Kajian Hakikat Ilmu Tauhid

Ilmu Tauhid Merupakan Hikmah Ketuhanan Sebagai Bekal Untuk Mendapatkan Ridha dan Hidayah Allah swt

Sifat Jaiz atau Mungkin Pada Allah SWT

Sifat Jaiz atau Mungkin Pada Allah swt. Postingan ini adalah lanjutan dari kajian yang berjudul “ Hakikat Zat Pada Sifat Allah ( 1 – 5 )“ yang lalu. ( kalau belum baca atau sudah lupa silahkan dibaca kembali mulai dari postingan ini sini ).

Sebagai mana postingan yang lalu, dimana kita telah melakukan kajian tentang 20 ( dua puluh ) sifat yang wajib pada Allah swt, maka pada kajian ini kita akan mencoba melakukan kajian tentang sifat yang Jaiz pada Allah swt

Jaiz pada sifat Allah swt berarti “ mungkin “ yaitu sesuai sifat Allah swt Iradat yang berati berkehendak, Allah swt berkehendak dengan sifat iradat-Nya, sehingga segala sesuatu bisa bersifat mungkin dan tidak ada yang mustahil bagi Allah swt. Secara syariat dinyatakan bahwa “ manusia punya kehendak, Allah punya kehendak, tapi kehendak Allah swt lah yang akan berlaku “, “ Nyatanya iradat Allah swt itu pada nafsu kita, kalau tidak berkehendak nafsu kita, tindak nyata iradat Allah swt itu, karena berkehendak nafsu kita itu dengan iradat Allah swt “

Dalam “ Kajian Hakikat Tauhid “ ini kita memahami bahwa sifat Jaiz pada Allah swt terbagi atas 4 ( empat ) kelompok atau empat bagian dengan namnya masing-masing yaitu :

1. Mungkin pada masa lalu ( wajadda wa’angqada )

Mungkin pada masa lalu ini adalah seperti mungkin pada nenek moyang atau leluhur kita termasuk didalamnya asal usul dan segala hal yang berhubungan dengannya. Dalam mungkin wajadda wa’angqada ini pemahaman kita adalah bahwa sifat Qudrat dan Iradat Allah swt memberi bekas pada setiap ciptaan-Nya. Taksyariyah namanya

2. Mungkin pada saat ini ( Maujudad )

Mungkin pada saat ini adalah seperti bumi dan langit dan segala isinya termasuk didalamnya mungkin saja yang dikatakan alien itu ada dan mungkin saja tidak ada dll. Dalam mungkin Maujudad ini pemahaman kita adalah bahwa sifat Qudrat dan Iradat Allah swt berserta dengan dengan ciptaan-Nya dalam arti meliputi . Ma’iyah namanya

3. Mungkin pada masa datang ( Sayujad )

Mungkin pada masa yang akan datang seperti adanya anak-anak cucu serta keturunan kita. Dalam mungkin Sayujad ini pemahaman kita segala sesuatu yang akan datang itu merupakan penetapan dan hukum atau sebab dari Qudrat dan Iradat Allah swt. Hukmiyah namanya

4. Mungkin dalam Ilmu Allah swt ( ‘Alimullahu annahu lam yu jad )

Mungkin dalam ilmu Allah swt berarti tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah swt apabila Dia berkehendak dengan atau tanpa sebab sesuai hukum syariat atau diterima atau tidak oleh akal seperti Allah swt menciptakan manusia berkepala tujuh atau ular berkaki sembilan atau memasukkan orang kafir kedalam surga. Semua mungkin saja terjadi karena Allah swt adalah Zat Yang Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dalam mungkin ‘Alimullahu annahu lam yu jad ini pada pemahaman kita adalah Qudrat dan Iradat Allah swt yang memberi kekuatan dan yang menguatkan ciptaannya. Qawiyah namanya

Dengan selesainya kajian sifat Mungkin atau Jaiz pada Allah swt, maka lengkaplah sifat-sifat Allah itu menjadi 41 sifat yang terdiri atas :

  • Sebanyak 20 Sifat yang wajib pada Allah swt
  • Sebanyak 20 Sifat yang mustahil pada Allah ( lawan dari sifat yang wajib / belum dibahas )
  • Sebanyak 1 sifat jaiz atau mungkin pada Allah swt

Sampai disini, myrazano berharap, semoga kajian yang telah disampaikan dalam hubungan dengan sifat Allah swt ini, bisa bermanfaat dan menambah meteri dan wawasan diskusi dalam majelis ta’lim masing-masing. Sekali lagi diingatkan untuk berusaha selalau tetap didampingi oleh para guru kita atau mursyid apabila akan melaksanakan diskusi atau kajian tentang pemahaman tauhid agar pemahaman yang terbentuk tidak disesatkan oleh iblis laknatullah.

Bagi saudara-saudara kita yang belum mempunyai mursyid atau guru yang yang cocok, hendaklah berusaha sekuatnya agar menemukan dan tentunya tetap berharap doa dan dukungan dari saudara-sudara kita yang sudah mendapatkannya. “ Semoga kita semua mendapatkan mursyid yang benar yang kepadanya Allah menitipkan dan membukakan hikmah dan rahasia ilmu-Nya kepada kita semua. Amin “ [ Kajian Hakikat Tauhid ]

Baca Juga Yang Ini :

6 Comments

Add a Comment
  1. Assalamu alaikum wr wb

    Jaiz itu bukannya bermakna boleh,biasa.
    Kalau mungkin dalam arab amkana yumkinu kalau nggak salah..
    Jaiz…bisa dikategorikan juga Yang layak kita ketahui.

    Wassalam…
    saran buat buya…setiap komentar seseorang, ada baiknya ditanggapi..ini berguna untuk menghargai tanggapan seseorang juga…nambah semangat nuk bertanya.

  2. @Ayurel chana : terimkasih atas saran dan kritikannya yang sangat bermanfaat bagi perkembangan blog ” Kajian Hakikat Tahuid ” ini. Insya Allah..

    salam sukses selalu

    ” Sahabatyang baik adalah yang selalu memberikan saran perbaikan atas kesalahan dan kekurangan sahabatnya ”

    Semogga Allah menghitung sebagai ibadah yang diberi nilai hidayah yang mulia. amin

  3. saya setuju pendapat buya, bahwa sebaik-baiknya belajar adalah dituntun oleh seorang mursyid. Tapi mencari mursyid yang ikhlas di zaman materi ini sangat sulit sekali. Kendala yang dihadapi oleh para mursyid yang ikhlas pada umumnya adalah wawasan, di mana para mursyid kurang mengikuti kondisi zaman sehingga bahasa yang disampaikan oleh mursyid kepada murid menjadi berbeda, karenanya para generasi muda Islam lebih banyak belajar kepada buku-buku yang cenderung mengajak ke fundamentalisme. Baru setelah bernasib baik,pemuda Islam tadi kalang kabut mencari mursyid yang dapat mengajarkan sifat 20, ma’rifatullah dan jihad untuk menggapai nafsul muthmainnah.

  4. @Info Kiat : Saya setuju.. Untuk itu sebagai generasi yang ruanglingkup wawasanya kekinian lebih komplek dari para mursyid yang memehami agama dengan kosep wawasan masa lalu perlu mencerna ulang penyampaian yang diterima dan tanpa meninggalkan basic dari pemahaman yang disampikan mursyid kita masing-masing

    demikian

  5. asskum..w.b.t
    saya disini ingin mmnta bantuan n kfahaman dari myrazano jikalau sudi sila msg saya di mail..saya ada kekeliruan disini…yg mane satu saya yg mane satu allah…

  6. @hafiz : say ajuga sangat senang bila kita bisa saling berbagi pemahaman. karena saya bukanlah seorang yang menguasai semua bidang dan itu lah hakikat kesempurnaan manusia sebagi makhluk

    Kalau boleh sayatahu lebih dalam lagi agar tidak salah menafsirkan apa yang bapak maksud, mohon dijelaskan secara lebih rinci tentang kesalahan pemahaman pada ” satu saya ” dan ” satu Allah ” itu

    Bagi saya ini sangat penting untuk menentukan dari mana saya harus memulai dan metoda apa yang harus dipakai untuk menjelaskannya

    Bila saya tidak tahu, akibatnya adalah
    1. apa yang saya sampaikan justri membuat bapak tambah bingung
    2. apabila saya tidak pada bagian mana bapak yang merasa kurang yakin dengan pemahaman bapak, bisa jadi apa yang saya sampaikan sesuatu yang sebetulnya bapak sudah sangat faham
    3. kalau bisa pada maqam apa yang menimbulkan keraguan bapak
    4. informasikan saja secara lengkap keterangan lainnya seperti kalau bapak menganut pemahaman dari salah satu ajaran tariqat tertentu misalnya dan apa yang dijelaskan oleh guru bapak. kalau benar akan saya katakan benar dan kalau kurang benar saya akan bantu meluruskannya. Insya Allah

    Saya tunggu penjelsannya lebih rinci. Via email juga ngak apa-apa di : http://muzfikri@yahoo.com dan tolong diberi subject nya ” PERTANYAAN UNTUK MYRAZANO.COM ” biar segera saya buka. terimakasih dan semoga Allah merahmati kita semua pada jalan yang diridhai-Nya. amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kajian Hakikat Ilmu Tauhid © 2015 Frontier Theme