Inilah Hakikat Tuhan dan Hakikat Allah Yang Sesungguhnya

Inilah Hakikat Tuhan dan Hakikat Allah Yang Sesungguhnya. Berikut ini saya akan mencoba menjawab dan menjelaskan sebuah pertanyaan yang disampaikan oleh saudara kita yang bernama Han melalui kotak komentar yaitu :

Tolong dijelaskan arti kata TUHAN, ALLAH, ZAT DAN SEJATI. ALLAH berdiri sendiri, tdk bergantung kepada sesuatu. Dia tidak berbentuk ataupun bersuara. pertanyaan saya bagaimana kita mengenal Allah yang tidak berbentuk dan bersuara. apakah nabi musa melihat Allah disaat Gunung Hancur atau disaat Nabi musa pingsan tolong dijelaskan secara detail. kalau bisa ke email langsung. terima kasih. Allah memberikan kita ketenangan selalu. Amin

Pertanyaan yang disampaikan sangat komplek dan bersifat pemahaman, sehingga sangat berat dan sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Namun apabila dicermati ( menurut saya ; mudah-mudahan tidak salah ) ada 2 ( dua ) pertanyaan yang menjadi inti komentar tersebut yaitu :

  1. Pengertian dan Hakikat Allah sebagai Tuhan
  2. Cara makhluk untuk berinteraksi dengan Tuhannya

Baiklah saya akan jawab point yang pertama dulu ( pint kedua Insya Allah menyusul ).

Sesungguhnya, mengenal Allah sebagai Tuhan adalah suatu pembelajaran yang pertama yang harus difahami oleh setiap manusia, karena dengan mengenal Allah secara benar akan menumbuhkan keimanan yang kuat dan kokoh dalam diri, sehingga pertanyaan itu sangat penting untuk dijawab dan dijelaskan secara benar

Batasan : Tuhan yang dimaksud dalam Kajian Hakikat Ilmu Tauhid ini adalah Allah SWT yaitu “ Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang “ ( QS : 02. Al Baqarah : Ayat : 063 )

Penjelasan : Tuhan. Apabila yang dimaksud dengan Tuhan dengan asal kata “ Ilah “ artinya adalah sesutu yang di sembah oleh yang lebih rendah dari padanya, sedangkan apabila yang dimaksud dengan kata Tuhan dengan asal kata “ Rabb “ artinya sesuatu yang memelihara yang meliputi memelihara, mengatur, menjaga, merawat dan mengembangkan

Dengan memahami pengertian tentang ” Tuhan “ tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa Tuhan itu adalah Zat yang menciptakan dan memelihara dan mengembangkan setiap ciptaa-Nya dan tersebab karena Dia ciptaan tersebut ada dan tiada.

Sedangkan kata ” Allah “ merupakan sebuah kata turunan yang berasal dari kata “ Ilah “ yang berarti sesuatu yang disembah oleh yang lebih rendah dari padanya. Pemakaian kata “ Allah “ adalah bersifat khusus yang hanya boleh dipakai oleh Zat Tuhan saja. Selain Tuhan tidak berhak memakai kata “ Allah “ sebagai sebutan untuknya dan untuk itu Tuhan juga telah mencabut pemakaian kata “ Allah “ tersebut dari lisan setiap makhluk selain dari penyebutan untuk diri-Nya, sehingga kata “ Allah “ menjadi nama yang utama bagi Tuhan dan tempat terhimpunnya seluruh sifat-sifat Tuhan. ( silahkan baca “ Ternyata Allah Bukan Tuhan Yang Sesungguhnya )

Dengan demikian, Ketika Tuhan bernama Allah sebagai mana bahasan dalam kajian yang diposting dengan judul ” Tentang Hakikat Zat Allah ” yang lalu, maka ketika itu seluruh sifat ketuhanan yang terkandung pada Zat yang disembah sebagai Tuhan itu sudah terhimpun di dalamnya.

Sifat-sifat ketuhanan yang dimaksud dalam Kajian Hakikat Tauhid ini adalah sesuatu sifat yang hanya dimiliki oleh Tuhan saja dan atau suatu sifat yang tidak akan pernah dimiliki oleh makhluk-Nya.

Jika ternyata kemudian diketemukan sebagian atau keseluruhan dari salah satu sifat Tuhan tersebut dalam sifat makhluk, maka sifat tersebut tidak lagi menjadi sifat dari Tuhan, karena Tuhan itu tidak sama dan tidak bisa dipersamakan dengan sesuatu apapun juga. Sehingga Zat Allah, Sifat Allah dan Perbuatan Allah tidak sama dan tidak bisa disamai atau disamakan dengan makhluk-Nya .

Zat Allah adalah Zat Yang Maha Esa, Sifat Allah adalah Sifat Yang Maha Sempurna, Perbuatan Allah adalah Perbuatan yang tidak bisa ditiru oleh makhuk-Nya.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia “.( QS : 112 : Al Ikhlash : Ayat 1 – 4 )

Dan Ketika Allah menjadi Tuhan, maka tiada sebab yang bisa menyebabkan segala sesuatu selain dari pada Allah saja. Kepada Allah tertuju sekalian sembah dan hanya tersebab karena Allah saja sembah itu tercipta. Dan apabila kemudian diketahui ada sebab lain yang menjadi sebab terjadinya penyembahan terhadap Tuhan, maka ketika itu penyembahan itu dinyatakan tidak ada atau ditolak. Allah hanya menerima ibadah yang dilaksanakan oleh hati yang ikhlas yang hanya tersebab karena Dia saja.

Selanjutnya, dengan menggaris bawahi kata “ ada dan tiadanya makhluk ” dalam pemahaman “ Tuhan itu adalah Zat yang menciptakan dan memelihara dan mengembangkan setiap ciptaan-Nya dan tersebab karena-Nya ciptaan tersebut ada dan tiada “. Berarti ada dan tiadanya makhluk sangat erat kaitannya dengan ada dan tiadanya Tuhan itu sendiri.

Allah adalah tempat terhimpunnya seluruh sifat yang menjadi sifat dari Tuhan seperti sifat Ar – Rahman, Ar – Rahim, Al – Mulk, Al – Jabbar, Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Hidup, Maha Tahu, Maha Berkehendak dan lain sebagainya. Sehingga ” Ketika Allah menjadi Tuhan ” dan hanya Allah yang diper-Tuhan-kan oleh makhluk, maka leburlah seluruh sifat-sifat ketuhannan itu dalam satu pemahaman saja, yaitu “ Allah “

Allah adalah Zat yang bersifat ujud yang berarti ada. Allah ada dengan sendirinya. Tidak disebabkan oleh sesuatu sebab dan tidak diakibatkan oleh suatu akibat. Dialah Tuhan yang awal dan yang akhir dan daripada-Nya tersebab adanya segala sesuatu. Sehingga dengan tersebab karena Allah adanya segala sesuatu itu, maka tidak ada segala sesuatu itu yang tidak berasal dari pada Allah. Dan tidak ada segala sesuatu itu melainkan hanya Allah yang wajib Ujud saja.

Ujud adalah sifat yang utama yang dilahir dari Zat sebagai bukti keber-ada-an-Nya. Dari sifat Ujud tersebutlah dilahirkan sekalian sifat yang dikandung oleh Sifat Zat, karena mustahil Zat itu mempunyai sifat Kuasa dan atau Maha Kuasa apabila Zat itu tidak bersifat Ujud.

Sehingga ketika lenyap sifat Ujud tersebut pada diri makhluk karena hanya Allah saja yang wajib Ujud, maka lenyap pulalah seluruh sifat yang diakibatkan oleh sifat Ujud tersebut pada diri makhluk. Yang tinggal hanyalah Sifat Zat semata-mata, yaitu Allah.

Dengan memahami terminologi bahasa bahwa, sifat adalah sesuatu yang menjadi pertanda dari keberadaan suatu zat, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan suatu zat dapat dirasakan dengan merasakan keberadaan sifatnya, Dimana ada zat, maka disanalah juga berada sifatnya.panas di utara apabila apinya ada di selatan. Apabila panasnya terasa di utara, maka apinya pasti ada di utara, Dimana ada Sifat disitulah Zat berada. Tidak mungkin kita merasakan juga.

” Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. “. ( QS : 02. Al Baqarah : Ayat : 186 ).

” dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya “, ( QS : 50. Qaaf : Ayat : 16 )

Mungkin hanya sampai disini saya bisa menjelaskan tentang ” Hakikat Tuhan “ dalam Blog Kajian Hakikat Ilmu Tauhid ini, karena apabila tanpa didasari dengan kekuatan ibadah lahir dan ibadah batin yang sempurna, maka pemahaman ini justru bisa dimanfaatkan oleh iblis untuk menyesatkan aqidah, sebagaimana yang telah terjadi pada faham “ Wahdatul Ujud “ yang memahami bahwa “ Makhluk bisa bersatu dengan Tuhannya “.

Sedangkan kelanjutan dari kajian tentang “ Hakikat Tuhan “ dan hubungannya dengan makhluk, Insya Allah nanti akan kita coba membahas lebih dalam lagi pada category “ Kajian Hakikat Zikir “. Amin  [ Kajian Hakikat Tauhid ]

Comments 15

  • Assalamualaikum, saya ingin minta penjelasan Pak Myrazano, pertama tentang ujudnya syurga dan neraka dan yang kedua,iaitu kita sudah sedia maklum di dunia ini semuanya ada pasangan lelaki dan perempuan baik manusia, haiwan ataupun tumbuh-tumbuhan. Bagaimana pula tentang ALLAH dan MUHAMMAD.
    Saya minta maaf sekiranya pertanyaan saya ini keterlaluan. Saya harap pak myrazano reply pada e-mail saya dan soalan ini jangan dibuka pada orang ramai. saya takut nanti ada salah faham.
    Sekiranya Pak myrazano tak bisa jawab tak mengapa. Walau apapun saya ucapkan ribuan terima kasih.

  • Insya Allah, Akan saya coba jawab dan jelasan se mampu saya. amin

  • Semua sudah jelas bagi manusia yang mempunyai akal sehat dan yang berani mengucapkan katakan yang benar walaupun pait.bahwa Alloh bukan lah Tuhan seperti yang lain.dan Tuhan bukan lah Alloh.karena Alloh hidup sendiri berdiri sendiri dan tdk ad..ada yg s Ama menyerupai nya.maka jg sampai dalam komentar atau menulis kata kata dalam medsos yang menyesatkan manusia khususnya umat Islam di dunia.dengan tegas bahwa Alloh bukan Tuhan dan Tuhan bukan Alloh. Dg ucapan saksi tidak ada Tuhan selain Alloh dan Mohammad adalah utusan Alloh.jg ada yang bantah belajarlah dan belajarlah wahai manusia semuaga Alloh membuka hati kalian semua kepada jalan nya yang lurus Amin serta dapat hidayah-Nya

  • pa myrazano…memang hebat pencerahannya…saya cuman minta nmr hpnya aja pa….

  • fafan : maaf pak saya nggak/belum punya hp sekarang

  • pa ustad banyak sekali yg saya mau beljar,,,,insya allah berkehendak agar kita bisa berbagi ilmu ini…

  • Assalamualaikum saudraku,

    Mungkin kah barang yg diciptakan mampu menceritakan seluk beluk penciptanya.

    Coba anda buat secangkir kopi trus tanya kopi itu siapa yang membuatnya?

    Kadang kadang akal berfikir sangat keterlaluan padahal dia akan tak akan mampu membicarakan dzat yang menciptakannya.

    • Jika perumpamaannya kopi, jelas kopi tidak bisa cerita.
      Jika perumpaannya komputer atau robot canggih, ada kemungkinan ia bisa bercerita tentang penciptanya.
      Jika perumpamaannya manusia (ciptaan Alloh paling canggih) maka sangat mungkin ia bisa bercerita tentang Tuhannya.
      Tentu tidak semua manusia. Hanya orang2 tertentu yg dianugerahi ilmu dari sisi Alloh langsung.
      .
      Wallohu A’lam.

  • Teh secawan??a.p.a apa wak? Tolong jelaskan.

  • Menyatu itu seperti suami dan istri seperti bangsa dan rakyatnya bukan berti dempet atw nyampur kaya adonan. Aku kamu satu ya ttp ada kamu ada aku.

  • Yg motif kurang paham tentang hakikat tuhan.percuma ditanya

  • Sblm memahami alloh pahami dulu kreatifitasnya.

  • Menurut sebatas ilmu saya; Tidak ada TUHAN kecuali Allah.
    Jadi Tuhan itu = Alloh. Alloh = Tuhan.
    Sy tidak sependapat jika dikatakan Tuhan bukan Alloh, dan Alloh bukan Tuhan.
    Laa ilaaha illa Alloh
    There is not God but The God.
    Ilaaha itu isim naqiroh (indefinitif)
    Allah itu (dr kata al-ilaaha terus jd Allaha = Allah) isim ma’rifat (definitif) dari kata ilah.
    .
    Kesimpulan: Allah itu artinya Tuhan. Jadi tidak ada tuhan kecuali Tuhan itu sendiri.
    .
    Jika dikaitkan surat al-ikhlas, disana disebutkan: namanya Tuhan (Alloh), kedudukan sebagai Tuhan, dan fungsinya pun sebagai Tuhan.
    .
    Kata ahad dlm surat tsb bisa bermakna ujudnya tunggal, bisa bermakna eksistensi Alloh berdimensi tunggal; seperti ruh yg ujudnya berdimensi satu.
    .
    Adapun paham ittihad-nya syekh Yazid al-Bustomi, wahdatul wujud-nya Syekh ibnul Arabi dan Manunggaling kawulo-Gusti-nya Syekh Siti Jenar, sy pelajari ada kesamaan. Dan sy tidak melihat disana ada kebathilan.
    Hanya saja, paham mereka itu tidak bisa ditransfer kepada kaum awam dan khalayak.
    Pilihan bahasa di bumi tidak ada yg bisa dipakai untuk menyampaikan kebenaran langit yg terkandung dlm konsep paham tersebut kecuali wahdatul wujud dan semacamnya.
    Dan bahasa wahdatul wujud itu sama sekali tidak bisa mewakili paham yg dikandungnya.
    .
    Jadi sebaiknya paham wahdatul wujud tidak usah diajarkan kepada khalayak, karna bisa menyebabkan lemahnya iman mereka.

  • Orang2 kebanyakan mengklaim wahdatul wujud itu bid’ah, batal dan kufur. Mereka bilang mana mungkin makhluk menyatu dgn Tuhan.
    Saya cm mau tanya; jika sy katakan menyatunya jiwa (ruh) dan raga. Apakah Anda mengira bhw jiwa dan raga itu jadi satu macam? Raga hilang karna menyatu dgn ruh? Atau ruh hilang karna menyatu dgn raga ?
    Tidak… keduanya masih tetap ada dgn spesifikasi masing2. Cuma raga gerak-geriknya selalu sesuai kehendak ruh.
    .
    Wallahu A’lam.

  • jelas berbeda pengertian antara tuhan dengan Allah…

    Tuhan itu adalah sifat Diri Allah…

    Allah adalah Dirinya Tuhan…

    sama halnya dlm alquran di katakan AKU, Dia dan Kami

    Aku yg di maksud dlm alquran adalah Allah menyatakan Dirinya semata tiada menyangkut hal sifatnya asma dan perbuatanNya…

    kemudian kata Dia itu Diri Allah menyangkut dengan sifatketuhanannya…

    kemudian Kami dalam alquran adalah Allah menyertakan Dirinya, Sifatnya, Asmanya dan Af”alNya…

    tidak bisa kita memahami akan Tuhan, Allah, Aku, Dia dan kami kalau tidak ada ilmu marifat Allah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Page-level ads only appear on the page when AdSense thinks they'll perform well. Add the following Page-level code to more of your pages to increase the overall performance of ads on mobile. Copy the code below and paste it inside the tag of any page you want to show ads on. Place the same code just once per page, and AdSense takes care of the rest.
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.