Tentang Hakikat Zat Allah

Hakikat Tauhid. Sebetulnya saya agak kesulitan memberi judul terbaik untuk posting ini, apakah ” Ketika Allah Menjadi Tuhan ” atau ” Ketika Tuhan Bernama Allah “. Dua judul tersebut, kalau dilihat sepintas lalu, sepertinya mengarah pada satu titik pokok kajian yang sama yaitu Allah swt adalah tuhan yang jadi sembahan setiap makhluk .

Akibatnya, kedua judul tersebut sama-sama pas dan cocok untuk judul posting ini, karena pokok kajian utama dalam posting ini adalah sebagai jawaban ataupenjelasan dari pertanyaan para pengunjung blog Kajian Hakikat Tauhid ini yang rata-rata meminta pejelasan secara lebih terfokus pada tujuan posting yang berjudul ” Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya ” dan ” Allah Adalah Nama Yang Utama Bagi Tuhan

Apabila posting ini memakai judul ” Ketika Tuhan bernama Allah ” titik berat kajiannya mengarah kepada kata Allah yang diperkenalkan oleh Tuhan sebagai nama-Nya. Namun apabila dicermati lebih seksama, dalam hakikat nama Tuhan swt tersebut terkandung suatu pemahaman yang jauh lebih mendasar dari hanya sekedar nama.

Hakikat nama pada dasarnya mengarah kepada sebutan suatu zat dan setiap zat pasti mempunyai sifat, karena secara hukum ( mustahil pada akal ) ada zat yang keberadaannya diketahui tanpa mempunyai sifat, sehingga setiap kata yang mengikuti kata ” Allah ” sebagai nama Tuhan swt berarti atau adalah sifat dari zat yang bernama Allah “yang mendahului sebutan itu

Sebagai contoh, makna kata ” akbar ” yang berarti besar atau agung, akan menjadi ” Maha Besar “ atau ” Maha Agung ” ketika menjadi Sifat dari Zat yang bernama ” Allah “, sehingga ” Allahu Akbar ” berarti ” Allah Tuhan Yang Maha Besar ” atau berarti ” Allah Tuhan Yang Maha Agung “. Demikian juga dengan kata yang lain seperti ” rahman ” yang berarti pengasih dan kata “rahim ” yang berarti penyayang.

Ketika kata “ Allah ” disebutkan sedirian, maka kata ” Allah ” tersebut menghimpun seluruh sifat yang disifatinya, Sehingga ketika disebutkan kata ” Allah ” sebagai sebutan untuk Tuhan swt, pada hakikatnya sebutan itu sudah meliputi makna ” Maha Besar “, ” Maha Pengasih “, ” Maha Penyayang “, ” Maha Mengetahui “, ” Maha Lembut ” dan sifat – sifat lain yang terkandung dalam setiap nama-nama yang diperkenalkan Tuhan swt tentang diri-Nya.

Demikian kesimpulan dari pokok kajian yang akan disampaikan, apabila posting ini memakai judul “ Ketika Tuhan Bernama Allah “

Selanjutnya, apabila posting ini memakai judul ” Ketika Allah Menjadi Tuhan “. Pokok kajian yang akan disampaikan dalam posting ini mengarah kepada sifat zat dari Tuhan swt yang telah memperkenalkan diri-Nya kepada makhluk ciptaan-Nya dengan nama Allah.

Sebagai mana yang myrazano pernah sampaikan melaui posting pertama pada blog Kajian Hakikat Tauhid ini denga judul ” Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya ” telah dipaparkan secara singkat asal dari kata ” Allah ” yang kemudian dipakai sebagai nama oleh Tuhan swt.

Karena hakikat nama merupakan suatu sebutan untuk zat, maka kandungan makna dari nama tersebut, menjadi satu kesatuan dengan zat yang memakai nama itu. Apabila suatu kata diucapkan sebagai nama, berarti mengarah kepada zat yang memakai nama itu. Ungkapan itu akan menjadi sangat mudah difahami apabila disampaikan melalui contoh seperti berikut :

Pada tanggal lima belas bulan lima tahun dua ribu enam dengan kehendak Allah telah lahir seorang anak manusia yang ganteng dan luar biasa cakap dengan jenis kelamin laki-laki. Oleh orang tuanya, anak manusia yang telah dilahirkan itu diberi nama Razano Dafi. Selanjutnya nama Razano Dafi melekat sebagai sebutan untuk anak itu, sehingga ketika disebut Razano Dafi, maka itu berarti anak laki-laki yang dilahirkan pada tanggal lima belas bulan lima tahun dua ribu enam tadi atau anak saya bersama dengan istri saya

Sampai sekarang kata ” Razano Dafi “ sudah melekat sebagai sebutan untuk seorang anak manusia, tapi bisakah kita menentukan bagian tubuh manakah dari anak itu yang bernama Razano Dafi ?. ( dibatasi pada bahagian tubuh saja )Tentunya tidak bisa, karena ” Razano Dafi “ itu sudah meliputi dari seluruh batang tubuhnya. Tangan adalah tangan Razano Dafi, Kaki adalah kaki Razano Dafi dan kulit adalah kulit Razano Dafi atau hati adalah hati Razano Dafi, jantung adalah jantung Razano Dafi.

Dari logika contoh sederhana tersebut apabila dikembalikan kepada hakikat Allah sebagai tuhan, maka makna yang dikandung dalam kata ” Allah ” sudah meliputi zat dari Tuhan swt. Sehingga manusia sebagai makhluk yang dilengkapi dengan akal budi tidak perlu lagi mencari tuhan selain Allah swt dan sekaligus sebagai jawaban dari judul posting ” Haruskah Mencari Tuhan Selain Allah ?!

Jadi dengan pemahaman yang singkat dan sederhana ini apabila dirangkai dalam sebuah kesimpulan akan menjadi ” Allah itu adalah zat yang memiliki sifat yang Maha sempurna, yaitu sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptan-Nya, karena kata “Allah ” sudah dicabut dari setiap lisan makhluk selain dari sebutan untuk Tuhan swt “.

Demikain secara singkat saya telah mencoba menjelaskan apa yang telah disampaikan sebelumnya. Karena keterbatasan sarana yang tersedia saya meyakini bahwa penjelasan ini masih sangat jauh dari sempurna.

Apabila para pengunjung merasa ada yang perlu dijelaskan tentang seluruh pokok kajian dari blog ” Kajian Hakikat Tauhid ” ini atau tentang apa saja,  PertanyaanSaranKritikan dan BantahanSanggahan atau Sekedar Berbagi Wawasan dan Pemahaman dengan saya dan para pengunjung blog ini. Silahkan menyampaikannya pada kotak komentar yang tersedia. Insya Allah saya akan berusaha untuk mejawab dan mejelaskannya ( saya jamin gratis tanpa bayar ) demi kebaikan kita bersama.

Dan untuk pertanyaan yang membutuhkan penjelasan secara rinci atau diminta secara khusus, saya akan menyampaikan penjelasannya melalui alamat email yang tertera pada kotak alamat email ( juga saya jamin gratis tanpa bayar )

Selanjutnya, untuk menjawab kebingungan saya tentang judul terbaik dari posting ini, saya sangat membutuhkan saran dari para pengunjung ; Manakah yang paling tepat untuk judul posting ini antara ” Ketika Allah Menjadi Tuhan ” atau ” Ketika Tuhan Bernama Allah ” atau ada masukan atau saran lain, selain dari kedua judul tersebut. Silahkan sampaikan masukannya dalam kotak komentar yang tersedia. [ Kajian Hakikat Tauhid ]

Comments 12

  • keduanya tidak boleh dipakai, perkataan ketika maseh menggunakan masa sedangkan Allah mencepta masa wallahu’allam

  • perkataan “Ternyata Allah Bukan Tuhan Sesungguhnya” perkataan ini boleh mengelerukan orang ramai. Kalau belum faham nanti orang lain pusing. Carilah Guru Mursid untuk menerangkan yang sebenarnya. Wa’allahu’allam

  • 1. Terimakasih kasih atas kunjungan dan saran pak muhammad semoga bapak selalu diberkahi oleh Allah swt.
    2. Masalah mursyid ( guru hidup ) sebetulnya sudah saya bahas salam satu situs saya di ” K-I-T-A berarti Kajian Ilmu Tauhid Awam ” dengan judul posting ” Mursyd Pembuka Rahasia Tauhid ” silahkan langsung aja di

    http://www.geocities.com/muzfikri/CI1B.html

    3. Senang sekali bisa berbagi pemahaman dengan pak muhammad melalui blog ini karena sebagai manusia Myrazano pasti mempunyai keterbatasan. semoga pak muhammad berkenan menyampaikan saran-sarannya pada kunjungan berikutnya. wassalam. terimkasih

  • pak myrazano, pengertian Guru Mursyid dijelaskan sebenar-benarnya agar orang lain boleh/bisa faham. Wa’allahu’allam

  • insya Allah pada posting berikutnya akan coba kita bahas bersama pak . dan terimkasih sekali lagi atas dan kunjungnnya pak mohammad, semogga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita bersama. amin

  • AMIN YA RABBUL’ALAMIN
    saya bangga kepada anda ,atas apa apa yg anda sampaikan di atas.akan tetepi saya menjadi bingung mendengar kata kata anda yg mana seharusnya anda tidak dalam kebingungan untuk meyakini ilmu tentang rahasia tuhan. kalau anda memang benar benar anda mendapatkan itu semua dari ALLAH yg di sampaikan melalui ilham pada diri anda,saya ykin anda tidak akan dalam kebingungan. karna semua itu benar.akan tetapi apa bila anda semua itu anda dapatkan dari membaca atau mendengar dari orang lain,saya mohon agar anda untuk merenugi diri anda ,dan agar tetap menjaga rahasia serta istighfar.untuk keterangan judul tersebut diatas adalah yg beradab yaitu:KETIKA TUHAN BERNAMA ALLAHU.AMIN

  • @AGUSMAN : terimkasih atas kunjungan dan attensinya pada blog saya yang sangat sederhana ini.

    Tentang ” Ketika Allah Menjadi Tuhan “ atau “ Ketika Tuhan Bernama Allah “ sebetulnya semua sudah terjawab dalam postingan ini, karena Allah itu adalah Tuhan dan Tuhan itu adalah Allah. Selain itu tidak ada.

    Pemakaian dua phrase tersebut yang bisa dijadikan judul tersebut perlu difahami bahwa dalam postingan ini saya sedang berusaha memancing respon pengunjung terhadap apa yang saya sampaikan karena keduanya merupakan dua jalan yang mengarah pada satu titik yang sama

    Tentang rujukan saya menulis postingan ini adalah bersumber dari pemahaman yang saya yakini melalui beberapa mursyid yang pernah menurunkan ilmunya kepada saya dan dari beberapa buku literatur yang saya gali serta tentunya juga dari mendengar ceramah para ustadz du mushala, pengajuan, merjid dan televisi serta radio yang kesemunya secara hakikat berasal dari Allah juga

    Tentang kerahasiaan ilmu, Insya Allah saya akan berusaha untuk tetap membatasi pada hal-hal yang bersifat umum saja, sedangkan untuk hal-hal yang bersifat khusus ( mungkin yang dimaksud rahasia oleh bapak adalah khusus ini ) tentunya akan dilihat dulu dasar dari pemahaman yang bertanya dalam kesempatan yang khusus juga

    Tapi kalu sifatnya menguji tentunya dengan sangat menyesal saya tidak bisa melayani, namun sangat terbuka untuk saling berbagi faham mencari kebenaran yang sesungguhnya, sehingga Allah membukakan Rahasia ilmuNya kepada kita semua. Amin

    Sekali lagi terimkasih atas perigatan dan saran yang telah disampaikan. Apabila ditemukan hal yang salah dalam postingan blog ini. saya sangat terbuka untuk dikoreksi. Saya belum tentu benar namun yang pasti kebenaran itu asalnya dari Allah.

    amin

  • Tuhan atau Allah hanya bilangan(sebutan)saja.Untuk dapat mengenal Allah setidak tidaknya harus kenal dulu dengan af’al,asma,sifat dan zatnya.Zatnya laisa kamistlihi syai’un,inilah puncak pengenalan kepada NYA.
    Memang seharusnya manusia beragama harus diawali dengan tauhid,mengenal Allah.Bagaimana manusia mau beribadah tapi tidak kenal kepada yang diibadahi,tentu maunya atau larangannya(Allah) hanya sebatas zhon saja.Ibarat seorang budak yang bekerja tapi tidak kenal kepada Tuannya,apa mau Tuannya sang budak tidak tahu.Jika keadaan seperti itu bisa jadi sang Tuan akan marah,karena apa yang diinginkan oleh Tuannnya berbeda dengan apa yang dikerjakan oleh budak.Ini hanya penyederhanaan saja,bukan berarti Tuhan punya sifat seperti itu.”Awwaludin ma’rifatullah”,awal agama adalah mengenal Tuhan.

  • […] Ketika Tuhan bernama Allah sebagai mana bahasan dalam kajian yang diposting dengan judul “ Jawaban dan Pejelasan ( 1 ) “ yang lalu, maka ketika itu seluruh sifat ketuhanan yang terkandung pada Zat yang disembah […]

  • klau dgn klimat “ketika” dari klimat “Ketika Tuhan Bernama Alloh”
    brarti Tuhan punya nama sbelum brnama Alloh,,?

  • Bismillah…. Assalaamu ‘alaikum…? Bagaiman kalau kita kasih judul postingannya dgn “KETIKA TUHAN MENAMAKAN DIRINYA ALLAH”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.