil kikir, ilmu banyak teman, sedangkan orang kaya banyak musuh dan lain sebagainya.

Dituntut seseorang harus menjadi orang yang bijak dengan meluaskan ilmu wawasan dan pengetahuan dan jangan bosan belajar menyimak dan membaca. Makin banyak ilmu seseorang semakin bijak makin mudah menghadapi hidup, makin terampil menghadapi masalah dan makin paham akan arah hidup. Sesungguhnya menjembatani kepada keselamatan dunia kahirat. Sebaliknya akan sempit perkara kecil bisa menjadi besar, terlebih bila disertai dengan hati yang sempit wawasan.

Untuk jadi orang yang bijak(cadiak pandai) bahasa Minang. Ingin bahagia dan mulia dalam hidup perlulah ilmu, wawasan dan pengalaman. Seseorang kaya dengan ilmu dunia dengan isinya akan datang kepada orang berilmu dan bijak. Hikmah lain yang perlu kami ketahui adalah ilmu Allah tidak terbatas menembus bimu dan langit beserta isinya, dari yang terkecil sampai tidak terbatas besarnya. Allah mengetahui segala sesuatunya, ketegasan ayat di atas At-Taubah :115.

Ilmu manusia dijadikan Allah kegunannya hanya terbatas tidak kekal keberadaanya, seperti apa-apa yang terjadi dibalik dinding tidak dilihat dan mengetahui dan apa-apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, seseorang manusia tidak tahu, tidak ada ilmunya, hanya Allah lah yang dengan ilmu-Nya yang tahu, itulah kekekalan ilmu Allah selamanya.

Sebaiknya berusaha di mana, kapan saja mencari ilmu yang diridhai Allah SWT. Dengan ilmu pula kebenaran diterima Allah ibadah di amalkan. ( berbagai sumber : Bakhtiar Khatib )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.