Wahdaniah Artinya Allah Bersifat Maha Esa

Wahdaniah artinya Allah Bersifat Maha Esa. Maha Esa artinya satu atau tunggal dan tidak berbilang karena mustahil Allah berbilang atau lebih dari satu. Maha Esa itu artinya juga satu kesatuan yang tidak bercerai – berai dan atau pun Allah itu tidak bersusun – susun atau tidak bertingkat – tingkat. Sehingga Kemaha Esaan Allah itu adalah Kemaha Esaan yang tunggal yang tidak ada sesuatu pun yang setara dengan – Dia

1. Allah itu Maha Esa dalam Zat – Nya

Zat Allah itu tidak terdiri dari unsur-unsur, atom dan molekul atau pun bagian-bagian. Karena, apabila Zat Allah Yang Maha kuasa itu terdiri unsur tertentu atau terdiri dari dua unsur atau lebih, tentunya, betapa pun kecilnya unsur atau bagian itu, akan tetap saja setiap unsur tersebut akan membutuhkan unsure atau bagian yang lain untuk membentuk kesempurnaannya. Artinya, untuk mencapai kesempurnaan Zat – Nya, Allah membutuhkan unsur atau bagian – bagian itu. Atau dengan kata lain unsur atau bagian itu merupakan syarat bagi wujud – Nya Allah. Maha suci Allah dari sifat – sifat tersebut

“ (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat ”. (QS : 042 : Asy-Syuura : Ayat : 11)

“ Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) lagi Maha Terpuji. (QS : 035 : Faathir : Ayaut 15 ).

Sehingga mustahil Allah terdiri dari unsur – unsur dan setiap zat yang terdiri dari unsur-unsur sebagai komponen penyusun zatnya pastilah bukan Tuhan karena keragaman dan bilangan itu adalah hakikat dari makhluk, bukan hakikat dari Tuhan.

2. Allah itu Maha Esa dalam Sifat – Nya

Pengertian Allah bersifat Maha Esa adalah bahwa, Allah itu bersifat dengan segala sifat kesempurnannya. Sifat Allah itu adalah sifat yang hanya dimiliki oleh Allah saja, tidak dimiliki oleh makhluk – Nya, walaupun dari segi bahasa kata yang digunakan untuk menunjuk sifat tersebut relatif sama, sehingga setiap sifat yang dimiliki dan terdapat pada makhluk bukanlah sifat Allah

Rahim merupakan sifat bagi Allah, tetapi juga digunakan untuk menunjuk rahmat atau kasih sayang makhluk, namun substansi dan kapasitas rahmat dan kasih sayang Allah berbeda dengan rahmat makhluk – Nya. Sehingga Allah Maha Esa dalam sifat – Nya, tidak ada yang menyamai substansi dan kapasitas sifat tersebut.

3. Allah itu Maha Esa dalam Perbuatan – Nya

Keesaan sifat Allah mengandung pengertian bahwa, segala sesuatu yang berada di alam raya ini, baik sistem kerjanya maupun sebab dan wujudnya, kesemuanya adalah hasil perbuatan Allah semata. Apa yang dikehendaki – Nya pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki – Nya pasti tidak akan terjadi, tidak ada daya ( untuk memperoleh manfaat ), tidak pula kekuatan ( untuk menolak madarat ), kecuali bersumber dari Allah, sehingga dalam mewujudkan kehendak – Nya, Allah tidak membutuhkan apa pun.

“ Sesungguhnya keadaan-Nya bila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata, “Jadilah” Maka jadilah ia “ (QS : 036 : Yaasin : Ayat : 82).

Selanjutnya harus difahami bahwa, Keesaan Zat Allah, Keesaan Sifat Allah dan Keesaan Perbuatan Allah itu merupakan satu kesatuan tunggal yang utuh yang melahirkan keesaan dalam pengabdian makhluk kepada – Nya

Katakanlah: “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, “ ( QS : 006 : Al – An’aam : Ayat : 162 )

Walau ibadah itu beraneka ragam dan bertingkat – tingkat, namun mengesakan Tuhan dalam beribadah, menuntut manusia untuk melaksanakan segala sesuatu demi dan untuk serta karena Allah saja. baik sesuatu itu dalam bentuk ibadah mahdhah ( murni ). maupun selainnya. Tidak ada sebab yang menyebabkan segala sesuatu selain tersebab karena Allah saja. Itulah hakikat dan makna dari sifat Wahdaniah pada Allah yang berarti Allah bersifat Maha Esa dan mustahil Allah itu bersifat “Ta’Addud” artinya “berbilang-bilang (banyak)” ( Kajian Hakikat Tauhid )

Comments 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.